Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, February 10, 2013

[Character Details] Rosie & Tegar from Sunset Bersama Rosie






Name : Tegar dan Rosie
From : Sunset Bersama Rosie oleh Tere Liye






Are they protagonist or antagonist?
Protagonist, keduanya adalah tokoh utama. Dengan memakai sudut pandang Tegar, konflik perasaan berkembang diantara keduanya.

Who are they? What was their role in the book?
Tegar sudah lama memendam perasaan kepada Rosie. Cinta yang tumbuh dan bersemi seiring masa kanak kanak mereka di Gili Trawangan. Namun ketika beranjak dewasa, kandas sudah harapannya untuk menyatakan perasaannya untuk Rosie . Tegar terlambat, sehingga Rosie menikah dengan orang lain. Tidak sanggup menahan kepedihan akan kebahagiaan pernikahan Rosie dan suaminya (yang juga merupakan teman mereka, Nathan) Tegar memutuskan pergi ke Jakarta dan memulai hidup baru, memutuskan hubungan dengan Rosie.
Kedatangan Rosie, Nathan, dan ketiga buah hati mereka, Anggrek, Sakura, dan Lilly ke Jakarta tempat Nathan tinggal, mencairkan hati Nathan sehingga ia kembali menjalin kontak dengan Rosie. Sedikit demi sedikit perasaan sakit hatinya mulai berkurang dengan kehadiran Anggrek, Sakura, dan Lilly.
Bom Bali pun meledak, dan Rosie kehilangan suaminya. Tegar datang ke Gili Trawangan untuk membantu Rosie mengatasi masa masa sulit kehilangan Nathan. Namun sayangnya, Tegar harus mempertaruhkan segalanya untuk membantu Rosie, termasuk kehidupannya di Jakarta, pekerjaannya, maupun tunangannya, Sekar. Karena rasa sayang terhadap ketiga anak Rosie, Tegar pun rela melepaskan kehidupan lamanya.


What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.
Jujur saja, di sekitar pertengahan buku ini, saya sempet mogok baca saking keselnya. Saya bener bener bete sama Tegar! Saya aja ngerti dari awal, kalo tindakan Tegar begini deket sama kehidupan Rose dan terlalu peduli sama Rose, menjalin ikatan kuat dengan anak anaknya, perasaan Tegar dan Rose akan semakin bersemi serta tumbuh harapan, padahal sudah ada wanita lain dalam hidup Tegar di Jakarta.
Saya tidak menganggap indah dan so sweet sikap atau adegan Tegar bersama ketiga anak Rosie. Kunci perasaan Tegar pada Rosie adalah ketiga anaknya. Kalau sudah tau begitu, seharusnya Tegar membuat perisai pertahanan dirinya sendiri sehingga perasaannya kepada Rose tidak semakin besar karena dia sudah bertunangan.
Rosie juga tidak banyak membantu. Ketika sembuh dari gangguan jiwanya, ia menyadari perasaanya pada Tegar dan semakin membangun suasana intim diantara mereka.


What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
Strenghts
Tegar : sesuai dengan namanya; tegar, punya tekad yang kuat untuk membantu, ramah, bisa mencairkan suasana dan bersahabat, pintar mengurus bisnis
Rosie : -
Weakness
Tegar : tidak bisa menarik diri, berlebihan dalam mengekspresikan sesuatu
Rosie : bukan seseorang yang patut diteladani dalam menghadapi beban hidup terutama kehilangan, tidak bertanggung jawab (menelantarkan anak anaknya setelah kepergian Nathan)

How do they develop throughout the book?
Sunset Bersama Rosie is a stand alone book. Dari awal sampai akhir buku saya tidak menemukan perubahan yang berarti dalam sifat Tegar, hanya perasaannya saja yang semakin besar pada Rosie dan ketiga anaknya. Rose sempat mengalami gangguan kejiwaan ketika ditinggal suaminya, namun berkat kesabaran dan perhatian Tegar, akhirnya Rosie dapat bangkit kembali.

What makes you love/hate them?
Saya gak suka sama cowok yang menyakiti hati perempuan meskipun tidak disengaja sekalipun. Perbuatan Tegar yang selalu membantu Rosie dan melupakan kehidupan di Jakarta telah melukai hati Sekar, tunangannya. Saya tau, niat Tegar baik karena ingin menolong Rosie dari masa sulit, tapi menurut saya Tegar gak perlu over dan memberikan dirinya seutuhnya pada kehidupan Rosie.
Tegar juga terlalu membawa perasaan dalam dirinya. Okelah mungkin masih ada sisa sisa perasaan kepada Rosie, tapi paling tidak dia berusaha minimalisir perasaannya dan menjaga hatinya. Tau diri aja lah, udah punya tunangan, kok masih ngurusin cewek lain? Niat membantu, tapi kok urusannya jadi seperti membangun image dimata anak anaknya Rose sebagai pengganti ayah mereka? Kalau murni niat bantu dan sadar ga mau nyakitin hati Sekar, harusnya Tegar gak over dalam membantu dan tau kapan untuk menarik diri.
Rosie juga tidak bisa bersikap dewasa, meskipun secara umur sudah dibilang matang. Saya tahu sulit untuk mempertahankan diri ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai, tapi bahkan setau saya sebenarnya Rosie tidak mencintai Nathan karena yang selama ini dicintainya adalah Tegar. Lalu kenapa Rosie begitu kehilangan atas kematian Nathan sampai rela meninggalkan anak anaknya?


What lessons or influences you got from them?
Jatuh cinta emang fitrah, tapi manusia bisa memilih kepada siapa dia jatuh cinta. Boleh milih sesukanya. Tapi jangan sampai pilihan kita menyakiti orang lain. Cerita Tegar dan Rosie membuat saya lebih yakin bahwa sebenarnya faktor utama yang dapat menimbulkan cinta adalah kebersamaan, dan jika kita tidak hati hati dalam menjaga sikap, kitalah yang dikendalikan perasaan bukan kita yang mengendalikan perasaan.

Saturday, February 9, 2013

[Character Details] R from Warm Bodies


Name : R (like any other zombies, he forgot his entire name)

Are they protagonist or antagonist?
Protagonis dan merupakan pemeran utama. Buku ini juga mengambil sudut pandang R, yang dibagi dengan penglihatan Perry ketika R memakan otaknya. 
Protagonist and the main role. The book is also taking R's point of view, which is shared with Perry's vision as R has ate his brain.

Who are they? What was their role in the book?
R adalah seorang zombie yang berbeda dari zombie yang lainnya. Ketika zombie yang lain punya kesukaan makanin manusia (terutama otak manusia), R justru mau berubah menjadi manusia yang hidup. Perubahan R ini dikarenakan ia memakan otak seorang laki laki bernama Perry. Tidak dijelaskan secara jelas kenapa otak Perry ini bisa berbeda dari otak manusia yang lain. Semenjak memakan otak Perry, R sering bertemu Perry dalam pikirannya dan mereka membagi visi mereka, yaitu menyelamatkan kehidupan manusia yang hampir punah karena keberadaan wabah zombie.
R is a zombie who is different by the others. While the others has a liking of eating human (especially human's brain), R precisely wants to be a human, alive. This transformation starts when R ate a man's brain, whose named Perry. It is not explained why Perry's brain is different than other human's brain. As from R eats his brain, R often sees Perry in his mind and shares their vision, to restore human life which is almost extincted by the existance of zombie epidemic.

What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.
Saya tidak begitu banyak punya kesan tentang R, selain baru kali ini saya membaca sebuah buku yang tokoh utamanya adalah sebuah zombie. Masih wajar jika kita temui tokoh vampir, manusia serigala, peri, setengah-dewa, hantu, paranormal, atau penyihir yang menjadi tokoh sentral dalam sebuah buku. Tapi tidak seorang zombie. Bayangan saya, zombie adalah sesuatu yang menjadi pasukan penyerang dalam sebuah cerita. Misalnya ketika tokoh necromancer seperti Dee (The Alchemist) atau Sam (Hold Me Closer, Necromancer) membangkitkan sepasukan mayat hidup untuk menyerang. Tidak pernah terfikirkan bahwa sesosok mayat hidup mengerikan yang kaku dan tidak punya keistimewaan apa apa selain membusuk dapat menjadi sebuah cerita.
I dont really get much impression about R, except this is a first time I read a book that have a zombie as a main role. It is usual if we meet vampire, warewolf, fairy, demigod, ghost, paranormal, or witch as the central figure in a book. But not a zombie. In my imagination, zombie is just a commando in a story. For example, just like a necromancer like Dee (The Alchemist) or Sam (Hold Me Closer, Necromancer) raises an army of undead to attack. Never thought before that a clumsy and rigid terrible living corpse which do not have any speciality except decomposing can be a story.

What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
Strenghts : kuat, sesuai karakter fisik zombie; meskipun tubuh hancur masih bisa hidup (at least masih bisa makan orang), nekat dan berani, bersahabat, sederhana, inspirasional
Weakness : cara bicara dan berpikirnya yang bahasanya kaku (entah karena terjemahannya atau karena sifat dasarnya sebagai zombie), tidak bisa membaca dan mencerna kata kata dari lagu
Strenghts : strong, according to physical characteristics of zombies; although the body has destroyed he was still alive (at least he still can eat people), reckless and brave, friendly, inspirational
Weakness: way of speaking and thinking in rigid language (either because of the translation or because of his nature as a zombie), can not read and understand a song lyrics, simple

How do they develop throughout the book?
Baru terbit buku pertamanya. Semoga aja di buku selanjutnya, bahasa R lebih baik lagi dan lebih asyik dibaca. Pada awal bab buku pertama, R sama seperti zombie yang lain yang suka memakan manusia namun ketika bertemu Julie, ia tidak lagi berkeinginan untuk memakan manusia. Mulai muncul dalam pikirannya, bagaimana menyelamatkan takdir yang membuat Kaum Hidup (manusia) memburu Kaum Mati (zombie). Di akhir buku pertama, R berhasil mempersatukan Kaum Hidup dan Kaum Mati, sehingga manusia dapat menerima keberadaan beberapa zombie yang berubah sifatnya seperti R.
It's only the first book has published. Hopefully in the second book, R's language develops even better and more enjoyable to read. In the first part of the first book, R is just like another zombies who likes eating human brains but since he met Julie, he doesnt want to. He starts thinking about how to save human life and unite The Living and The Death. In the last part of the book, R succesfully starts to make human and zombies living together, so human can accept zombies' existance among them.

What makes you love/hate them?
Kesederhanaan R dalam memandang kehidupan zombie. Dia suka mempertanyakan keadaan para zombie, tapi dia gak pernah sarkastis, tidak menunjukkan emosi apapun secara berlebihan. Saya suka cara R menyebut dan memikirkan 'istri dan anaknya' meskipun istrinya itu tidak punya peranan penting dalam cerita.
R's simplicity of thinking the life of zombies. He seldom questions the way of zombies life, but he is never sarcastic or shows any emotions overly. I like the way R says and thinks 'his wife and children' eventhough his wife has not a significant part in this story.

What lessons or influences you got from them?
Untuk tidak melihat segala sesuatunya secara berlebihan dan cerita cinta itu tidak hanya setipe dengan Twilight saga, yang melulu fokus pada satu orang. R menyukai Julie, tapi ia masih mengakui istri dan anak anak zombienya, dan tidak terus menyinggung ketertarikan fisik dengan Julie. Bagi R itu sederhana, ia menyukai Julie dan tidak mau Julie dimakan.
For not looking every thing excessively and a love story is not always just like Twilight saga which is focussed on one person. R likes Julie, but he still considers his wife and children, and not always expresses physical attraction with Julie. For R is just this simple; he likes Julie and pretend her from being a food.



beda banget ya antara film dan dunia nyata.. :D

Thursday, February 7, 2013

Ptolemy's Gate - Jonathan Stroud



unduhan (2)
Title : Ptolemy's Gate
Author : Jonathan Stroud
Publisher : Gramedia

Ptolemy's Gate
Dua ribu tahun telah berlalu sejak jin Bartimaeus berada di puncak kejayaannya---tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya, Nathaniel, energi Bartimaeus memudar dengan cepat.
Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudahi konflik berkepanjangan antara jin dan manusia.
Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.


Sejak dulu, manusia memperbudak bangsa makhluk halus atas kuasanya, memanggil makhluk halus (atau demon) tersebut dari rumahnya di Dunia Lain untuk diikat dan dipekerjakan di Dunia Bumi. Demon dari dunia lain itu sendiri memiliki tingkatan, mulai dari imp, foliot, jin, afrit dan marid, sesuai dengan tingkat kekuatannya. Demon dapat dipanggil oleh seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan sihir, mencakup bagaimana cara merapalkan mantera yang benar, dan menggambar pentacle dengan tepat dan akurat. Jika terjadi kesalahan ucap ataupun gambar pentacle yang kurang sempurna, si Demon ini bisa berbalik menyerang pemanggilnya. Orang yang mempelajari ilmu sihir dan memanggil demon ini, disebut Penyihir. Tanpa demon, penyihir hanyalah manusia biasa yang tidak punya kekuatan apa apa.
Nah, karena kekuatan penyihir atas demon inilah, para penyihir menempati posisi di pemerintahan London. Tidak ada commoner (rakyat biasa) yang masuk ke dalam kancah politik. Disinilah sumber berbagai konflik di buku ini. Karena berambisi dan diberi kekuasaan lebih, para penyihir saling adu kekuatan dan menjatuhkan lawan politiknya. Saling menusuk dari belakang dan mengkhianati pemerintah yang ada sekarang, agar dapat menggantikan dirinya ke posisi yang lebih tinggi.
Nathaniel, adalah seorang anak laki laki yang sejak kecil "dijual ibunya" untuk dijadikan penyihir oleh pemerintah. Kepedihan Nathaniel atas tindakan orang tuanya itu menjadikan dia anak yang keras, berani, berambisi, dan pintar. Apalagi, sejak saat itu dia hidup bersama Mr. Underwood, yang tidak menyayanginya sebagaimana seorang anak laki laki ingin disayangi dan dilindungi keluarga. Agak ironis juga sebenernya cerita ini.
Karena kepandaian Nathaniel, pada umur 14 tahun diam diam dia bisa memanggil seekor *eh* seorang jin dari Dunia Lain bernama Bartimaues untuk diperbudak. Namun sayangnya, Bartimaeus mengetahui kelemahan Nathaniel, yaitu nama lahirnya (Nathaniel). Seorang penyihir tidak boleh membiarkan nama lahirnya diketahui, karena bisa dimanfaatkan orang lain untuk mencelakakan dirinya.
Di buku pertama, Nathaniel (atau nama samarannya, Mr. Mandrake) mengalami saat saat sulit ketika dia kehilangan orang yang dicintainya, dan hanya bisa sendirian (*ditemani Bartimaeus). Namun berkat kepandaiannya dan 'pendukung'nya, Bartimaeus, Nathaniel bisa bangkit dan akhirnya mencapai ambisinya, menjadi orang pemerintahan. Di buku buku selanjutnya, menceritakan kelanjutan kisah Nathaniel dalam mempertahankan kariernya di pemerintahan, serta kemunculan pemberontak commoner bernama Resistance.
Saya suka banget sama petualangan petualangan di buku ini. Konflik kepercayaan, intrik politik, misteri yang perlu diungkap, dibumbui dengan fantasy tentang demon, dunia lain, dan alat alat magis seperti sepatu yang bisa mempersingkat jarak, kalung yang dapat menyerap kekuatan gaib, serta cermin pengintai. Itu, dan ditambah lagi karakter karakter yang menawan, membuat saya cintaaa banget sama buku ini. Yah, fifty fifty lah sama Harry Potter. Tapi di Harry Potter pun ga ada tokoh yang sekocak Bartimaeus. Insya Allah nanti saya ulas tokoh Bartimaeus dalam sebuah postingan tersendiri.
Yang jelas, saya katakan, saya tertipu dengan covernya. Kehadiran Bartimaeus membuat saya senyum senyum sendiri bahkan ketawa terpingkal pingkal. Bartimaeus keren banget lah pokonya.
Cerita ini dibagi dalam per bab setiap bukunya. Per bab itu menceritakan berbagai sudut pandang, mulai dari Nathaniel, Bartimaeus, dan Kitty. Kitty ini adalah seorang anggota Resistance. Menarik juga, bagaimana pada awalnya Kitty adalah tokoh antagonis, dibalik menjadi protagonis dalam cerita ini. Kehadiran Kitty dalam cerita ini memberikan warna tersendiri dan ga bisa ditebak, beda sama Nathaniel yang tindakan dan pemikirannya mudah ditebak. Dan saya senang sekali ketika ketiga trio ini, Nathaniel, Kitty dan Bartimaeus bertemu. Salah satu yang saya suka ketika di Ptolemy's Gate, Kitty menengahi Nathaniel yang bertengkar dengan Bartimaeus yang suka iseng ngegodain orang.
Selain petualangan, ada juga beberapa hikmah berserakan dari cerita di buku ini. Bahwa kadang, yang kita anggap benar selama ini ternyata salah, namun kita terlalu naif menganggap itu sebuah kesalahan, hingga semuanya terlambat.
Ada juga 'keseriusan yang mendalam' pada cerita ini, ketika Nathaniel akhirnya menemukan dirinya yang dulu lagi. Nathaniel, bocah laki laki yang punya hati nurani, bukan Mr. Mandrake, orang yang haus jabatan dan hanya memikirkan ambisi. Kita bakalan nemuin kata kata mutiara itu dalam cerita ini langsung lewat sudut pandang Nathaniel.
My Rating for This Book: 8,9/10

Ptolemy's Gate - Jonathan Stroud



unduhan (2)
Title : Ptolemy's Gate
Author : Jonathan Stroud
Publisher : Gramedia

Ptolemy's Gate
Dua ribu tahun telah berlalu sejak jin Bartimaeus berada di puncak kejayaannya---tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya, Nathaniel, energi Bartimaeus memudar dengan cepat.
Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudahi konflik berkepanjangan antara jin dan manusia.
Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.


Sejak dulu, manusia memperbudak bangsa makhluk halus atas kuasanya, memanggil makhluk halus (atau demon) tersebut dari rumahnya di Dunia Lain untuk diikat dan dipekerjakan di Dunia Bumi. Demon dari dunia lain itu sendiri memiliki tingkatan, mulai dari imp, foliot, jin, afrit dan marid, sesuai dengan tingkat kekuatannya. Demon dapat dipanggil oleh seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan sihir, mencakup bagaimana cara merapalkan mantera yang benar, dan menggambar pentacle dengan tepat dan akurat. Jika terjadi kesalahan ucap ataupun gambar pentacle yang kurang sempurna, si Demon ini bisa berbalik menyerang pemanggilnya. Orang yang mempelajari ilmu sihir dan memanggil demon ini, disebut Penyihir. Tanpa demon, penyihir hanyalah manusia biasa yang tidak punya kekuatan apa apa.
Nah, karena kekuatan penyihir atas demon inilah, para penyihir menempati posisi di pemerintahan London. Tidak ada commoner (rakyat biasa) yang masuk ke dalam kancah politik. Disinilah sumber berbagai konflik di buku ini. Karena berambisi dan diberi kekuasaan lebih, para penyihir saling adu kekuatan dan menjatuhkan lawan politiknya. Saling menusuk dari belakang dan mengkhianati pemerintah yang ada sekarang, agar dapat menggantikan dirinya ke posisi yang lebih tinggi.
Nathaniel, adalah seorang anak laki laki yang sejak kecil "dijual ibunya" untuk dijadikan penyihir oleh pemerintah. Kepedihan Nathaniel atas tindakan orang tuanya itu menjadikan dia anak yang keras, berani, berambisi, dan pintar. Apalagi, sejak saat itu dia hidup bersama Mr. Underwood, yang tidak menyayanginya sebagaimana seorang anak laki laki ingin disayangi dan dilindungi keluarga. Agak ironis juga sebenernya cerita ini.
Karena kepandaian Nathaniel, pada umur 14 tahun diam diam dia bisa memanggil seekor *eh* seorang jin dari Dunia Lain bernama Bartimaues untuk diperbudak. Namun sayangnya, Bartimaeus mengetahui kelemahan Nathaniel, yaitu nama lahirnya (Nathaniel). Seorang penyihir tidak boleh membiarkan nama lahirnya diketahui, karena bisa dimanfaatkan orang lain untuk mencelakakan dirinya.
Di buku pertama, Nathaniel (atau nama samarannya, Mr. Mandrake) mengalami saat saat sulit ketika dia kehilangan orang yang dicintainya, dan hanya bisa sendirian (*ditemani Bartimaeus). Namun berkat kepandaiannya dan 'pendukung'nya, Bartimaeus, Nathaniel bisa bangkit dan akhirnya mencapai ambisinya, menjadi orang pemerintahan. Di buku buku selanjutnya, menceritakan kelanjutan kisah Nathaniel dalam mempertahankan kariernya di pemerintahan, serta kemunculan pemberontak commoner bernama Resistance.
Saya suka banget sama petualangan petualangan di buku ini. Konflik kepercayaan, intrik politik, misteri yang perlu diungkap, dibumbui dengan fantasy tentang demon, dunia lain, dan alat alat magis seperti sepatu yang bisa mempersingkat jarak, kalung yang dapat menyerap kekuatan gaib, serta cermin pengintai. Itu, dan ditambah lagi karakter karakter yang menawan, membuat saya cintaaa banget sama buku ini. Yah, fifty fifty lah sama Harry Potter. Tapi di Harry Potter pun ga ada tokoh yang sekocak Bartimaeus. Insya Allah nanti saya ulas tokoh Bartimaeus dalam sebuah postingan tersendiri.
Yang jelas, saya katakan, saya tertipu dengan covernya. Kehadiran Bartimaeus membuat saya senyum senyum sendiri bahkan ketawa terpingkal pingkal. Bartimaeus keren banget lah pokonya.
Cerita ini dibagi dalam per bab setiap bukunya. Per bab itu menceritakan berbagai sudut pandang, mulai dari Nathaniel, Bartimaeus, dan Kitty. Kitty ini adalah seorang anggota Resistance. Menarik juga, bagaimana pada awalnya Kitty adalah tokoh antagonis, dibalik menjadi protagonis dalam cerita ini. Kehadiran Kitty dalam cerita ini memberikan warna tersendiri dan ga bisa ditebak, beda sama Nathaniel yang tindakan dan pemikirannya mudah ditebak. Dan saya senang sekali ketika ketiga trio ini, Nathaniel, Kitty dan Bartimaeus bertemu. Salah satu yang saya suka ketika di Ptolemy's Gate, Kitty menengahi Nathaniel yang bertengkar dengan Bartimaeus yang suka iseng ngegodain orang.
Selain petualangan, ada juga beberapa hikmah berserakan dari cerita di buku ini. Bahwa kadang, yang kita anggap benar selama ini ternyata salah, namun kita terlalu naif menganggap itu sebuah kesalahan, hingga semuanya terlambat.
Ada juga 'keseriusan yang mendalam' pada cerita ini, ketika Nathaniel akhirnya menemukan dirinya yang dulu lagi. Nathaniel, bocah laki laki yang punya hati nurani, bukan Mr. Mandrake, orang yang haus jabatan dan hanya memikirkan ambisi. Kita bakalan nemuin kata kata mutiara itu dalam cerita ini langsung lewat sudut pandang Nathaniel.
My Rating for This Book: 8,9/10

Ptolemy's Gate - Jonathan Stroud



unduhan (2)
Title : Ptolemy's Gate
Author : Jonathan Stroud
Publisher : Gramedia

Ptolemy's Gate
Dua ribu tahun telah berlalu sejak jin Bartimaeus berada di puncak kejayaannya---tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya, Nathaniel, energi Bartimaeus memudar dengan cepat.
Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudahi konflik berkepanjangan antara jin dan manusia.
Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.


Sejak dulu, manusia memperbudak bangsa makhluk halus atas kuasanya, memanggil makhluk halus (atau demon) tersebut dari rumahnya di Dunia Lain untuk diikat dan dipekerjakan di Dunia Bumi. Demon dari dunia lain itu sendiri memiliki tingkatan, mulai dari imp, foliot, jin, afrit dan marid, sesuai dengan tingkat kekuatannya. Demon dapat dipanggil oleh seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan sihir, mencakup bagaimana cara merapalkan mantera yang benar, dan menggambar pentacle dengan tepat dan akurat. Jika terjadi kesalahan ucap ataupun gambar pentacle yang kurang sempurna, si Demon ini bisa berbalik menyerang pemanggilnya. Orang yang mempelajari ilmu sihir dan memanggil demon ini, disebut Penyihir. Tanpa demon, penyihir hanyalah manusia biasa yang tidak punya kekuatan apa apa.
Nah, karena kekuatan penyihir atas demon inilah, para penyihir menempati posisi di pemerintahan London. Tidak ada commoner (rakyat biasa) yang masuk ke dalam kancah politik. Disinilah sumber berbagai konflik di buku ini. Karena berambisi dan diberi kekuasaan lebih, para penyihir saling adu kekuatan dan menjatuhkan lawan politiknya. Saling menusuk dari belakang dan mengkhianati pemerintah yang ada sekarang, agar dapat menggantikan dirinya ke posisi yang lebih tinggi.
Nathaniel, adalah seorang anak laki laki yang sejak kecil "dijual ibunya" untuk dijadikan penyihir oleh pemerintah. Kepedihan Nathaniel atas tindakan orang tuanya itu menjadikan dia anak yang keras, berani, berambisi, dan pintar. Apalagi, sejak saat itu dia hidup bersama Mr. Underwood, yang tidak menyayanginya sebagaimana seorang anak laki laki ingin disayangi dan dilindungi keluarga. Agak ironis juga sebenernya cerita ini.
Karena kepandaian Nathaniel, pada umur 14 tahun diam diam dia bisa memanggil seekor *eh* seorang jin dari Dunia Lain bernama Bartimaues untuk diperbudak. Namun sayangnya, Bartimaeus mengetahui kelemahan Nathaniel, yaitu nama lahirnya (Nathaniel). Seorang penyihir tidak boleh membiarkan nama lahirnya diketahui, karena bisa dimanfaatkan orang lain untuk mencelakakan dirinya.
Di buku pertama, Nathaniel (atau nama samarannya, Mr. Mandrake) mengalami saat saat sulit ketika dia kehilangan orang yang dicintainya, dan hanya bisa sendirian (*ditemani Bartimaeus). Namun berkat kepandaiannya dan 'pendukung'nya, Bartimaeus, Nathaniel bisa bangkit dan akhirnya mencapai ambisinya, menjadi orang pemerintahan. Di buku buku selanjutnya, menceritakan kelanjutan kisah Nathaniel dalam mempertahankan kariernya di pemerintahan, serta kemunculan pemberontak commoner bernama Resistance.
Saya suka banget sama petualangan petualangan di buku ini. Konflik kepercayaan, intrik politik, misteri yang perlu diungkap, dibumbui dengan fantasy tentang demon, dunia lain, dan alat alat magis seperti sepatu yang bisa mempersingkat jarak, kalung yang dapat menyerap kekuatan gaib, serta cermin pengintai. Itu, dan ditambah lagi karakter karakter yang menawan, membuat saya cintaaa banget sama buku ini. Yah, fifty fifty lah sama Harry Potter. Tapi di Harry Potter pun ga ada tokoh yang sekocak Bartimaeus. Insya Allah nanti saya ulas tokoh Bartimaeus dalam sebuah postingan tersendiri.
Yang jelas, saya katakan, saya tertipu dengan covernya. Kehadiran Bartimaeus membuat saya senyum senyum sendiri bahkan ketawa terpingkal pingkal. Bartimaeus keren banget lah pokonya.
Cerita ini dibagi dalam per bab setiap bukunya. Per bab itu menceritakan berbagai sudut pandang, mulai dari Nathaniel, Bartimaeus, dan Kitty. Kitty ini adalah seorang anggota Resistance. Menarik juga, bagaimana pada awalnya Kitty adalah tokoh antagonis, dibalik menjadi protagonis dalam cerita ini. Kehadiran Kitty dalam cerita ini memberikan warna tersendiri dan ga bisa ditebak, beda sama Nathaniel yang tindakan dan pemikirannya mudah ditebak. Dan saya senang sekali ketika ketiga trio ini, Nathaniel, Kitty dan Bartimaeus bertemu. Salah satu yang saya suka ketika di Ptolemy's Gate, Kitty menengahi Nathaniel yang bertengkar dengan Bartimaeus yang suka iseng ngegodain orang.
Selain petualangan, ada juga beberapa hikmah berserakan dari cerita di buku ini. Bahwa kadang, yang kita anggap benar selama ini ternyata salah, namun kita terlalu naif menganggap itu sebuah kesalahan, hingga semuanya terlambat.
Ada juga 'keseriusan yang mendalam' pada cerita ini, ketika Nathaniel akhirnya menemukan dirinya yang dulu lagi. Nathaniel, bocah laki laki yang punya hati nurani, bukan Mr. Mandrake, orang yang haus jabatan dan hanya memikirkan ambisi. Kita bakalan nemuin kata kata mutiara itu dalam cerita ini langsung lewat sudut pandang Nathaniel.
My Rating for This Book: 8,9/10