Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, May 15, 2013

[Book Review] He Loves Me Not.. He Loves Me

He Loves Me Not.. He Loves Me by Claudia Carroll
3.42 / 5  (105 ratings)

Publisher : Gramedia
Translator : Nur Anggraini
Release Date : 2010 by Gramedia (first published May 2nd 2005)
Format : Paperback, 448 pages
Source : Gramedia Pondok Gede, free gift
Genre : Chicklit

Portia Davenport sadar bahwa istana bangsawan abad ke-18 yang ditinggalinya bersama Lucasta, ibunya, dan Daisy, adiknya, sudah tidak lagi semegah dulu. Bencana terjadi saat ayah mereka meninggalkan keluarga itu setelah menguras habis harta terakhir mereka. Tapi secercah harapan muncul saat Steve Sullivan, sahabat lama sekaligus pengacara keluarga, menyarankan agar mereka mengizinkan istana itu dijadikan lokasi syuting film.

Di tengah kehebohan yang terjadi selama masa syuting di Davenport Hall, Portia bertemu dengan Andrew de Courcey, yang ternyata menjadi tetangga barunya. Pria itu sangat menawan dan Portia jatuh cinta padanya. Masalah muncul dari Mrs. de Courcey, ibu Andrew, yang tidak menyukai hubungan mereka sehingga membuat Portia bimbang. Apakah Andrew juga mencintai Portia?

Buy this book on: IniBuku.com
 _____________________________
Keluarga Davenport memiliki sebuah rumah warisan keluarga selama 200 tahun, Davenport Hall, yang sekarang kondisinya memperihatinkan karena ulah generasi penerusnya yang suka main judi dan minum minuman keras, Jack Davenport. Kabur bersama pengurus kudanya yang masih berumur 19 tahun, Jack Davenport meninggalkan istri dan kedua anaknya bersama pengurus rumah tangga mereka. Yang dimiliki Portia Davenport dan ibunya yang sedikit gila dan aneh, Lucasta, serta adiknya, Daisy Davenport, hanyalah Davenport Hall yang sudah rusak dan tidak layak. Namun ternyata mereka juga harus bersiap kehilangan Davenport Hall karena kelicikan seorang politikus Shamie Nolan yang ingin merobohkan Davenport Hall dan membangunnya menjadi perumahan baru. But this is not an unhappy ending story.

Baca buku ini bagai lagi nonton film serial komedi. Karakternya beragam dan semuanya ikut andil dalam cerita. Terjemahannya pun bagus dan enak dibaca. Cocok untuk para penggemar chicklit. Kisah romansanya juga gak lebay dan gak ngebosenin, karena disini bukan cuma fokus sama kisah romansa satu orang. Si penulis lebih utama menyorot ke suasana Davenport Hall yang rame, kocak, dan seru.

I got this book free from Gramedia. So, menurut saya buku ini worth it dimiliki karena ceritanya sendiri ringan dan menghibur.



My Rating :

 3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.