Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, February 10, 2013

[Character Details] Rosie & Tegar from Sunset Bersama Rosie






Name : Tegar dan Rosie
From : Sunset Bersama Rosie oleh Tere Liye






Are they protagonist or antagonist?
Protagonist, keduanya adalah tokoh utama. Dengan memakai sudut pandang Tegar, konflik perasaan berkembang diantara keduanya.

Who are they? What was their role in the book?
Tegar sudah lama memendam perasaan kepada Rosie. Cinta yang tumbuh dan bersemi seiring masa kanak kanak mereka di Gili Trawangan. Namun ketika beranjak dewasa, kandas sudah harapannya untuk menyatakan perasaannya untuk Rosie . Tegar terlambat, sehingga Rosie menikah dengan orang lain. Tidak sanggup menahan kepedihan akan kebahagiaan pernikahan Rosie dan suaminya (yang juga merupakan teman mereka, Nathan) Tegar memutuskan pergi ke Jakarta dan memulai hidup baru, memutuskan hubungan dengan Rosie.
Kedatangan Rosie, Nathan, dan ketiga buah hati mereka, Anggrek, Sakura, dan Lilly ke Jakarta tempat Nathan tinggal, mencairkan hati Nathan sehingga ia kembali menjalin kontak dengan Rosie. Sedikit demi sedikit perasaan sakit hatinya mulai berkurang dengan kehadiran Anggrek, Sakura, dan Lilly.
Bom Bali pun meledak, dan Rosie kehilangan suaminya. Tegar datang ke Gili Trawangan untuk membantu Rosie mengatasi masa masa sulit kehilangan Nathan. Namun sayangnya, Tegar harus mempertaruhkan segalanya untuk membantu Rosie, termasuk kehidupannya di Jakarta, pekerjaannya, maupun tunangannya, Sekar. Karena rasa sayang terhadap ketiga anak Rosie, Tegar pun rela melepaskan kehidupan lamanya.


What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.
Jujur saja, di sekitar pertengahan buku ini, saya sempet mogok baca saking keselnya. Saya bener bener bete sama Tegar! Saya aja ngerti dari awal, kalo tindakan Tegar begini deket sama kehidupan Rose dan terlalu peduli sama Rose, menjalin ikatan kuat dengan anak anaknya, perasaan Tegar dan Rose akan semakin bersemi serta tumbuh harapan, padahal sudah ada wanita lain dalam hidup Tegar di Jakarta.
Saya tidak menganggap indah dan so sweet sikap atau adegan Tegar bersama ketiga anak Rosie. Kunci perasaan Tegar pada Rosie adalah ketiga anaknya. Kalau sudah tau begitu, seharusnya Tegar membuat perisai pertahanan dirinya sendiri sehingga perasaannya kepada Rose tidak semakin besar karena dia sudah bertunangan.
Rosie juga tidak banyak membantu. Ketika sembuh dari gangguan jiwanya, ia menyadari perasaanya pada Tegar dan semakin membangun suasana intim diantara mereka.


What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
Strenghts
Tegar : sesuai dengan namanya; tegar, punya tekad yang kuat untuk membantu, ramah, bisa mencairkan suasana dan bersahabat, pintar mengurus bisnis
Rosie : -
Weakness
Tegar : tidak bisa menarik diri, berlebihan dalam mengekspresikan sesuatu
Rosie : bukan seseorang yang patut diteladani dalam menghadapi beban hidup terutama kehilangan, tidak bertanggung jawab (menelantarkan anak anaknya setelah kepergian Nathan)

How do they develop throughout the book?
Sunset Bersama Rosie is a stand alone book. Dari awal sampai akhir buku saya tidak menemukan perubahan yang berarti dalam sifat Tegar, hanya perasaannya saja yang semakin besar pada Rosie dan ketiga anaknya. Rose sempat mengalami gangguan kejiwaan ketika ditinggal suaminya, namun berkat kesabaran dan perhatian Tegar, akhirnya Rosie dapat bangkit kembali.

What makes you love/hate them?
Saya gak suka sama cowok yang menyakiti hati perempuan meskipun tidak disengaja sekalipun. Perbuatan Tegar yang selalu membantu Rosie dan melupakan kehidupan di Jakarta telah melukai hati Sekar, tunangannya. Saya tau, niat Tegar baik karena ingin menolong Rosie dari masa sulit, tapi menurut saya Tegar gak perlu over dan memberikan dirinya seutuhnya pada kehidupan Rosie.
Tegar juga terlalu membawa perasaan dalam dirinya. Okelah mungkin masih ada sisa sisa perasaan kepada Rosie, tapi paling tidak dia berusaha minimalisir perasaannya dan menjaga hatinya. Tau diri aja lah, udah punya tunangan, kok masih ngurusin cewek lain? Niat membantu, tapi kok urusannya jadi seperti membangun image dimata anak anaknya Rose sebagai pengganti ayah mereka? Kalau murni niat bantu dan sadar ga mau nyakitin hati Sekar, harusnya Tegar gak over dalam membantu dan tau kapan untuk menarik diri.
Rosie juga tidak bisa bersikap dewasa, meskipun secara umur sudah dibilang matang. Saya tahu sulit untuk mempertahankan diri ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai, tapi bahkan setau saya sebenarnya Rosie tidak mencintai Nathan karena yang selama ini dicintainya adalah Tegar. Lalu kenapa Rosie begitu kehilangan atas kematian Nathan sampai rela meninggalkan anak anaknya?


What lessons or influences you got from them?
Jatuh cinta emang fitrah, tapi manusia bisa memilih kepada siapa dia jatuh cinta. Boleh milih sesukanya. Tapi jangan sampai pilihan kita menyakiti orang lain. Cerita Tegar dan Rosie membuat saya lebih yakin bahwa sebenarnya faktor utama yang dapat menimbulkan cinta adalah kebersamaan, dan jika kita tidak hati hati dalam menjaga sikap, kitalah yang dikendalikan perasaan bukan kita yang mengendalikan perasaan.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.