Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, December 31, 2013

My Creepy Diary - Ayumi Chintiami

My Creepy Diary terdiri dari 14 bab yang mengisahkan pengalaman Ayumi dalam menghadapi makhluk gaib. Dalam setiap babnya, Ayumi berperan dalam kisah makhluk gaib tersebut, entah itu sebagai pemberi pesan pada keluarga yang sudah meniggal, maupun hanya sebagai pendengar.
Kisah hidup orang yang sudah meninggal tersebut beragam, ada yang kematiannya masih belum jelas, maupun ada yang masih memiliki pekerjaan yang belum diselesaikan ketika meninggal. Tugas Ayumi adalah membantu persoalan tersebut.
Kesulitan yang dialami Ayumi dalam membantu "mereka" tidak menyurutkan keinginannya untuk membantu. Dalam setiap kisah yang tertinggal dari "mereka", Ayumi belajar banyak hal, termasuk untuk menerima kemampuannya sebagai anugerah yang tidak untuk di sia-sia kan.

Friday, December 27, 2013

Why Always Me - Orinthia Lee

Why Always Me adalah sebuah novel project perdana yang diadakan oleh Penerbit de TEENS sebagai imprint terbaru DIVA Press khusus remaja di bulan Oktober 2012 silam. Ketika info novel project ini di-publish, redaksi pun langsung menerima puluhan penawaran sinopsis dari berbagai kalangan penulis. Tapi, hanya ada satu yang terpilih, dan ya, Orinthia Lee berhasil memikat dengan alur cerita yang benar-benar sesuai dengan apa yang redaksi inginkan. What a surprise!

Dan... inilah Why Always Me! Sebuah novel roman remaja dengan konflik yang sangat sederhana namun dibuat menjadi sedemikian istimewa hingga berujung pada sebuah ending yang tidak terduga....

Comments
Bukan genre favorit saya, tapi saya senang membaca gaya penulisan Orinthia Lee yang mengalir. Saya sempat bersiap menghadapi cerita yang useless, tapi nyatanya semua adegan dalam buku ini tepat sasaran dalam menyampaikan ceritanya. Misalnya cerita ketika Bianca mendapatkan gantungan kunci asli dari Korea yang merupakan awal permusuhannya dengan sahabatnya, juga jalan-jalan ke Ragunan yang berubah bencana.
Kisah cinta yang dibalut unsur konflik remaja broken home entah kenapa mengingatkan saya pada beberapa novel khas Korea yang juga memiliki tipe cerita yang serupa. Kisah cinta dan konflik keluarga. Namun dengan penuturan cerita dari penulis dan karakter Travis yang menurut saya hampir (hampir, lho yaa..) menjadi best book boyfriend saya, novel ini recommended banget untuk penyuka novel roman lokal.
Karakternya sendiri tidak ada yang saya favoritkan, tapi semuanya memiliki karakter yang kuat dan konsisten.

The Sea of Tranquility - Katja Millay



I live in a world without magic or miracles. A place where there are no clairvoyants or shapeshifters, no angels or superhuman boys to save you. A place where people die and music disintegrates and things suck. I am pressed so hard against the earth by the weight of reality that some days I wonder how I am still able to lift my feet to walk.

Former piano prodigy Nastya Kashnikov wants two things: to get through high school without anyone learning about her past and to make the boy who took everything from her—her identity, her spirit, her will to live—pay.

Josh Bennett’s story is no secret: every person he loves has been taken from his life until, at seventeen years old, there is no one left. Now all he wants is be left alone and people allow it because when your name is synonymous with death, everyone tends to give you your space.

Everyone except Nastya, the mysterious new girl at school who starts showing up and won’t go away until she’s insinuated herself into every aspect of his life. But the more he gets to know her, the more of an enigma she becomes. As their relationship intensifies and the unanswered questions begin to pile up, he starts to wonder if he will ever learn the secrets she’s been hiding—or if he even wants to.

The Sea of Tranquility is a rich, intense, and brilliantly imagined story about a lonely boy, an emotionally fragile girl, and the miracle of second chances.

Comments
Sukaa banget sama konsep cerita seperti The Sea of Tranquility ini. Seorang gadis remaja yang had a trouble dan akibatnya punya gangguan secara psikologis dan datengnya seorang pangeran dalam hidupnya yang unik, different, dan bisa menghancurkan garis pertahanan gadis itu dalam menghadapi masalahnya.
Hubungan Nastya dan Josh itu keren banget, dan saya cukup puas dengan proporsi kebersamaan mereka dalam buku ini. Meskipun endingnya menurut saya kurang wah, tapi kharisma seorang Josh Bennett membuat semuanya fine-fine aja menurut saya. Josh is definitely one of my best book boyfriend ever!


The Coincidence of Callie & Kayden - Jessica Sorensen


Callie has grown up keeping her feelings locked away from the outside world, and as her painful past threatens to consume her life, most days it's a struggle just to breathe.

For as long as Kayden can remember, suffering in silence has been the only way to survive, until one night when Callie and Kayden's worlds collide.

After that moment, Kayden can't stop thinking about Callie and when they end up at the same college, he does everything in his power to convince her that it isn't coincidence - it's fate.

Comments

Saya suka sama Callie & Kayden, tapi sayangnya ceritanya nggak begitu dalem feelnya sehingga beberapa kali saya sering kehilangan minat membacanya. Terlalu banyak adegan hang outnya dan sedikit membahas tentang perasaan dan masalah yang dialami Callie & Kayden.
Masalah yang dialami Callie masih memiliki daya tarik tersendiri, tapi untuk masalah Kayden, yaitu kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya, tidak terlalu menarik minat saya. Saya pernah membaca buku yang karakternya memiliki masalah serupa, dan bentuknya pun sama; karakter laki-laki yang populer, dengan tempelan cewek populer yang dia sama sekali nggak punya perasaan, lalu akhirnya jatuh cinta sama tokoh utama perempuan yang juga banyak masalah dan bisa ngertiin dia. What a cliche.
Yang saya sayangkan lagi adalah kurangnya chemistry antara Callie & Kayden. Saya mengharapkan mereka lebih punya banyak sweet moments di masa kecil mereka.

Forgotten - Cat Patrick

Each night at precisely 4:33 am, while sixteen-year-old London Lane is asleep, her memory of that day is erased. In the morning, all she can "remember" are events from her future. London is used to relying on reminder notes and a trusted friend to get through the day, but things get complicated when a new boy at school enters the picture. Luke Henry is not someone you'd easily forget, yet try as she might, London can't find him in her memories of things to come.

When London starts experiencing disturbing flashbacks, or flash-forwards, as the case may be, she realizes it's time to learn about the past she keeps forgetting-before it destroys her future.

Comments
Bingung sama konsep lupa masa lalu tapi inget masa depan dalam buku ini. Beberapa hal yang menurut saya unclear adalah kalau seseorang selalu kehapus memori kehidupannya yang udah berlalu, gimana dia bisa ngingat detail-detail penting seperti rumahnya, namanya, ibunya? Nggak ada timeline waktu yang jelas dan batas hal-hal yang dia ingat secara permanen dan yang akan dia lupakan. Satu hal lagi adalah kalau si tokohnya harus selalu membuat dan membaca catatan untuk mengingat masa lalu, seberapa banyak catatan yang harus dia baca setiap harinya? Bisa-bisa hidupnya cuma dihabiskan untuk membuat dan membaca catatan kenangan dia selama ini. Ini yang membuat saya kurang terkesan sama Forgotten.
Di beberapa adegan juga kelihatan ganjil, seperti tiba-tiba di sekolah, London ingat sama hal-hal sepele seperti tulisan teman sebangkunya di pelajaran matematika, tapi pacarnya sendiri aja dia lupa. Sekali lagi, batas antara ingatan yang akan permanen diingat London dengan yang completely dia lupakan masih simpang-siur.

A Tale of Dark & Grimm - Adam Gidwitz


Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.

Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilauan seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.

Masuklah. Mungkin menakutkan, dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kauketahui, yang ini sungguhan.
Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

Comments
Udah tau cerita tentang Hansel & Gretel? Setidaknya udah pernah denger, ya.. Nah buku ini menawarkan kisah lain di balik kisah Hansel & Gretel yang selama ini kita ketahui.
Saya suka sama narasinya yang kocak. Ceritanya sendiri agak klasik sih, khas dongeng gitu, tapi lebih ‘berdarah’. Maksudnya ada beberapa bagian yang sadis gitu. Saya belum pernah baca cerita Hansel & Gretel sih, tapi ceritanya mungkin ga akan seunik dan sekreatif ini.
Ceritanya terdiri dari beberapa bab yang mengisahkan perjalanan Hansel & Gretel. Semakin ke belakang, ceritanya semakin sadis dan naratornya berpesan bahwa buku ini sebaiknya tidak dibaca oleh anak-anak yang penakut. Meskipun ceritanya sarat kekejaman, narator tidak lupa menyelipkan beberapa petuah untuk anak-anak yang masih kecil bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

Wednesday, December 25, 2013

Investigasi Misteri - Ade Candra Prihartono

Apa yang membuatmu takut terhadap HANTU? Penampakannya yang katanya menyeramkankan, tingkahnya yang konon sering mengganggu, atau kemungkinan mereka bisa MEMBUNUHMU? Banyak hal tentang hantu yang pasti membuatmu penasaran.

Buku Investigasi Misteri akan menjawab rasa penasaranmu tentang sosok menakutkan itu lewat berbagai kisah. Ada tentang Violette yang dibangkitkan dari kubur oleh ayahnya. Onryo, hantu yang berusaha membalas dendam kepada kekasihnya. Atau, kutukan Firaun yang memakan korban para peneliti. Semua itu bukan untuk membuatmu takut, melainkan menantangmu untuk lebih berani. Apa kamu siap membacanya?


Penulis: Ade Candra Prihartono
Ukuran: 19 x 23 cm
Tebal: 176 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-094-6
Harga: Rp43.000,-



Comments
Ingin tahu lebih banyak tentang asal-usul hantu secara ilmiah? Detail-detail mengenai tenggelamnya kapal Titanic? Dalam buku yang berisi 50 bab ini, penulis menjabarkan berbagai fenomena mistis di dunia.
Investigasi Misteri ini komplit banget dan mencakup hampir semua divisi misteri. Nggak cuma penampakan hantu, tapi juga berbagai misteri di dunia seperti pembangunan piramida dan keberadaan naga di setiap tempat di dunia. Dengan foto-foto yang (sayangnya) hitam-putih, aura mistisnya kerasa banget.
Di akhir setiap bab, penulis menambahkan sebuah kolom yang berisi analisisnya mengenai kebenaran keberadaan makhluk atau fenomena tersebut.
Bagian yang paling saya sukai adalah penjelasan hantu secara ilmiah, dengan istilah-istilah seperti ‘orbs’ yang sering saya dengar di salah satu acara televisi. Meskipun buku ini berisi tentang keberadaan hal-hal gaib, penulis juga mewanti-wanti kalau kekuatan hanyalah milik Allah semata.


What Happened To Goodbye - Sarah Dessen

Who is the real McLean?

Since her parents' bitter divorce, McLean and her dad, a restaurant consultant, have been on the move-four towns in two years. Estranged from her mother and her mother's new family, McLean has followed her dad in leaving the unhappy past behind. And each new place gives her a chance to try out a new persona: from cheerleader to drama diva. But now, for the first time, McLean discovers a desire to stay in one place and just be herself, whoever that is. Perhaps Dave, the guy next door, can help her find out.

Combining Sarah Dessen's trademark graceful writing, great characters, and compelling storytelling, What Happened to Goodbye is irresistible reading.

Comments
“Mejanya lengket, dan ada noda kotor di gelas minumku, dan kami sudah duduk selama sepuluh menit tanpa adanya tanda-tanda pelayan akan datang. Walau begitu, aku tahu apa yang akan ayah katakan. Hal ini, adalah bagian dari rutinitas.”

Karena sering disebut-sebut dan dielu-elukan bukunya oleh teman-teman Blogger Buku Indonesia, saya jadi penasaran sama Sarah Dessen. Covernya yang cantik-cantik dan rating buku-bukunya yang bagus membuat saya jatuh cinta dengan penulis ini bahkan sebelum saya memiliki ataupun membaca bukunya.
Jadi ketika Elex Media menerbitkan terjemahan bukunya yang berjudul What Happened to Goodbye, saya langsung lari ke toko terdekat dan membelinya. Covernya keren! Saya suka. Layoutnya pun bagus; rapi dan elegan. Saya jadi berharap banyak sama buku ini.
Namun ternyata saya harus kecewa karena ceritanya tidak seistimewa covernya. Ini adalah beberapa catatan yang saya tulis selagi membaca buku ini;
• Saya terganggu dengan kata gantinya. Misalnya, Ibu Riley yang bernama Mrs. Benson yang dipanggil dengan kedua nama itu pada halaman 341 sampai halaman 345. Inkonsistensi. Pada halaman 346, ‘memulainys’ seharusnya menjadi ‘memulainya’. Pada halaman 423, ‘hinguku’ seharusnya ‘hidungku’.
• Pengalihan plotnya kurang bagus. Contohnya, pada halaman 355, kejadian setelah makan malam di-rewind kembali, padahal sebelumnya baru aja peristiwa makan malam tersebut berakhir di bab sebelumnya. I mean; kenapa nggak sekalian aja diceritain pas sebelumnya biar peristiwanya runut.
• Pengalihan plot terjadi lagi pada bab enam belas. Sesaat tampaknya McLean sudah kembali ke restoran di Lakeview, namun pada halaman 423, cerita beralih pada hari sebelumnya ketika McLean masih di Poisedon. Lalu di halaman 435, kembali lagi ke Lakeview. *WTH?!
• MCLEAN IS SO ANNOYING! Saya kesal membaca tumpahan keluh kesah dia tentang ibunya. Betapa bencinya dia sama ibunya, tapi please deh, kalau benci kenapa sering diomongin? Kenapa masih sering dipikirin? Saya nggak habis pikir sama McLean ini. Kerjaannya ngeluh terus tapi nggak mau nyari solusi. Ngulang-ngulang terus kalau dia nggak akan bisa jadi dirinya sendiri. Annoying banget. Sekalinya dia mau bergerak, dia malah bergerak kabur, bukan bergerak menyelesaikan masalahnya sendiri.
• I didn’t really understand her problem. Saya tidak melihat adanya hubungan yang kuat antara perceraian kedua orang tua dengan krisis identitas diri. Saya mengerti kalau McLean marah karena ibunya menghancurkan keluarganya yang dulu. Lalu dia harus sering pindah mengikuti ayahnya. Tapi untuk berakting di setiap tempat yang dia datangi? Rasanya terlalu berlebihan. Rasanya hanya seperti anak kecil yang sedang melakukan permainan psikologis, bukan seorang remaja yang getir karena permasalahan hidup. Remaja melakukan perubahan signifikan namun konstan ketika ada sesuatu yang mengguncang perasaannya, bukannya berubah menjadi orang-orang yang berbeda setiap waktunya. Tambahan lagi, saya nggak habis pikir cuma gara-gara temen-temennya tau akun sosial medianya dengan berbagai nama , dia langsung kalap. Duh, girl, you can never be tough, right? Denger omongan yang gak jelas sedikit aja dia langsung sentimen dan kabur (lagi).
• Kata-kata di sinopsis menurut saya tidak relevan; “Jadi satu-satunya yang kuubah adalah namaku; Eliza, Lizbeth, dan Beth, …”; sedangkan jelas-jelas dia tidak hanya merubah nama, tapi juga merubah kepribadiannya sesuai dengan kesan yang ingin ia timbulkan pada nama tersebut.

Terlepas dari apa yang saya sebutkan di atas, saya akui kalau gaya penulisan Sarah Dessen detail sekali dan bisa dengan tepat merekonstruksikan sebuah ide yang lain dari biasanya ke sebuah cerita. Misalnya proyek miniatur kota yang entah bagaimana menjadi salah satu unsur cerita yang penting dalam buku ini.


Ways To Live Forever - Sally Nicholls


"My name is Sam. I am eleven years old. I collect stories and fantastic facts. By the time you read this, I will probably be dead."

Sam loves facts. He wants to know about UFOs and horror movies and airships and ghosts and scientists, and how it feels to kiss a girl. And because he has leukaemia he wants to know the facts about dying. Sam needs answers to the questions nobody will answer. "Ways To Live Forever" is the first novel from an extraordinarily talented young writer. Funny and honest, it is one of the most powerful and uplifting books you will ever read.

Comments
Satu lagi buku bergenre sicklit yang nuansanya getir. Saya suka sama keluguan Sam & sarkasme ala anak kecilnya Felix, tapi buat saya membaca buku ini membuat hati sakit. Membacanya bagaikan melihat saat-saat terakhir kehidupan yang disedot dari dua anak kecil yang menderita kanker.
Ini adalah buku harian Sam sampai menjelang akhir hidupnya. Saya sempat bertanya-tanya bagaimana akhir buku ini, ketika Sam sudah tiada. Apakah bukunya akan menggantung tiba-tiba; seperti buku Kemalangan yang pernah diceritakan di TFIOS?
Overall, buku yang ditulis dengan indah, namun aura getirnya tidak membuat saya merasa nyaman membacanya. Favorit saya adalah beberapa notes random yang Sam tulis; seperti misalnya Bagaimana Cara Untuk Hidup Selamanya, yang daftarnya sungguh menggelikan dan tidak masuk akal; khasnya seorang anak kecil yang terlalu banyak berimajinasi.

Wake (Dream Catcher #1) - Lisa McMann


For seventeen-year-old Janie, getting sucked into other people's dreams is getting old. Especially the falling dreams, the naked-but-nobody-notices dreams, and the sex-crazed dreams. Janie's seen enough fantasy booty to last her a lifetime.
She can't tell anybody about what she does they'd never believe her, or worse, they'd think she's a freak. So Janie lives on the fringe, cursed with an ability she doesn't want and can’t control.
Then she falls into a gruesome nightmare, one that chills her to the bone. For the first time, Janie is more than a witness to someone else's twisted psyche. She is a participant.

Comments
Wow, satu hal yang pasti dari serial ini: alurnya cepat dan lugas. Awalnya saya pikir akan disuguhi penjelasan-penjelasan mengenai mimpi, dreamcatcher, dan sebagainya, namun ternyata ceritanya langsung ke adegan-adegan penerobosan mimpi tanpa ada penjelasan yang cukup. Di awal bab mungkin akan keteteran mengikuti jalan ceritanya yang cepat, namun semakin kebelakang, pembaca akan semakin dibuat penasaran oleh kisah Janie.
Jujur saja, saya sedikit kecewa karena ceritanya tidak se-dark kelihatannya, dan tidak ada kalimat panjang penuh penjelasan dan uraian, namun itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi novel ini. Kalimatnya pendek-pendek. Alur ceritanya dibuat perjam, namun berlangsung cepat sekali. Saya antara meragukan kemampuan penulis menyusun adegan ceritanya, dengan memberikan aplause karena penulis berhasil membuat cerita yang simpel, cepat, dan lugas.
Gaya penulisan Lisa McMann (penulis) yang menjadikan buku ini menjadi salah satu favorit saya. Lisa menulis dengan tidak menghamburkan banyak kata-kata, cukup dengan menulis apa yang terjadi saat itu. Banyak kalimat di buku ini diawali dengan kata kerja. Misalnya saja; “Menggosok-gosok jari Janie..”, “Mengeluarkan cokelat Snickers..”, “Mengalihkan perhatian guru..”, gaya penulisan seperti ini agak janggal, dan membuat kesal karena kalimatnya yang pendek-pendek, namun bisa membuat saya selesai membaca buku ini hanya kurang dari beberapa jam.
Seperti yang sudah saya bilang, ceritanya tidak begitu rumit dan hebat, tidak seperti yang digambarkan oleh sinopsisnya. Namun, yang membuat saya terus membaca sampai halaman akhir adalah rasa penasaran saya akan perubahan ceritanya. Saya pikir, di akhir cerita akan ada sesuatu yang lebih kompleks dan dark yang dialami para tokohnya.
Saya suka bagian ketika Janie menerobos ke mimpi orang lain. It’s a good random thing. Meskipun terkadang mimpi yang diterobos Janie ga jelas dan kurang detail. Saya juga suka Cabel, cowok yang terlibat dalam kehidupan Janie. Menurut saya, karakter Cabel lebih kuat daripada Janie sendiri.
Saya punya sedikit kekesalan terhadap hubungan para tokohnya. Misalnya Ibu Janie yang kesannya sama sekali tidak mempedulikan anaknya serta sikap Janie terhadap Cabel kurang konsisten. Menurut saya ini implikasi dari gaya penulisan yang per adegan, sehingga tidak ada ruang untuk mengeksplorasi perasaan para tokohnya.

Trash - Andy Mulligan


In an unnamed Third World country, in the not-so-distant future, three “dumpsite boys” make a living picking through the mountains of garbage on the outskirts of a large city.

One unlucky-lucky day, Raphael finds something very special and very mysterious. So mysterious that he decides to keep it, even when the city police offer a handsome reward for its return. That decision brings with it terrifying consequences, and soon the dumpsite boys must use all of their cunning and courage to stay ahead of their pursuers. It’s up to Raphael, Gardo, and Rat—boys who have no education, no parents, no homes, and no money—to solve the mystery and right a terrible wrong.

Andy Mulligan has written a powerful story about unthinkable poverty—and the kind of hope and determination that can transcend it. With twists and turns, unrelenting action, and deep, raw emotion, Trash is a heart-pounding, breath-holding novel.

Comments
Setting cerita ini adalah di Negara Antah Berantah, di suatu bagian kotanya yang bernama Behala; tempat sampah-sampah dari segala penjuru kota dikumpulkan dan sebagian besar masyarakatnya bekerja memulung sampah dan tinggal bersama sampah.
Buku ini mencampurkan unsur politik dan sosial dan meramunya ke dalam sebuah cerita misteri dan action. Saya suka ceritanya, di beberapa bagian saya merasa kesal dengan ketidak adilan yang dialami para anak-anak pemulung, namun kekesalan saya terobati dengan ending yang membahagiakan.
Ceritanya getir dan kelam, dengan bumbu-bumbu kekerasan di dalamnya. Ceritanya mengambil sudut pandang yang berbeda dari yang selama ini kita baca; kalau buku lain menceritakan keadaan sebuah Negara yang bergolak dari sisi sebuah warga Negara perekonomian menengah ke atas ataupun menengah kebawah biasa, Trash menyajikan sisi tersebut melalui sudut pandang anak-anak jalanan. Itu yang membuat saya jatuh cinta sama buku ini.

The Mistress's Revenge - Tamar Cohen


www.mistressrevenge.com

There’s a fine line between love and hate.

For five years, Sally and Clive have been lost in a passionate affair. Now he has dumped her to devote himself to his wife and family, and Sally is left in freefall.

It starts with a casual stroll past his house, and popping into the brasserie where his son works. Then Sally starts following Clive’s wife and daughter on Facebook. But that’s alright, isn’t it? These are perfectly normal things to do. Aren’t they?

Not since Fatal Attraction has the fallout from an illicit affair been exposed in such a sharp, darkly funny, and disturbing way: The Mistress’s Revenge is a truly exciting fiction debut. After all, who doesn’t know an otherwise sane woman who has gone a little crazy when her heart was broken?

Comments
Ga ada buku yang lebih membuat depresi daripada buku ini, iya kan? And I didn’t meant it for the quality of the book itself, but—sigh—the character WHO ARE REALLY REALLY MADLY ANNOYING.
Serius deh. Kalau kamu tipe orang yang nggak suka sama sesuatu yang cengeng—dan kata “menderita” itu benar-benar asing bagi kamu, mending kamu jauh-jauh dari buku ini.
A MASOCHIST. A COWARD. EGOIS!!. NGGAK BERTANGGUNG JAWAB. BIG CRAZY. PURE DEPRESSION.
Bayangin; ada aja gitu seorang ibu yang tega nggak meduliin & ngurusin anaknya sama sekali bahkan ketika anaknya menangis butuh perhatian dengan sekedar mau dipeluk, DAN BAHKAN menurut dia hal yang dilakukan anaknya itu adalah sesuatu yang menjengkelkan dan merepotkan kehidupannya yang sudah repot. Padahal coba tebak—apa ‘kehidupan’ yang dimaksud ibunya itu? NUNGGUIN EMAIL DAN NGESTALK MANTAN SELINGKUHANNYA YANG UDAH MENIKAH DAN UDAH NINGGALIN DIA.
ADUH, MENDING KE LAUT AJA DEH! *SAKING KESELNYA SAMA BUKU INI*
Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, buku ini merupakan salah satu buku favorit saya tahun ini. Kenapa? Karena kesuksesan cerita dan karakternya dalam membentuk emosi saya (meskipun emosinya negatif) menunjukkan kalau penulis sukses memberikan kesan tersendiri untuk saya.
Dan lagi, kalau saya mengesampingkan ketidaksukaan saya terhadap buku ini, sebenarnya ceritanya cukup memberikan arti; juga penggambaran karakternya pas sekali karena saya pernah mengalami apa yang pernah dialami oleh si karakter, dan tepat seperti itulah yang saya rasakan dulu.
Jadi…. akhirnya buku ini sukses menjadi salah satu buku kesayangan saya di rak karena ceritanya yang ‘luar biasa menyebalkan’.

The Maze Runner - James Dashner


The first book in the New York Times bestselling Maze Runner series—The Maze Runner is a modern classic, perfect for fans of The Hunger Games and Divergent.

When Thomas wakes up in the lift, the only thing he can remember is his first name. His memory is blank. But he’s not alone. When the lift’s doors open, Thomas finds himself surrounded by kids who welcome him to the Glade—a large, open expanse surrounded by stone walls.

Just like Thomas, the Gladers don’t know why or how they got to the Glade. All they know is that every morning the stone doors to the maze that surrounds them have opened. Every night they’ve closed tight. And every thirty days a new boy has been delivered in the lift.

Thomas was expected. But the next day, a girl is sent up—the first girl to ever arrive in the Glade. And more surprising yet is the message she delivers.

Thomas might be more important than he could ever guess. If only he could unlock the dark secrets buried within his mind.

Comments
Keras, mencekam, dan sadis; itu kesan saya setelah membaca buku ini. Buku yang bergenre fantasi ini mengambil sedikit unsur Science Fiction, karena Maze dibangun dengan sistem canggih dengan tujuan tertentu.
Saya merasa ikut-ikutan terkungkung di dalam Maze ketika mengikuti kisah yang ditulis James Dashner ini. Kemampuan penulis dalam menyusun atmosfir kepanikan dan keterkurungan sangat bagus. Sayangnya, dalam beberapa hal, saya cukup kesal dengan cerita ini.
Pertama, saya nggak ngerti untuk apa Maze itu dibuat. Kenapa Teresa satu-satunya gadis yang ada di Maze. Terlalu banyak hal yang belum jelas dalam cerita ini untuk dapat dinikmati. Intinya, saya jengah karena konsepnya belum matang.
Kedua, saya kesulitan memvisualisasikan dunia dan makhluk yang diciptakan James Dashner. Awalnya, saya kira Griever adalah makhluk mirip banteng; tapi lalu kemudian makhluk itu berubah deskripsinya menjadi mirip siput. Saya juga penasaran berapakah tinggi Maze itu, dan bagaimana keadaan gerbang Maze sebenarnya.
Saya senang ketika tahu buku ini akan difilmkan, karena saya ingin mengetahui bagaimana bentuk Kotak dan Gerbang Maze, dan seperti apakah Griever itu.

The Look - Sophia Bennett


Ted doesn't think of herself as glamorous. But her gorgeous sister Ava is. So when it's Ted who spotted by a model agency, at the same time that Ava is diagnosed with cancer, things have clearly gone very wrong. Ted isn't interested in modelling but Ava wants her to give it a try. Just how far will Ted go to please her sister? And what sacrifices will she have to make?

Comments
My first impression: not bad for YA book. I like the romance, even though I think this book could be more fashionable. But when I think back again, this book is not about fashion; the more important thing of this book is the message. Like; don’t be such a cheap model, you should have a principal, love the right guy, and take care of your family. Overall this book was OK, but not my favorite one.

The London Eye Mystery - Siobhan Dowd


Monday, 24 May, 11.32 a.m. Ted and Kat watch their cousin Salim get on board the London Eye. He turns and waves and the pod rises from the ground.

Monday, 24 May, 12.02 p.m. The pod lands and the doors open. People exit in all shapes and sizes – but where is Salim?

Ted and his older sister Kat become sleuthing partners since the police are having no luck. Despite their prickly relationship, they overcome their differences to follow a trail of clues across London in a desperate bid to find their cousin. And ultimately it comes down to Ted, whose brain runs on its own unique operating system, to find the key to the mystery.

In Spring 2009. the Unicorn Theatre adapted The London Eye Mystery for the stage. The story was adapted by Unicorn Artistic Associate Carl Miller, directed by Rosamunde Hutt and performed by the Unicorn ensemble and received a host of rave reviews.

Comments
I have to admit that I thought about the theory about Salim’s disappearance while I read this book. Saya penasaran, dan sama seperti Ted dalam cerita ini, saya punya beberapa teori tentang menghilangnya Salim.
Saya suka karakternya; terutama tentu saja karakter Ted. Ted adalah seseorang anak yang menderita kelainan dimana otaknya dapat bekerja seperti computer. Sayangnya kemampuan ini disertai hilangnya kemampuan Ted dalam menerjemahkan interaksi sosial.
Sudut pandang ‘Aku’ yang merupakan sudut pandang Ted membuat cerita ini jadi menarik. Pembaca akan merasa memasuki kepala Ted yang unik, aneh, dengan masih kekhasan anak kecilnya. Saya suka bagian ini.
Saya itu ngeri kalau membaca cerita dimana tokoh anak kecilnya terancam, itu pula yang saya rasakan ketika Ted dan Kat bertindak sendiri untuk memecahkan misteri ini. Untungnya nggak ada yang terjadi sama mereka, dan ternyata pemecahan masalahnya cukup simpel; bukan sesuatu yang mengerikan. So: saya juga suka endingnya.

The Kite Runner - Khaled Hosseini


The Kite Runner of Khaled Hosseini's deeply moving fiction debut is an illiterate Afghan boy with an uncanny instinct for predicting exactly where a downed kite will land.

Growing up in the city of Kabul in the early 1970s, Hassan was narrator Amir's closest friend even though the loyal 11-year-old with "a face like a Chinese doll" was the son of Amir's father's servant and a member of Afghanistan's despised Hazara minority.

But in 1975, on the day of Kabul's annual kite-fighting tournament, something unspeakable happened between the two boys.

Comments
Buku terfavorit saya di tahun 2013.. Sempet merasa sinis sih, apakah buku ini bisa sebagus yang dibilang orang-orang. Saya pun sering ragu pengen baca buku ini, selain juga karena genrenya yang bukan favorit saya.
Ternyata.....setelah baca buku ini, saya jatuh cinta sama Khaled Hosseini. Apa ya yang bikin buku ini bagus? Ceritanya detail, gaya bahasanya dalem dan apik, bikin penasaran, dan auranya kerasa banget. Karakternya kuat sampai-sampai saya merasa kalau mereka itu nyata. Ceritanya juga dalem banget, tentang konflik persahabatan gitu. Overall, semuanya oke deh. Saya jatuh cinta sama ceritanya, sampai-sampai setelah membaca buku ini, saya masih shock karena kebawa-bawa ceritanya.

The Inheritance of Loss - Kiran Desai


In a crumbling, isolated house at the foot of Mount Kanchenjunga in the Himalayas lives an embittered judge who wants only to retire in peace, when his orphaned granddaughter, Sai, arrives on his doorstep. The judge’s cook watches over her distractedly, for his thoughts are often on his son, Biju, who is hopscotching from one gritty New York restaurant to another. Kiran Desai’s brilliant novel, published to huge acclaim, is a story of joy and despair. Her characters face numerous choices that majestically illuminate the consequences of colonialism as it collides with the modern world.

Comments
Satu lagi buku pemenang Man Booker Prize yang saya baca.
Jujur, saya nggak ngerti sama ceritanya. Terjemahannya, atau kata-katanya nggak masuk akal, kebanyakan hanya dialog-dialog nggak jelas yang susah dimengerti. Saya nggak ngerti kenapa buku ini bisa memenangi Man Booker Prize, namun yang jelas, sulit bagi saya mengikuti alur ceritanya. Saya yakin sebenarnya ceritanya menarik dan dalam, namun saya gagal mencermati hal-hal yang ditulis oleh Kiran Desai.
Yang saya suka dari buku ini adalah latar belakang kebudayaan dan social yang kental, terutama ketika mengisahkan tentang Biju, si anak juru masak yang belajar ke Amerika. Lewat Biju saya mendapat kisah menarik yang cukup jelas bagaimana para pelajar asing di Amerika bersosialisasi.
Kisah cinta antara Said an Gyan tidak cukup mendapat porsi di sini, yang membuat saya heran karena kesan pertama saya sebelum membaca buku ini adalah fokus ceritanya akan seputar kisah Sai dan Gyan. Justru saya tidak mengerti bagian kisah Sai dan Gyan; nggak ngerti sebenernya mereka ini mau ngapain di cerita ini. Overall semuanya abstrak; tidak ada fokus pasti apa yang ingin disampaikan buku ini.
Saya tidak cukup menyukai buku ini, namun saya tertarik membacanya ulang di waktu senggang, sehingga bisa membandingkan pendapat saya ketika saya membacanya untuk yang kedua kali.
Kata-kata favorit saya;
“Orang-orang itu duduk mengaduk kemarahan mereka, mengetahui, sebagaimana semua orang lain di nergara ini, pada waktunya masing-masing, bahwa kebencian lama bisa dibangkitkan tanpa batas. Dan ketika mereka menggalinya dari kubur, mereka mendapati kebencian itu murni, jauh lebih murni daripada sebelumnya, karena duka cita masa lalu sudah hilang. Hanya tinggal kemarahan yang tertinggal, tersaring, terbebaskan.”
“India terlalu kacau untuk keadilan, keadilan hanya akan berakhir dengan penghinaan bagi pihak berwenang. Dia telah melaksanakan kewajibannya seperti kewajiban warga Negara lainnya untuk melaporkan masalah pada polisi, dan sekarang itu bukan lagi tanggung jawabnya. Beri sedikit saja pada orang-orang ini dan setelah itu, kita akan mendapati diri menyokong seisi keluarga selamanya,…”

The House of The Spirits - Isabel Allende


In one of the most important and beloved Latin American works of the twentieth century, Isabel Allende weaves a luminous tapestry of three generations of the Trueba family, revealing both triumphs and tragedies. Here is patriarch Esteban, whose wild desires and political machinations are tempered only by his love for his ethereal wife, Clara, a woman touched by an otherworldly hand. Their daughter, Blanca, whose forbidden love for a man Esteban has deemed unworthy infuriates her father, yet will produce his greatest joy: his granddaughter Alba, a beautiful, ambitious girl who will lead the family and their country into a revolutionary future.

The House of the Spirits is an enthralling saga that spans decades and lives, twining the personal and the political into an epic novel of love, magic, and fate.

Comments
Kisah klasik yang elegan dan penuh intrik.
Kehidupan Esteban Trueba yang rumit menjadi daya tarik cerita ini. Penulis dapat merangkai kehidupan Esteban Trueba yang keras dan hubungannya pada ketiga wanita Trueba lainnya.
Issabel Allende pandai mengisahkan kisah yang kelam dan sarat pergolakan dengan detail. The House of The Spirits mencampurkan unsur dunia magis, politik, dan konflik keluarga ke dalam kisah yang indah.
Kisah yang luar biasa, meskipun bukan genre favorit saya.

The Chocolate Thief - Laura Florand


The Parisian sorcerer of artisan chocolate, handsome Frenchman Sylvain Marquis, and the American empress of chocolate bars, Cade Corey, play a decadent game of seduction and subterfuge that causes them both to melt with desire. Original.

Comments
“Sylvain Marquis tahu apa yang paling diinginkan wanita. Ya, cokelat. Dan, sepanjang hidupnya, ia telah mempelajari segala sesuatu tentang panganan lezat yang dicintai wanita ini”

Pertama kali tertarik sama buku ini karena covernya yang eye-catching dengan menara paris yang elegant. Setting cerita ini memang di Paris, menambah keromantisan ceritanya.
Saya sukaaa banget sama ceritanya. Seorang pengrajin cokelat ternama jatuh cinta dengan seorang wanita pemilik perusahaan cokelat terbesar di Amerika dengan latar belakang suasana Paris yang elegant, nah kurang romantis apa, coba?
Tapi sayangnya, meskipun saya menikmati alurnya, tokoh yang diciptakan Laura Florand kurang loveable sehingga saya tidak bisa terlalu larut dalam ceritanya. Cade Corey sih oke, tapi Sylvain Marquis agak jelas karakternya. Di satu sisi dia itu misterius, tapi di beberapa adegan, aura kemisteriusan tersebut hilang.
Overall kesan yang saya tangkap setelah membaca buku ini adalah buku ini merupakan sebuah kisah cinta yang dibalut dengan kelembutan cokelat dan ke-elegant-an kota Paris.
Kalimat favorit saya;
“Dinding yang ada di belakang kepala Sylvain terlihat seolah seseorang pernah mencoba membuat lukisan pemandangan di situ, sekitar sepuluh tahun lalu, dan perhatiannya teralihkan ketika sedang berusaha menggambar kaki pertama dari Menara Eiffel dan tidak pernah kembali untuk menyelesaikannya.” (halaman 312)


The Tale of Despereaux - Kate DiCamillo


"Forgiveness, light, love, and soup. These essential ingredients combine into a tale that is as soul-stirring as it is delicious." — BOOKLIST (starred review)

Welcome to the story of Despereaux Tilling, a mouse who is in love with music, stories, and a princess named Pea. It is also the story of a rat called Roscuro, who lives in the darkness and covets a world filled with light. And it is the story of Miggery Sow, a slow-witted serving girl who harbors a simple, impossible wish. These three characters are about to embark on a journey that will lead them down into a horrible dungeon, up into a glittering castle, and, ultimately, into each other's lives. What happens then? As Kate DiCamillo would say: Reader, it is your destiny to find out.

From the master storyteller who brought us BECAUSE OF WINN-DIXIE comes another classic, a fairy tale full of quirky, unforgettable characters, with twenty-four stunning black-and-white illustrations by Timothy Basil Ering. This paperback edition pays tribute to the book's classicdesign, featuring a rough front and elegant gold stamping.

Comments
Ceritanya lucu & unik, khas anak-anak, tapi juga ada sisi gelapnya. Saya suka sama Desperaux, karena karakternya digambarkan oleh penulis itu unik, different. Ceritanya sendiri agak klasik, seekor tikus yang jatuh cinta sama seorang putri dan akhirnya mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan sang putri.

Silver Linings Playbook - Matthew Quick


A HEARTWARMING DEBUT NOVEL, NOW A MAJOR MOTION PICTURE!

Meet Pat. Pat has a theory: his life is a movie produced by God. And his God-given mission is to become physically fit and emotionally literate, whereupon God will ensure a happy ending for him -- the return of his estranged wife Nikki. (It might not come as a surprise to learn that Pat has spent time in a mental health facility.) The problem is, Pat's now home, and everything feels off. No one will talk to him about Nikki; his beloved Philadelphia Eagles keep losing; he's being pursued by the deeply odd Tiffany; his new therapist seems to recommend adultery as a form of therapy. Plus, he's being hunted by Kenny G!

In this enchanting novel, Matthew Quick takes us inside Pat's mind, showing us the world from his distorted yet endearing perspective. As the award-winning novelist Justin Cronin put it: "Tender, soulful, hilarious, and true, The Silver Linings Playbook is a wonderful debut."

Comments
Well, saya penasaran sama buku ini setelah filmnya yang diperanin Jennifer Lawrence menang Oscar.
Saya lebih suka bukunya daripada filmnya. Kenapa ya...mungkin karena di bukunya, Tiffany itu lebih nyata, lebih waras daripada di filmnya. Bukunya sendiri lebih center tentang Pat (karena emang ngambil sudut pandang Pat) sehingga Tiffany itu nggak terlalu ditonjolkan, terutama di beberapa halaman awal.
Yang saya suka adalah keterusterangan Pat dalam memandang hidup. Pat itu sosok yang unik, yang membuat saya lebih suka Pat dalam buku daripada Pat di dalam film.

Redfang - Fachrul R.U.N.


Delapan tahun silam, Cassius Redfang menghabisi adiknya demi menyandang gelar warisan sang ayah. Sekarang, dipandu mimpi ganjil istrinya, Cassius menemukan fakta mengejutkan, sang adik telah kembali mewujud di dunia. Dilanda kebingungan, Cassius mulai mencoba menyingkap teka-teki di balik kebangkitan adiknya. Mukjizat para Vanadis-kah? Tipuan? Ataukah.... orang itu justru berhubungan dengan hawa gelap yang menyeruak perlahan di negeri Blackmoon? Segalanya serba gelap...

Comments
Suka banget sama ceritanya. I was being underestimate this book; thinking that Indonesian fantasy book would not be good enough. But actually I really couldn’t stop turning the page since the story was so adventurous.
Pertama, konfliknya jelas, sejelas matahari terbit. Rumit, tapi tidak terlalu rumit dan mudah diikuti. Saya suka karena tulisan Fachrul ini memberikan efek yang pas; suasana-suasana kerajaan yang dirundung masalah konflik keluarga. Ditambah lagi, entah kenapa saya merasa kalau karakter yang dibangun penulis itu keren dan elegan.
Banyak adegan kekerasan dalam cerita ini; which is not a problem for me. Have I say that I like the illustrations? It fits the story, and makes me imagine the whole scene easily.
Hal lain yang membuat saya menyukai buku ini adalah karakternya yang kuat emosinya. Saya bisa ngerasain kegilaannya Cassius. Terutama saya suka endingnya yang makin seru. Nggak heran kalau buku ini memiliki rating yang amat bagus di Goodreads.
Overall, buku ini recommended banget untuk genre fantasi, dan nggak kalah jika disandingkan sama beberapa karya fantasi terjemahan.

Out - Natsuo Kirino


Negligible to moderate cover wear and tear. Pages intact, unmarked.

Comments
Wow. Ini yang saya rasakan ketika selesai membaca buku ini. Wow banget.
Buku ini menawarkan sesuatu yang kelam, dark, dengan sisi psikologis yang kelam pula. Dengan banyak unsure gore. Tau gore? Gore kurang-lebih adalah adegan yang banyak menimbulkan efek darah dan sadis.
Meskipun termasuk bacaan yang cukup tebal, buku ini sama sekali tidak membosankan dibaca. Pembaca akan dibawa ke ruang tergelap para wanita paruh baya dengan kesulitan ekonomi mereka dan keadaan rumah tangga yang kacau. Penggambaran konflik dan misteri yang detail menjadi page turner dalam buku ini.
Saya merekomendasikan buku ini untuk para pembaca yang menyukai thriller gore asal Jepang, terutama yang sudah dewasa karena buku ini mengandung unsur dewasa.

One Day - David Nicholls


Emma and Dexter meet for the first time on the night of their graduation. Tomorrow they must go their separate ways. So where will they be on this one day next year? And the year after that? And every year that follows?

Twenty years, two people, ONE DAY.

Comments
Kisah cinta yang panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. Gimana nggak panjang, kisah selama dua puluh tahun terangkum semua dalam buku ini dalam satu hari tiap tahunnya. Ya, saya nggak nyangka kalau buku ini benar-benar menceritakan One Day, satu hari pada setiap tahun di setiap bagiannya.
Tapi saya kecewa karena sebenarnya, hal-hal yang diceritakan tidak pas tentang satu hari itu. Ada bab-bab (pada akhir halaman) yang menceritakan hari setelah atau sebelum Satu Hari tersebut, sehingga menurut saya judul One Day kehilangan esensialnya.
Yang saya suka dari buku ini adalah buku ini memberikan banyak emosi. Cerita selama dua puluh tahun, tentu saja ada gembira, sedih, getir, kepolosan, kedewasaan, kemarahan, semuanya ada deh dalam cerita Dexter dan Emma. Dan saya sebagai pembaca ikut merasakan semua.
Yang uniknya lagi dari buku ini, saya jadi ikut berfikir kalau hidup ini pasti berubah. Mencermati dan menikmati kisah kehidupan Emma dan Dexter, dan melihat kehidupan mereka silih berganti; saat-saat Dexter pada masa mudanya yang bebas dan bahagia keliling dunia, lalu mulai kesulitan dalam menentukan pekerjaan dan kehidupan, lalu menikah, jatuh, bangun, dst, juga Emma yang masih naïf, mencintai sepenuh hati, lalu tinggal bersama Ian, sampai pada akhir cerita saya bingung sendiri karena tau-tau Ian sudah pergi dari hidup Emma. Jadi semuanya begitu cepat dan berubah seiring waktu; itu yang membuat saya menyukai buku ini.
Overall, bukan merupakan salah satu favorit atau pujaan saya, tapi buku ini layak sekali dibaca karena kisahnya yang unik dan apa adanya.

Middle School: The Worst Years of My Life - James Patterson


Rafe Khatchadorian has enough problems at home without throwing his first year of middle school into the mix. Luckily, he's got an ace plan for the best year ever, if only he can pull it off: With his best friend Leonardo the Silent awarding him points, Rafe tries to break every rule in his school's oppressive Code of Conduct. Chewing gum in class-5,000 points! Running in the hallway-10,000 points! Pulling the fire alarm-50,000 points! But when Rafe's game starts to catch up with him, he'll have to decide if winning is all that matters, or if he's finally ready to face the rules, bullies, and truths he's been avoiding.

Blockbuster author James Patterson delivers a genuinely hilarious-and surprisingly poignant-story of a wildly imaginative, one-of-kind kid that you won't soon forget.

Comments
SAYA SUKA BANGET SAMA BUKU INI. Serius. Ceritanya lucu, kocak, konyol abis, dan dengan kombinasi ilustrasi yang bagus, buku ini bener-bener keren banget jadinya. Karakter Rafe kuat dan ‘nggak biasa’, dan ceritanya pun sebenarnya ada unsur hikmahnya juga, jadi ngga semuanya full kekonyolan seperti buku Diary of A Wimpy Kid, misalnya.
Yang membuat saya terkesima (selain gambar dan ceritanya) adalah plotnya yang begitu runut dan berwarna; meskipun saya bisa menyelesaikan buku ini dalam waktu kurang dari tiga jam, saya mendapat banyak cerita dari Rafe. Tentang Bear, tentang Jeanne, tentang Miller The Killer, tentang Wanita Naga, juga tentang Leo. Definitely I’m in love with Rafe’s story and I REALLY want to read the next book.

Mendua - Indah Hanaco


Ada apa denganmu?

Sebut saja ini intuisi perempuan, tetapi aku memang merasa kau tak benar-benar jujur kepadaku. Setiap kali aku berusaha menatap langsung ke matamu, berusaha membaca isi hatimu, kau malah menjauh dariku. Berpaling.

Kau selalu berusaha meyakinkan, "Tak ada masalah dalam hubungan kita." Lalu, kau memelukku erat, tetapi tak ada kehangatan di sana. Bahkan, aku mulai merasa tak ada lagi cinta untukku di sana, di hatimu.

Kau ada, sekaligus tiada.

Kenapa kita harus seperti ini, bermain-main dengan kejujuran? Atau, seperti inikah aturan main percintaan kita-kau akan terus-menerus membuatku bertanya-tanya tentang seberapa dalamnya perasaanmu kepadaku?

Comments
Menurut saya ceritanya bagus, tapi sayangnya gak terlalu berkesan. Ceritanya tentang seorang karyawati bank yang diselingkuhin. Yang saya suka disini adalah pekerjaan karakternya di bank yang menurut saya menarik, setting dan nuansa di kantor bank itu sendiri.
Saya nggak begitu suka sama karakter utamanya, saya lebih suka sama karakter pendukungnya yang menurut saya lebih menarik dan membuat cerita lebih berwarna.

Matched - Ally Condie


Cassia has always trusted the Society to make the right choices for her: what to read, what to watch, what to believe. So when Xander's face appears on-screen at her Matching ceremony, Cassia knows with complete certainty that he is her ideal mate... until she sees Ky Markham's face flash for an instant before the screen fades to black.

The Society tells her it's a glitch, a rare malfunction, and that she should focus on the happy life she's destined to lead with Xander. But Cassia can't stop thinking about Ky, and as they slowly fall in love, Cassia begins to doubt the Society's infallibility and is faced with an impossible choice: between Xander and Ky, between the only life she's known and a path that no one else has dared to follow.

Comments
Cassia Maria Reyes hidup dalam sebuah dunia dimana perlawanan terhadap Pemerintah dilarang, dan yang berhak menentukan siapa yang menikah denganmu adalah Komite.
Seharusnya cerita ini menjadi sebuah cerita cinta segitiga, namun sedikitnya peran Xander dalam cerita ini membuatnya menjadi sebuah cerita cinta yang terlarang antara Cassia dan Ky. Saya suka sama Ky; dia itu tipe-tipe cowok pemberontak yang keren, yang punya karakter sendiri. Namun kehadiran Xander yang lembut dan mengenal Cassia sejak kecil juga so sweet buat saya.
Dunia dystopia yang diciptakan Ally Condie dalam Matched ini merupakan dunia modern yang segalanya menggunakan teknologi canggih; tidak ada alat-alat menulis, namun juga dibatasi; tidak ada puisi dan lagu yang berkembang, hanya sebatas yang telah dipilih dan diizinkan oleh Pemerintah atau Komite untuk disebarluaskan. Selain itu, segalanya adalah terlarang dan melanggar aturan.
Meskipun saya suka sama buku ini karena genrenya, buku ini tidak terlalu berkesan buat saya. Tidak ada adegan, dialog, atau hal kecil yang saya favoritkan, juga tidak ada suatu hal yang mengganggu saya. Overall saya cukup nyaman membacanya.
“Sekarang setelah aku mengetahui caranya terbang, ke arah mana aku haris menembus malam? Sayapku bukan berwarna putih atau berbulu; melainkan hijau, terbuat dari sutra hijau, yang bergetar diterpa angin dan melengkung ketika aku bergerak—pertama dalam bentuk melingkar, kemudian garis, dan akhirnya dalam bentuk temuanku sendiri.”

Kucing Melulu & Cerita Cinta (me)Lulu - Widya Octavia


Bodoh! Kenapa aku ngaku-ngaku miara kucing persia di depan Gilang yang cute itu, sih? Tapi, mana aku nyangka kalau dia beneran mau liat “kucing persia imajiner”-ku itu. Arrrhgh… aku bingung. Seumur hidup, aku belum pernah miara kucing, apalagi kucing persia!

Trus, aku harus gimana? Aku enggak mau Gilang ilfil gara-gara tau aku boong. Tapi, aku harus beli kucing persia di mana? Mana mahal lagi, belum lagi ngerawatnya. Di kosan pula. Gimana cara mandiinnya? Bersihin eeknya? Arggghhh! Tapi, aku HARUS miara kucing persia!

Reya dan Nino, nganggap aku berlebihan. Nino malah bilang aku terobsesi sama Gilang. Dih, cowok tau apa tentang cewek yang lagi jatuh cinta? Tapi, aku juga enggak tau apa-apa tentang kucing persia!

Comments
Tipikal kisah cinta yang biasa antara dua orang remaja. Tokohnya diceritakan sudah kuliah dan suka sama kucing.
Saya suka sama settingnya, yang menurut saya berasa anak kuliahan banget. Kalau nggak salah settingnya di Depok. Saya jadi bisa ngerasain feelnya kota Depok yang punya banyak kos-kosan mahasiswa dan banyak tongkrongan kuliner anak muda.
Sayangnya, banyak typo di buku ini, membuat buku ini menjadi tebal karena banyak post-it yang saya tempelkan untuk menandai kata yang salah.

Keeper of Reign - Emma Wright


Sixteen year old Jules Blaze, heir of a Keeper, suspects his family hides a forgotten secret. It's bad enough that his people, the Elfies of Reign, triggered a curse which reduced the entire inhabitants to a mere inch centuries ago. All because of one Keeper who failed his purpose. Even the King's Books, penned with the Majesty's own blood, did not help ward off this anathema. Now, Gehzurolle, the evil lord, and his armies of Scorpents, seem bent on destroying Jules and his family. Why? Gehzurolle's agents hunt for Jules as he journeys into enemy land to find the truth. Truth that could save him and his family, and possibly even reverse the age-long curse. Provided Jules doesn't get himself killed first.

Comments
Saya suka sama konsep ceritanya, tentang sebuah buku antik penuh misteri yang dijaga oleh sebuah keluarga. Aura petualangannya bener-bener kerasa di buku ini, juga excitingnya. Yang menarik adalah para tokohnya ini banyak banget, terutama tokoh pendukungnya. Overall saya suka sama ceritanya, meskipun gak terlalu membekas di hati saya.

Jason & Kyra - Dana Davidson


Jason is a basketball star and one of the most popular guys in school. Brainy Kyra isn't, but she doesn't much care what other people think. Under normal circumstances, Jason and Kyra would live in their separate worlds until graduation. But fate intervenes, and the unlikely duo is paired up for a class project. Although preconceived notions abound on both sides, Kyra soon realizes that Jason is not the dumb jock she anticipated. And Jason finds himself telling Kyra things he can't even tell his best friend. As the two become close and eventually start to fall in love, no one in school can believe it, especially Jason's ex-girlfriend, who is determined to get him back. Being together means navigating the obstacles that are coming their way-but staying apart may be impossible. Dana Davidson is a high school teacher who was the 2001 winner of the Newsweek WDIV Outstanding Teacher Award. This is her first book for young adults.

Comments
Yang saya suka dari buku ini adalah bahasa Inggrisnya mudah sekali untuk dimengerti.
Sesuai dengan sinopsisnya, buku ini bercerita tentang Jason & Kyra, pelajar Sekolah Menengah Atas yang berasal dari dua strata sosial yang berbeda di sekolah. Keduanya dipertemukan lewat sebuah tugas di kelas. Dari situ, Jason yang kehidupan rumahnya berantakan karena ayahnya nggak peduli sama dia, jatuh cinta sama Kyra.
Saya nggak suka banget sama Kyra, terutama sama kisah cinta dua orang ini. Menurut saya terlalu klise, seperti adegan dimana Jason cerita sama Kyra tentang ayahnya yang suka pergi sama pacar barunya, dan ibunya yang sudah meninggal; Kyra digambarkan sebagai orang yang benar-benar bersimpati sama Jason. Dan itu yang ngebuat saya jengkel. Klise banget nggak sih, cerita cinta cowok yang jatuh cinta sama cewek yang dikiranya ‘paling ngerti perasaannya’ atau ‘mau ngedengerin dia’.
Too cliché.


Suitcase of Stars (Enchanted Emporium #1) - P.D. Baccalario


Have you heard of Cinderella’s glass slipper? What about Sinbad the Sailor’s Flying Carpet? In this world, there are many magical items—but only one place where they’re safe: the Enchanted Emporium. For centuries, seven families have competed for ownership of the Emporium—and some of them are willing to do whatever it takes to get their hands on the powerful items housed within. Only Aiby Lily and her friend Finley have what it takes to stop the Emporium from falling into the wrong hands.

Comments
Saya suka sama bagian awal buku ini. Rasanya ringan, dan saya excited banget menunggu keseruan yang biasa kita dapatkan kalau sedang membaca buku anak-anak. Tau kan; seru yang konyol, sedikit lugu, dan kesannya cerah.
Saya suka karena Enchanted Emporium menampilkan beberapa barang-barang magic yang unik, dengan disertai gambar dan keterangannya di akhir bab. Sayangnya, ini cuma ada di beberapa bab awal buku ini. Setelah melalui setengah buku, ilustrasinya cenderung hilang. Well, saya sedikit kecewa.
Ceritanya juga berubah serius dan sedikit dark di pertengahan cerita, *sigh*. But overall, masih bisa ditunjukkan untuk anak-anak usia 6-12 tahun.
P.D. Baccalario adalah seorang penulis anak-anak yang bukunya cukup sering dikenal, dan beberapa kali diterjemahkan oleh penerbit Gramedia. Enchanted Emporium adalah sekuel pertama dari serial anak-anak terbarunya yang akan diterbitkan pada tahun 2014.

Don't Die My Love - Lurlene McDaniel


Julie Ellis and Luke Muldenhower have always been school sweethearts. Now both are in high school and deeply in love. Luke, a talented football player, is almost certain to receive an athletic scholarship to a top college. And no matter what her parents say, wherever Luke goes, Julie intends to follow. When Luke can't shake what he thinks is a virus, Julie persuades him to see a doctor. Luke's test results are alarming, but Julie believes their love is stronger than anything. Can love survive, now and forever?

Comments
ADUH. Saya nggak suka banget sama buku ini. Saya berharap buku ini akan istimewa, tapi kenyataannya jelas-jelas mengecewakan. Kenapa?
1. Saya nggak suka sama karakternya. Julie itu menurut saya orangnya egois banget; tipe-tipe perempuan yang pikirannya cuma cinta, cinta, dan cinta. Buktinya dia ga mikirin perkataan ibunya sama sekali dan malah berani menentang ibunya. Saya nggak suka tipe cewe kayak begini.
2. Kisah cinta Luke dan Julie itu terlalu banyak gombalnya. Bener-bener ngga realistis dan terlalu romantis. Tapi ini juga romantisnya itu romantis yang biasa aja; nggak istimewa, dan malah cenderung kampungan. Begitu mudahnya mereka berdua mengobral cinta.
Yang saya suka dari buku ini adalah kehadiran Paman Luke & pacarnya; Steve dan Diandra. Mereka berdua member warna baru bagi buku ini. Atau sepertinya, saya emang nggak suka cerita yang suram, sok dramatis dan romantis, dan kekanakan kayak ceritanya Luke & Julie.

Dongeng Semusim - Sefryana Khairil


Saat Nabil dan Sarah masih 'sayang' dan 'cinta', semuanya berjalan begitu indah.

Ternyata, hidup menikah tidak semudah kelihatannya. Pernikahan membawa Sarah melihat sisi lain dari diri mereka berdua. Entah ke mana hilangnya Nabil Si Pelindung yang penuh kasih sayang itu. Lelaki yang sanggup membuat Sarah berpindah keyakinan demi bisa bersama hingga akhir usia. Entah lenyap ke mana kepribadian Nabil yang membuat Sarah yakin dia lah lelaki yang layak menjadi pemimpin bagi dirinya dan ayah dari anak-anaknya.

Sarah merasa diri mereka yang baru ini tak terlihat seperti dua orang yang saling mencintai. Mereka saling menyalahkan, saling menyakiti. Mereka seumpama dua orang asing yang berada di bawah satu atap. Dan perlahan, mereka bergerak ke arah yang berlawanan.

'Sayang' dan 'cinta' tak pernah cukup untuk mempertahankan pernikahan. Lalu, bagaimana caranya mempertahankan pernikahan yang seperti ini?

Comments
Saya sering banget denger nama Sefryana Khairil, dan novel yang paling saya kenal dari beliau itu Sweet Nothings. Penasaran sama bukunya yang itu, tapi yang kebeli duluan adalah Dongeng Semusim ini.Beberapa halaman sampai pertengahan cerita, nothing special. I admit that I dont really like Indonesian romance, tapi bahkan saya pun masih bisa suka sama beberapa penulis roman Indonesia yang lain. So, menurut saya Dongeng Semusim ini masih dibawah ekspektasi saya.
Yang saya kagum dari buku ini adalah, penulis masih sempat memasukkan unsur agama ke dalamnya. Saya kagum sekali sama mbak Sefryana karena masih mau memikirkan dan memasukkan unsur keagamaan di sebuah novel roman yang targetnya adalah remaja atau wanita muda.

Botchan - Natsume Soseki

Like The Catcher in the Rye or The Adventures of Huckleberry Finn, Botchan, a hilarious tale about a young man's rebellion against "the system" in a country school, is a classic of its kind. Among Japanese readers both young and old it has enjoyed a timeless popularity, making it, according to Donald Keene, "probably the most widely read novel in modern Japan."

The setting is Japan's deep south, where the author himself spent some time teaching English in a boys' school. Into this conservative world, with its social proprieties and established pecking order, breezes Botchan, down from the big city, with scant respect for either his elders or his noisy young charges; and the result is a chain of collisions large and small.

Much of the story seems to occur in summer, against the drone of cicadas, and in many ways this is a summer book light, funny, never slow-moving. Here, in a lively new translation much better suited to Western tastes than any of its forebears, Botchan's homespun appeal is all the more apparent, and even those who have never been near the sunlit island on which these calamitous episodes take place should find in it uninterrupted entertainment.

Comments
Selesai membaca buku ini dalam waktu kurang dari satu hari. Overall cerita Botchan menarik banget untuk dibaca, banyak sesuatu yang seru & lucu didalamnya; plus juga kegetiran. Semua karakternya sangat kuat digambarkan, dan satu-satunya hal yang paling saya nggak suka dari buku ini adalah halamannya yang kurang banyak.
Meskipun dari judulnya sekilas cerita ini seperti mengisahkan seorang anak kecil, inti ceritanya sendiri adalah seorang anak muda yang memiliki karakter lain daripada yang lain; keras, jujur, dan pintar dalam menghadapi keculasan disekelilingnya. Tak heran kalau cerita ini menjadi yang paling banyak dibaca di Jepang.

Bliss (The Bliss Bakery #1) - Kathryn Littlewood

Rosemary Bliss’s family has a secret. It’s the Bliss Cookery Booke—an ancient, leather-bound volume of enchanted recipes like Stone Sleep Snickerdoodles and Singing Gingersnaps. Rose and her siblings are supposed to keep the Cookery Booke under lock and whisk-shaped key while their parents are out of town, but then a mysterious stranger shows up. “Aunt” Lily rides a motorcycle, wears purple sequins, and whips up exotic (but delicious) dishes for dinner. Soon boring, nonmagical recipes feel like life before Aunt Lily—a lot less fun.

So Rose and her siblings experi-ment with just a couple of recipes from the forbidden Cookery Booke.

A few Love Muffins and a few dozen Cookies of Truth couldn’t cause too much trouble . . . could they?

Kathryn Littlewood’s culinary caper blends rich emotional flavor with truly magical wit, yielding one heaping portion of hilarious family adventure.

Comments
Ceritanya semanis cokelat. Saya suka sama dunia yang manis ini, sayangnya plotnya cukup bisa ditebak. Setelah beberapa bab pertama, dengan resep yang diulang-ulang dan cerita yang kurang lebih sama, saya merasa boring.
But overall, buku ini recommended banget untuk yang suka fiksi fantasi ringan dengan bumbu-bumbu semanis gula.

Three Weddings and Jane Austen - Prima Santika


Tak ada yang lebih membahagiakan seorang ibu daripada melihat anak gadisnya menikah dengan pria baik yang dicintainya.

Seperti memiliki pajangan kristal yang indah dan sangat mahal, memiliki anak gadis dewasa yang belum menikah rasanya selalu dalam kebimbangan. Kalau dipajang, takut dicuri orang. Tapi kalau hanya disimpan, takut tak ada yang tahu. Dan jangan sampai pecah atau hilang, karena kebahagiaan hakiki seorang wanita setelah menjadi ibu adalah menjadi nenek bagi para cucunya.

Ibu Sri memiliki tiga gadis yang belum juga menikah di usia matang mereka. Emma 35 tahun, Meri 30 tahun, dan Lisa 29 tahun. Dia sangat menyukai novel-novel karya Jane Austen dan berpendapat semua masalah percintaan anak-anaknya dapat mengambil suri tauladan yang tersirat dalam novel-novel itu. Namun seperti nasib kebanyakan gadis lajang, cinta tak selalu bersatu dan jodoh tak ada yang tahu. Kini Ibu Sri tak bisa hanya menasihati. Dia harus melakukan sesuatu untuk menolong gadis-gadisnya. Mereka harus melalui derita penyesalan, memaknai kejadian, mengubah keyakinan, dan mengikhlaskan harapan, berharap bahagia akan muncul dalam bentuk pernikahan. Dan buku Jane Austen pun hadir memperlancar proses pendewasaan.

Comments
Suka sama buku ini... Satu-satunya buku metropop yang saya favoritkan. Buku ini beda aja dari metropop lain yang saya baca, yang kebanyakan isinya tuh brainlesss.
Di buku karya Prima Santika ini, kisah cinta kakak beradik perempuannya detail dan mendalam banget. Saya suka bagaimana kisah mereka itu gak berlebihan, tapi juga bisa serius dan melankolis. Setiap cerita mereka bisa diambil hikmahnya, itulah yang saya suka. Jadi ceritanya ada maknanya gitu ga sekedar hedonisme.
Saya agak jengah awalnya karena penulis banyak memakai quote Jane Austen, tapi hal itu malah membuat saya pengen baca buku-bukunya Jane Austen.
Overall saya kagum karena penulisnya laki-laki, karena tokoh dalam buku ini semuanya perempuan hebat.

Wishful Wednesday {6}

Saatnya wishful wednesday!
Di minggu ini, saya pengen masukin buku ini ke dalam daftar wajib punya:





Sinopsis: Koleksi cerpen yang brilian dari Stephen King. Siapa selain Stephen King yang bisa mengubah toilet portabel menjadi kanal kelahiran berlendir, atau bar pinggir jalan menjadi tempat untuk cinta abadi? Seorang penjual buku yang marah mengangkut seorang pembonceng bisu, tanpa menyadari bahwa pria itu mendengar semua ocehannya dengan sangat jelas. Atau rutinitas olahraga dengan sepeda stasioner, yang dimulai untuk mengurangi kolesterol, bisa membawa pengendaranya pada perjalanan yang memikat sekaligus mengerikan. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Just After Sunset––sebut saja senja, atau petang, adalah waktu ketika hubungan antar manusia mengambil bentuk yang tidak wajar, ketika segalanya tidak seperti yang terlihat, ketika imajinasi mulai meraih bayang-bayang yang menghilang menjadi kegelapan, dan siang hari yang terang bisa terusir pergi dari dirimu. Ini waktu yang sempurna bagi Stephen King.

Pengen buku ini simply karena....ini buku terjemahan terbarunya Stephen King! Yaay! :D
Link buku ini bisa dibeli.. BukaBuku.com


Mau ikutan Wishful Wednesday?

Caranya gampang seperti biasa:

1. Buat posting Wishful Wednesday di blog-mu – (yep, it’s only for blogger this time, sorry guys!). Tapi nggak harus blog buku kok, yang penting blog-mu masih aktif. Jangan lupa cantumkan button Wishful Wednesday dalam postinganmu (bisa di-copy dari postingan ini). Posting diterbitkan di blog masing-masing hari Rabu, 25 Desember 2013, bertepatan dengan Wishful Wednesday [90] di blog ini.

2. Isi postingan adalah tentang buku yang sedang menjadi wish-mu saat ini (boleh lebih dari satu buku), beserta alasan kenapa kamu ngebet banget pengen punya buku tersebut. Tampilkan juga gambar cover buku incaranmu ya!

3. Syarat buku inceran: Buku boleh berbahasa Indonesia maupun Inggris, tapi harga maksimalnya (setelah harga diskon dan total di luar ongkir) adalah IDR 100,000 atau USD 10. Dalam postingan tersebut, kamu wajib mencantumkan link tempat buku ini bisa dibeli online (contoh toko buku online lokal: Bukukita.com, Bukabuku.com, Inibuku.com). Untuk buku berbahasa Inggris, hanya dapat mencantumkan link bookdepository.com (free ongkos kirim ke Indonesia), atau opentrolley.co.id. Pastikan buku incaranmu masih tersedia stoknya, dan bukan merupakan buku yang sudah tidak diterbitkan (out of stock/out of print).

4. Setelah posting, kamu wajib memasukkan link postinganmu ke Mr.Linky yang ada di bagian bawah postingan di perpuskecil.wordpress.com. DUA orang (yep, dua lho!) pemenang akan dipilih menggunakan random.org berdasarkan nomor urutannya di Mr. Linky. Setiap blog hanya boleh membuat satu postingan dan memasukkan satu link ke Mr. Linky.

5. Giveaway ini hanya diadakan dalam SATU HARI saja, yaitu Rabu, 25 Desember 2013. Link postingan di Mr. Linky dapat disubmit mulai pukul 09.00 WIB (saat Wishful Wednesday [90] terbit) dan link terakhir ditunggu hingga pukul 23.59 WIB. Peserta yang sudah posting tapi tidak memasukkan link-nya ke Mr. Linky hingga batas waktu yang ditentukan, dianggap GUGUR.

6. Pemenang akan diumumkan hari Senin, 30 Desember 2013 pk. 10.00 WIB melalui blog ini. Pemenang diberikan waktu 2×24 jam untuk konfirmasi melalui email ke astridfelicia@hotmail.com. Bila lebih dari waktu tersebut belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lainnya. Pemenang harus memiliki alamat kirim di Indonesia.


7. Bila buku yang menjadi wishlist sudah tidak dicetak lagi, atau tidak bisa ditemukan di website yang sudah dicantumkan, maka pemenang diberi kesempatan satu kali lagi untuk memilih buku lainnya.

Monday, December 16, 2013

[Book Review] Cheer Boy!! by Asai Ryo


Cheer Boy!! by Asai Ryo

Publisher: Haru
Release Date: November 2013
Format: Paperback, 428 pages
Genre: J-Pop, J-Lit


Cheerleader…. Biasanya cewek yang melakukannya, kan?”
Haruki cedera. Cowok itu menggunakan cederanya sebagai alasan untuk berhenti dari Judo karena menyadari batas kemampuannya. Padahal Haruki lahir dalam keluarga pejudo dan kakak perempuannya selalu jadi pemenang dalam setiap kejuaraan Judo.
Kazuma, teman sepermainan Haruki tiba-tiba ikut berhenti Judo dan menyarankan hal gila. Mereka akan membentuk tim cheerleading cowok!! Padahal, olah raga itu kan olah raga cewek!
Tapi, saat anggota berhasil mereka kumpulkan, ternyata mereka adalah cowok-cowok
dengan masalah masing-masing.
Saat masalah itu saling berbenturan, akankah cheerleading bisa membuat mereka tetap bersatu? Akankah cheerleading bisa menyelesaikan semua masalah?


Mizoguchi. Kazuma. Ichiro. Haruki. Ton. Sho. Gen.
Bertujuh, mereka sama-sama berjuang untuk menghidupkan sebuah grup cheerleader laki-laki yang kemudian dinamakan Breakers. Sifat mereka yang berlainan sesuai dengan karakter uniknya masing-masing menambah kesegaran cerita.
Mizoguchi yang ‘cool’, kuat minum, serta punya banyak uang dan persediaan kata-kata mutiara. Kazuma si pioneer, yang pikirannya selalu positif dan berusaha keras untuk memajukan Breakers lewat perekrutan anggota. Ichiro yang serba bisa namun suka berkata seenaknya. Haruki yang diam-diam selalu memperhatikan para anggota yang lain. Ton yang banyak makan dan terus melatih dirinya untuk menyamai kemampuan teman-temannya. Sho yang memiliki tragedi masa lalu dan berusaha untuk tidak melarikan diri. Dan Gen yang sebenarnya kagum sekali pada Ichiro, dan memutuskan akan selalu bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan Ichiro.
Grup yang awalnya cuma tujuh orang itu berkembang menjadi enam belas, dan dari panggung festival kampus mereka melaju ke Kompetisi Nasional. Dibayangi kesuksesan DREAMS dan SPARKS, dua tim cheerleader paling ngetop saat ini, BREAKERS memberikan sesuatu yang berbeda pada olahraga cheerleading, olahraga dimana mereka bisa mendukung dan didukung.
Saya suka sama grup cowok-cowok ini. Masing-masing punya sifat unik, dan kekonyolan khas cowok mereka membuat ceritanya nggak lembek. Di beberapa adegan, saya sukses ketawa karena membaca lelucon dari para lelaki ini.
“Cheerleader adalah sosok yang mendukung seseorang dengan senyum, tak peduli penonton atau atlet. Cheerleader adalah orang yang takkan menyia-nyiakan kesempatan untuk berusaha lebih lagi.”



3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



Sunday, December 1, 2013

Buying Monday (November)


1. Snow Flower and The Secret Fan - Lisa See, bought from: mbak Ana BukuMoo, Rp35.000
bought because: I was curious about this book after I read Linda's Buying Monday, so I searched Goodreads and found that this book has a good rating and a lot of readers.

2. Olive Kitteridge - Elizabeth Strout, bought from mbak Mia @BaliBooks, Rp35.000
bought because: this book is a winner of Pulitzer Price for Fiction (2009)

3. Miss Peregrine's Home for Peculiar Children - Ransom Riggs, bought from mbak Mia @BaliBooks, Rp55.000
 bought because: The scary picture in this book makes me want to read and have it.





And these books below was bought with REALLY FAR BELOW the normal price, and because I have yearned so long for some of these books, I'm really happy that I could buy it..

Bought at Plaza Semanggi:
4. Everyone's Worth Knowing - Lauren Weisberger, Rp15.000
5. Hannibal Rising - Thomas Harris, Rp20.000
6. Hannibal - Thomas Harris, Rp20.000
7. Red Dragon - Thomas Harris, Rp15.000
8. Passion - Lauren Kate, Rp20.000
9. Just Like Me Only Better - Snow Carol, Rp15.000
10. The Choice - Nicholas Sparks, Rp15.000
11. Coin Locker Babies - Ryu Murakami, Rp10.000
12. IQ84 Jilid 1 - Haruki Murakami, Rp20.000
13. IQ84 Jilid 2 - Haruki Murakami, Rp20.000
14. Let The Right One In - John Ajvde, Rp20.000
15. Hetty Feather - Jacqueline Wilson, Rp20.000

Bought at Ramayana:
16. Nation - Terry Prachett, Rp20.000
17. The Tales of Beedle Bard - JK Rowling, Rp10.000

Bought at Gandaria City
18. Inkdeath (Inkspell #3) - Cornelia Funke, Rp30.000

I bought these books below because it was IBF, and at least................spending some money was forgiving (forgive-able).. :")

Bought at Indonesia Book Fair:
19. The Casual Vacancy - JK Rowling, Rp79.500
20. The Nigh Circus - Erin Morgensten, normal price with 30% discount
21. Tiger's Curse - Colleen Houck, normal price with 30% discount
22. Tiger's Quest - Colleen Houck, normal price with 30% discount
23. Room - Emma Donoghue, Rp49.000




That's my Buying Monday for November.. I'm sorry if the picture of some books can't be inserted here because they are already stacked at the rear of my bookcase. And because I wasn't preparing for Buying Monday early in November, maybe (just maybe....) I forgot one or two books that I should put in here too.


Thanks for reading this,

Saturday, November 30, 2013

[Book Review] Fifty Million Reasons

Fifty Million Reasons by Heather Wardell

Publisher: Holly Leaf Press
Release Date: Expected at December 14th 2013
Format: Paperback, 309 pages
Genre: Realistic Fiction, Inspirational


Angela has typical lottery-player plans: help friends and family, give more to charity, and escape her rut. But when she wins big, she faces angry relatives, her own unexpected greed, and a lawsuit from the person who put her in that rut. Almost nobody treats her normally, and they've got fifty million reasons not to.

She can buy anything she wants now, but can she buy the life she needs?


Angela has a typical lottery-player plans: help friends and family, give more to charity, and escape her rut. But when she wins big, she faces angry relatives, her own unexpected greed, and a lawsuit from a person who put her in that rut. Almost nobody treats her normally, and they’ve got fifty million reasons not to. She can buy anything she wants now, but can she buy the life she needs?

I almost cried when I read this book. Heather made a very realistic condition of a someone’s life who doesn’t know yet the true value of life. When Angela is getting rich, everyone who know her are torn between someone who truly accept her the way she is, and someone who just wants her money.

It’s difficult for Angela to face people who keep begging her money, besides she also feels guilty because she wants to help her friends in financial without any disrespectful.

I love the characters. Angela is really awesome and mature, even though she did some mistakes. I feel angry at some point other characters be so mean and hypocrite around her, but I guess it just make this story even more interesting.

I also love the connection between Angela, John, and Zack. And Tiff. It’s WONDERFUL. Overall, this book is all about the wonderfulness of life. How to value something you already have, forgiving, receiving, keeping promise and be resolute, and be kind of other people too. This book means so much.

After I finished reading this book; I felt awesome, and peace. The ending is so nice and I can’t think other alternate beautiful story for Angela’s life. I feel grateful I have found and read this book because this book teaches me some important message for life.


“My understanding of karma had always included the idea that you got back what you deserve based on your actions. But Lena’s unkind action weren’t receiving any unkind respond. Unless I changed my mind I’d be letting her get away with it, and certainly nobody else would be punishing her either.
I didn’t like it, but it also wasn’t my problem. Lena’s choice made her who she was, just as mine both now and in the past had made me who I was, and we would both end up living the consequences of our individual choices.


3.5 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



Thursday, November 28, 2013

[Book Review] The Thirteenth Tale

The Thirteenth Tale by Diane Setterfield
3.91/5 (142,048 rating)

Publisher: Gramedia
Translator: Chandra Novwidya Murtiana
Release Date: November 2008 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 1st 2006)
Format: Paperback, 608 pages
Genre: Mystery


"Ceritakan padaku yang sesungguhnya."

Permintaan sederhana itu mengusik hati Vida Winter, novelis ternama yang penuh rahasia. Bukankah selama enam puluh tahun ini dia telah mengarang banyak dongeng, tapi tak pernah mengungkapkan kisahnya sendiri? Namun, menjelang ajal, masa lalu tak dapat dihindarinya lagi, berapa pun banyaknya dongeng yang telah ditenunnya.

Maka Vida Winter mengundang Margaret Lea, penulis biografi muda, yang memiliki rahasia sendiri tentang kelahirannya, yang telah dikubur dalam-dalam oleh orang-orang yang paling dia kasihi, dan menciptakan bayang-bayang kelam yang membuntuti tiap langkahnya.

Inilah kisah Vida dan keluarga Angelfield: Isabelle yang cantik dan keras kepala, si kembar Adeline dan Emmeline yang liar, rumah besar Angelfield yang tua dan nyaris ambruk, serta semua penghuninya, hidup atau mati. Sementara Margaret tenggelam dalam dongeng Vida, rahasia kelam itu lambat laun tersingkap, dan saat kebenaran mengemuka, kedua wanita itu pun harus menghadapi hantu-hantu yang selama ini membayangi hidup mereka.


Meskipun ditulis pada abad ke 21, The Thirteenth Tale seperti sebuah kisah klasik yang mencekam dan penuh misteri. Pengisahannya luar biasa, pembaca akan dibawa ke sebuah kisah atau dongeng dimana terdapat misteri anak kembar dan rumah yang berhantu.

Saya suka sama ceritanya yang mencekam, meskipun terlalu dark dan horror dan sempat membuat saya ngeri. Namun sebenarnya kisahnya sendiri adalah tentang balas dendam dan kasih sayang antara dua anak kembar.

Dongeng ketiga belas ini berasal dari sebuah buku yang diterbitkan Miss Vida Winter, yang diberi judul buku Dongeng Ketiga Belas, namun pada saat pencetakan pertamanya, buku tersebut hanya memuat dua belas cerita. Buku itu pun ditarik dan diubah judulnya, sehingga Dongeng Ketiga Belas masih tetap menjadi misteri.

Dalam buku ini, Miss Vida Winter akan menceritakan dongeng ketiga belas yang merupakan kisah masa kecilnya pada masa lalu di rumah Angelfield. Sepanjang ceritanya saya penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di rumah Angelfield ini.

Sayangnya, kehadiran Margaret Lea, si pendengar dalam cerita ini, menurut saya kurang maksimal. Margaret juga merupakan anak kembar, namun saudaranya meninggal ketika melakukan operasi. Di sini saya kurang merasakan feeling cerita dan kehilangan yang dialami Margaret, dan penulis pun tidak mengungkap banyak cerita tentang Margaret.

Saya suka pada sosok ayah Margaret yang merupakan kolektor dan penjual buku langka, ditambah lagi beliau sangat ramah untuk ukuran sebuah buku yang banyak dinuansai oleh kegelapan ini. Sayangnya, lagi-lagi, tidak banyak porsi yang diberikan untuk cerita Margaret sehingga ayah dan ibu Margaret jarang hadir dalam cerita.

Overall, buku yang sangat menarik untuk tema misteri dan horror, apalagi ditambah tentang kehadiran anak kembar.

“Waktu itu bulan November. Walaupun belum malam, langit sudah gelap ketika aku memasuki Laundress Passage. Ayah sudah selesai hari itu, lampu dimatikan dan jendela tertutup; tapi supaya aku tidak pulang dalam kegelapan Ayah membiarkan lampu di tangga menuju flat tetap menyala.”


3.5 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you