Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, May 15, 2013

[Book Review] Firebelly

Firebelly by J.C. Michaels
3.49 / 5 (61 ratings)

Publisher : Serambi
Translator : Rahmani Astuti
Release Date : August 2010 by Serambi (first published January 28th 2005)
Format : Paperback, 328 pages
Source : Gramedia Kramat Jati, Rp 7500 (sale)
Genre : Fiction

Firebelly, katak kecil berperut merah-api. Dua kakinya buntung di bagian depan dan belakang. Dengan kondisi tubuh seperti itu, dia menjadi katak pendiam, perenung, dan sangat suka mengamati. Di toko yang menjual binatang peliharaan, dia mengisi waktunya bersama katak tua bijak yang menceritakan petualangannya sebagai katak liar dan apa makna menjadi binatang peliharaan.

Pada suatu hari, Firebelly dipilih oleh gadis berumur 10 tahun, Caroline. Meskipun awalnya ketakutan, katak kecil tapi manis dan sedikit pemalu itu sangat senang tinggal di kandang yang luas miliknya sendiri. Namun, ketika mengetahui binatang itu buntung, ayah Caroline berniat mengembalikannya ke toko. Bagaimana nasib Firebelly selanjutnya?

Suatu ketika, tutup wadah yang menjadi penampung se-mentara, ketika Firebelly akan dipindahkan, terbuka. Tak di-duga-duga sebelumnya, kini dia memiliki kesempatan untuk memilih tetap menjadi binatang peliharaan atau meloncat ke luar dan melakoni kehidupan penuh petualangan sebagai katak liar.

Kita sering menghadapi persimpangan-persimpangan yang mengharuskan kita membuat pilihan penting dan menentukan. Dalam hal ini, Firebelly harus memilih apakah akan tetap tinggal di zona nyaman atau keluar dan me-nemukan kemungkinan yang tak terbatas.Kita sering menghadapi persimpangan-persimpangan yang mengharuskan kita membuat pilihan penting dan menetukan. Dalam hal ini, Firebelly harus memilih apakah akan tetap tinggal di zona nyaman atau keluar dan menemukan kemungkinan yang tak terbatas.

Buy book on : BukuKita
_______________________
It is weird, membaca pemikiran seekor katak yang kompleks dan berfilosofi. Bagaimanapun juga, ini kan cuma katak, tapi kenapa dia bisa mikir sesuatu yang bahkan tidak terfikirkan oleh manusia. Dari keseluruhan ceritanya saya tidak berhasil menangkap hikmah maupun inti apapun. Gaya penceritaannya juga membosankan untuk saya.

Firebelly membuat pilihan pilihan untuk dirinya sendiri, dan akhirnya dia bisa melengkapi hidup seseorang. Hanya sampai disitu saja kesimpulannya. Bahkan jika saya boleh menambahkan, Firebelly itu seekor kodok yang agak agak angkuh. Dia senang membuat orang lain kesulitan. Selain itu, pada akhirnya Firebelly memutuskan untuk kembali menjadi kodok peliharaan, karena merasa ada seorang anak perempuan ‘membutuhkannya’.

Meskipun kita diiming imingi ‘kehidupan liar’ di sinopsis dan awal bab, Firebelly sama sekali nggak menempuh kehidupan liar tersebut. Alasannya pun juga nggak begitu jelas. Well, so menurut saya buku ini menghibur, namun sayangnya tidak berkesan.

My Rating :

 2 stars - I didn't really like this book, and wouldn't recommend it

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.