Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, June 30, 2013

[Book Review] Dollhouse

Dollhouse by Kardashian
3.13/ 5 (617 ratings)

Publisher : Esensi
Release Date : July 2012 by Penerbit Esensi (Erlangga) (first published 2011)
Format : Paperback, 328 pages
Source : Review Contest Gift from Penerbit Esensi
Genre :Contemporary Romance, Family

Dollhouse adalah novel yang sangat menghibur mengenai kehidupan cinta sebuah keluarga yang menarik dan sangat terkenal. Ditulis oleh Kourtney, Kim, dan Khloé Kardashian, Dollhouse adalah gambaran dunia gemerlap di balik popularitas tiga kakak-beradik yang sangat menyayangi satu sama lain serta keluarga mereka. Kourtney, Kim, dan Khloé menggabungkan imajinasi mereka yang sangat liar dengan rahasia-rahasia yang mereka ketahui tentang hidup dengan tuturan khas mereka. Buku ini tidak seperti buku lain yang pernah Anda baca sebelumnya!

Kamille, Kassidy, dan Kyle Romero adalah tiga kakak-beradik yang cantik, penuh kasih sayang, dan sangat loyal terhadap keluarga mereka. Ibu mereka telah menikah lagi dan ayah tiri mereka, seorang pemain bisbol all-star terkenal di dunia, datang membawa dua orang saudara tiri. Suatu hari semuanya berubah. Dalam semalam, salah satu Romero bersaudara menjadi terkenal—masuk sampul majalah, menjadi ikon fesyen, dan masuk berita! Dikuntit oleh paparazzi dan diundang ke semua acara karpet merah.Tidak berarti seluruh kehidupan gemerlap dan glamor itu akan membuat hidup menjadi mudah.

Kehidupan mereka bertiga tidaklah seindah yang dipikirkan orang. Masalah datang bertubi-tubi. Siapa sangka memiliki saudari yang terkenal membawa banyak sekali masalah: rasa iri, teman-teman yang menikam dari belakang, operasi plastik, dan perdebatan dengan paparazzi baru sebagian saja. Ketika menghadapi hidup baru mereka, lengkap dengan pernikahan yang diabadikan melalui televisi, pesta gila-gilaan di klub malam, dan ketertarikan antarsaudara tiri yang terlarang, ada rahasia besar yang mengancam akan memecah ikatan kekeluargaan mereka


Buy this book on : BukuKita  || Amazon  || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Untuk ukuran sebuah buku yang ditulis oleh sosialitas hollywood, menurut saya novel ini cukup lumayan. Perkiraan awal saya, buku ini akan masuk ke dalam kategori chicklit biasa yang membacanya tidak harus pakai mikir dan ceritanya hanya sekedar cerita.

Novel ini mengisahkan 3 kakak beradik, serta ibu mereka, Kass, Kamille, Kyle dan Kat (sang ibu). Setiap karakter punya masalah sendiri dan diceritakan dengan sudut pandang berbeda beda per bab nya, meskipun tidak semua memiliki pemecahan atau solusi. Biasanya kalo disebuah cerita ada karakter A, B, C, dan D, dan A punya masalah 1, B punya masalah 2, dan seterusnya, lalu di akhir novel tersebut akan disebutkan sambil lalu bahwa A akhirnya begini, B akhirnya begitu, dll. Kass dan Kamille memiliki pemecahan masalah bersama, yang mengakibatkan bersatunya juga ke empat wanita ini dalam sebuah keluarga. Tapi sayangnya Kyle yang memiliki masalah jatuh cinta dengan saudara tirinya, Benjy, dan Kat yang menemukan dompet mantan suaminya di Irvine, tidak terselesaikan dengan baik di akhir cerita. Padahal saya bersemangat sekali ketika muncul masalah baru di hidup Kat, tapi ternyata cuma kekhawatiran aja yang dipotret dalam cerita ini. Penjelasannya menguap ke udara. Singkatnya, konfliknya bagus, namun penyelesaiannya ada yang tidak memuaskan.

Selain itu, sedikit banyak saya kagum dengan pencitraan karakternya. Tipikal satu keluarga yang karakternya berbeda beda dan bertolak belakang, tapi salutnya ceritanya tidak dibikin lebay, rumit, ataupun frontal. Perselisihan Kamille dan Kass pun hanya sedikit menimbulkan perpecahan (*apa sengaja biar bukunya ga nambah tebel ya*).

Ukuran buku, font, dan spacing buku ini juga saya suka banget. Agak sedikit rapat untuk marginnya, tapi justru ini yang membedakan buku ini diantara buku chicklit lain berukuran sama (*yang biasanya terbitan Gramedia*), dan entah kenapa saya suka. Menimbulkan kesan minimalis gitu.

Overall, saya menikmati buku ini, dan sedikit kagum. Tujuh anggota keluarga yang tidak terlalu dekat (misalnya saja, sedikit dialog bersinggungan antara Kamille dan Benjy/Bree yang diceritakan dibuku ini), tapi mereka bisa saling nyaman berada satu sama lain. Asal usul judul buku ini Dollhouse, menurut saya mengacu ke bagian ketika Kass mengingat dulu ia sering main rumah boneka (seingat saya rumah barbie) bersama Kamille. Dan karena dibuku ini Kamille dan Kass yang paling ditonjolkan, cukuplah untuk mewakili judul buku ini. Jika penamaan judulnya ditunjukkan untuk mengacu pada rumah yang ditempati keluarga itu, menurut saya ceritanya jadi agak gagal. Karena disini tidak terlalu banyak membicarakan rumah mereka




My Rating :

3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it

[Book Review] Laboratorium Liana


Laboratorium Liana by Kecil-Kecil Punya Karya, Liana

Publisher : DAR! Mizan
Format : Paperback, less than 200 pages
Source : Reading at Gramedia Pondok Gede [I do not own the copy]
Genre : Children, Sci-Fi

Liana memiliki tempat istimewa berlantai dua. Lantai bawah untuk menyimpan biantang dan informasi tentang spesies binatang serta tanaman. Ruang ini disebut juga Ruang Informasi. Lantai atas untuk menyimpan meja panjang. Biasa disebut Meja Eksperimen.

Selain itu, ada Ruang Eksperimen tempat menyimpan peralatan eksperimen: Jaket, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu khusus, dan perkakas.
Suatu sore, Liana memikirkan cara agar Sheza kapok. “AHA! Aku tahu, bikin “Bedak Kebohongan!”


Ooow, berhasilkah Liana membuat “Bedak Kebohongan?” Siapakah Sheeza? Kenapa Liana berniat membuat Sheeza kapok?


Buy this book on : BukuKita  || Mizan
Read this book for free: contact me
_______________________

Satu lagi serial anak bergenre fantasi dari DAR! Mizan. Ceritanya tentang Liana, gadis kecil yang punya banyak ide untuk menemukan alat alat serba canggih dan praktis di laboratoriumnya. Bersama kedua adik dan teman temannya, Liana mengalami banyak petualangan seru! Ada capung selam, kacamata super, permen karet pembuka rahasia, dan lain lain. Liana menggunakan kemampuan bereksperimennya untuk membantu keluarga dan teman temannya.

Ceritanya sendiri terbagi atas beberapa cerita pendek yang ringan. Tak sampai 1 jam saya selesai membacanya (maklum lah, jumlah halaman dalam serial KKPK DAR! Mizan hanya sekitar 90-100 halaman). Untuk itulah, ketipisan buku dan kepolosan ceritanya membuat saya suka membaca children literature ini. Sayangnya, di buku satu ini banyak sekali tokoh yang ‘dimuntahkan’. Setiap babnya Liana punya teman yang berbeda-beda, sehingga saya agak bingung juga gimana nentuin karakter tokohnya.


Untuk pemilihan covernya, saya sukaaa banget. Keliatannya kayak cover manga yang fun. Pas untuk menggambarkan bacaan anak anak, dan keliatan sesuai dengan karakter Liana yang sweet smart, fun, and sporty.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] Jewel of Atlantis

Jewel of Atlantis (Atlantis #2) by Gena Showalter
3.96 / 5 (4,955 ratings)

Publisher :VioletBooks
Translator : Deasy Ekawati
Release Date : June 10th 2010 by Violet Books (first published February 1st 2006)
Format : Paperback, 425 pages
Source : Rak obral Gramedia Pondok Gede
Genre : Supernatural, Adult

Temukanlah Atlantis, dunia menakjubkan yang didiami oleh makhluk-makhluk ajaib dan penuh godaan menggetarkan….

Seisi Atlantis mencari-cari Permata Dunamis, yang menurut legenda dapat menaklukkan musuh mana pun. Grayson James, seorang agen dari Biro Investigasi Dunia Lain yang sangat rahasia, diperintahkan untuk menjauhkan permata itu dari tangan-tangan yang salah—atau menghancurkannya. Apa yang tidak diketahuinya adalah bahwa sang permata itu ternyata seorang gadis, bukan batu mulia! Begitu ia bertemu dengan permata yang sangat berharga ini, menghancurkannya menjadi hal yang tak terbayangkan olehnya….

Jewel, separuh dewi dan separuh peramal, membutuhkan bantuan Gray untuk memperoleh kebebasannya kembali. Gray membutuhkan kebijaksanaan Jewel untuk menembus Negeri Atlantis yang dipenuhi monster.

Namun kebutuhan berkembang menjadi cinta membara sementara mereka bertarung melawan manusia naga, vampir, dan monster—dan memperjuangkan masa depan yang tampaknya mustahil…


Buy this book on : BukuKita  || Amazon  || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

To the point, saya sebelumnya tidak pernah membaca novel yang se-vulgar ini.. Biasanya di novel-novel lain, cukup hanya beberapa halaman, atau langsung dipotong prosesnya. Sedangkan di buku dengan ketebalan 300an halaman ini, dari awal sampai akhir isinya selalu fokus dengan ketertarikan fisik antara Gray & Jewel.

Saya tau novel Harlequin juga memiliki content serupa, tapi setidaknya setau saya di novel penerbit tersebut (itupun juga baru 1 buku yang saya baca setengah), isinya tidak melulu soal kaitan fisik tokoh wanita dan laki laki. Well, katakan saja bahwa saya salah mengira genre buku ini ketika awal membeli.

Meskipun begitu, sangat disayangkan padahal sebenarnya ide ceritanya bagus, dan unsur fantasinya banyak sekali, seperti cerita Harry Potter. Banyak makhluk-makhluk supernatural di dunia Atlantis, namun sayangnya penulis tidak terlalu mengeksplorasi tokoh-tokoh yang ada. Seperti yang sudah saya sebutkan, semuanya selalu berpusat pada pikiran Gray yang kotor terhadap Jewel. Duh, definitely not my favorite genre.




My Rating :

1.5 stars - I hated this book, save yourself the torture of reading it

July Giveaway

Bismillah..

In order for some things happened, I decided to make a giveaway again. Kali ini, bukunya sengaja saya tawarkan sendiri, karena saya selain ingin promosi Blogger Buku Indonesia, juga ingin menyebarkan hikmah dari sebuah buku. Jadi, saya ingin menghadiahkan Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya penulis Tere Liye yang tentunya selain ceritanya bagus sekali, juga punya banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Simak dulu overview bukunya ya..

The first time I was interested with this book was because of the timeline of this book. Oke, pertama kali liat covernya sih saya jadi suka, ditambah lagi saya sehabis membaca Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, yang membuat saya menambahkan Tere Liye dalam daftar penulis yang saya penasaran-in buku-bukunya. Tapi, benar-benar ingin membeli buku ini pas baca di sebuah review buku kalau buku ini menceritakan tentang seorang cewek yang lagi duduk galau di toko buku, lalu dia mengingat seluruh kenangan manisnya hanya dalam beberapa jam ke depan. And because of I was a lover of sadness that time, saya jadi penasaran emangnya apa sih yang terjadi sama cewek itu sampai-sampai dia itu jadi "saya banget-jaman dulu", suka mikir-mikir galau yang tidak jelas dan terlalu jauh.

And after reading this book, do not ever think that this book is just an usual romance book like others. Salah satu yang bikin beda adalah akhir ceritanya. It's a beautiful sad ending. Penulisannya pun masih cantik sekali, dan memang setiap buku Tere Liye seperti memiliki hati dan jiwa tersendiri. I really could feel what the main character feels, and the plot is also beautifully narrative that I could drown in the story even after I closed the book for a while when I was reading it (reading break).




Selain itu, saya juga ingin mempromosikan Komunitas Blogger Buku Indonesia, yang anggotanya sekarang berjumlah sekitar 150 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak yang sudah saya dapatkan dari Komunitas Blogger Buku Indonesia ini, selain teman-teman baru, juga buku-buku gratis untuk direview dari penerbit. 



Jadi, ada satu buah buku Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dari koleksi pribadi untuk dikirim ke satu orang pemenang (bebas ongkos kirim). Syaratnya tentunya kamu harus tinggal di Indonesia, dan mengisi form Rafflecopter di bawah ini sesuai intruksi yang saya berikan.
Jika ada pertanyaan seputar giveaway ini atau seputar buku, silakan kirim email ke fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com


Caranya
Sign in form rafflecopter di bawah ini: masukkan nama, email atau username facebook yang bisa dihubungi
Wajib follow blog & twitter, lalu masukkan data yang diminta ke dalam kotak (untuk saya cek)
Lainnya optional (subscribe email, follow goodreads, tweet giveaway each day, dll), namun semakin banyak mengisi entry, maka kesempatan menang semakin besar
Jangka waktu pengisian form berlangsung tanggal 01-07-2013 pukul 12.00 WIB s/d 31-07-2013 pukul 12.00 WIB
Pengumuman yang terpilih paling lambat 08 Agustus 2013
I'll be checking all entries..


a Rafflecopter giveaway

Wednesday, June 26, 2013

Osteoblasts To The Rescue +GIVEAWAY [INTERNATIONAL]

Osteoblasts To The Rescue (Human Body Detectives #4) by Heather Manley

Publisher: CreateSpace Independent Publishing Platform
Date Released: June 14, 2013

Serial Website: HumanBodyDetectives
Author Website: Dr. Heather
Facebook // Twitter

Genre : Children, Science

Merrin and Pearl are at it again! This time these two young Human Body Detectives are exploring the skeletal system.
With the ability to jump in and examine the various systems in the body, Merrin and Pearl’s adventures are fun stories and helpful tools to educate children.


In Osteoblasts to the Rescue, Merrin and Pearl navigate their friend, Lily’s, broken arm and learn all about bones.


As the fourth in The Human Body Detectives series, Osteoblasts to the Rescue can also stand alone as a book that’s sure to inform, engage, and inspire readers of all ages.


Buy this book on: Amazon 
_______________________


I should admit that my first impression after I read this book is that I'm really happy I found this book and read it. I never had a thought before that children books can be enjoyable and knowledge-able. I highly recommended for you to read, especially for children.

I haven't read the previous books, and the first time I got into the story, I think this book will be as the same as the other children story, which tells about human body, etc. "Okay, this must be bright, but also will not be easy to read because it contains science-thing. But as long as I don't think too much about the explanation, it will be okay."

But at last I did not get bored reading this book, with a cheerful illustration and some jokes. At the end of the book, Dr. Heather put some jokes about Human Body. I love this part, and it makes me added one more star for this book. Also, the only-27-pages makes this book easy to read and I recommended it for you at any age if you want to read something simple, cheerful, and knowledgeable reading. Especially for me who ain't native English speaker, this book is fun and easy to read. Unfortunately, since I don't like science and it's still hard for me to learn about bones, I should reduce a half star for this book.

And also, I highly recommend for the student who is studying about bones. There is exercise for them to do. And good for you to memorize things with a story, which is unusual than learn from the textbooks.

Here are some jokes;

Why does milk taste so good? Because it has calci-YUM!
What do skeletons say before they begin eating?

Bone appétit!




My Rating :

3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it


Enter to win $25 Amazon Gift Card or Paypal Cash!

a Rafflecopter giveaway

Wednesday, June 19, 2013

Veil of Roses - Laura Fitzgerald



Tamila Soroush menginginkan semuanya. Tetapi di Republik Islam Iran, mimpi dianggap berbahaya bagi seorang gadis. Tami memendam semua mimpi itu... hingga tiba hari ulang tahunnya yang ke-27, ketika orangtuanya membelikan tiket sekali jalan ke Amerika, dengan harapan dia bisa “pergi dan mengejar nasibnya”. Jika harapan mereka terkabul, Tami tidak akan pernah kembali ke Iran... yang berarti dia hanya punya waktu tiga bulan untuk mendapatkan suami di Amerika. Tiga bulan sebelum dia dipulangkan untuk selamanya.

Dari bra Victoria Secret-nya yang pertama sampai pengalaman membonceng sepeda motor dan melakukan line dance untuk pertama kalinya, Tami mereguk kebebasan sebagai gadis Amerika. Terdorong minatnya di bidang fotografi, dia bahkan melanjutkan petualangan ke dunia film. Tetapi dia dibayangi kenyataan dia harus bersedia dijodohkan sebelum visanya kedaluwarsa. Yang lebih menyulitkan, persahabatannya dengan Ike, pemuda Amerika, telah berkembang semakin kuat. Dan semakin sulit bagi Tami untuk mengabaikan perasaannya yang terlarang terhadap pria itu.

Di kursus bahasa Inggris yang diikutinyalah Tami menemukan pendukung. Dengan dorongan dari Eva yang keras kepala, Nadia yang setia, serta Agata dan Josef—yang tengah merajut kisah cinta mereka sendiri, mungkin Tami masih bisa terus bermimpi—dan menemukan jalannya untuk tinggal di Amerika.


Comments
Gak tau apakah harus kagum atau kesel sama buku ini. Saya suka sih sama tema wanita muslimnya, tapi di cerita ini, penulis seakan akan nunjukkin kalau jadi muslimah itu banyak batasannya. Menurut saya banyak informasi tentang Islam yang diartikan salah oleh penulis. Misalnya, kalau jilbab itu dianggap belenggu oleh wanita muslimah, terutama di Iran. How dare she says that! Saya kesel banget sama pencitraan salah tentang Islam yang diceritakan buku ini.

Rose - Sinta Yudisia



Karena mawar itu berduri, maka ia mampu menjaga keindahan kuntum-kuntumnya. Tetapi, Mawar, gadis tomboy sekaligus jago karate yang senang mendaki gunung ini, tak hanya dituntut menjaga dirinya sendiri. Ia harus mengembalikan kehormatan keluarganya yang tercabik-cabik.

Ketika Cempaka, Sang Kakak nan cantik dan menjadi idola semua pria bermaksud menggugurkan bayi dari hasil hubungan di luar nikahnya, Mawar menentang keras. Ketika si bayi akhirnya lahir dan Cempaka mencampakkannya, Mawar pun merawat Yasmin, si bayi itu. Ia rela orang-orang mengira bahwa Yasmin adalah anaknya, padahal ia tak bersuami, sementara Cempaka, melenggang dalam karirnya tanpa ada yang mencurigai asal-usulnya.

Ketika sang ibu terjebak dalam lilitan hutang, yang membuat rumah mereka disita dan mereka semua harus pergi dari rumah antik peninggalan almarhum ayah mereka, Mawar pun memimpin kebangkitan keluarga dengan bersusah-payah mencari nafkah.

Bahkan, Mawar pula yang berjuang keras membiayai kuliah Melati, adiknya yang bungsu di Fakultas Kedokteran, sementara kuliahnya sendiri terlantar, karena sibuk bekerja.
Bagaimana jika semua pengorbanan itu seperti tak mendapatkan balasan?

Comments
Ceritanya beralur lambat dengan gaya penceritaannya yang agak kurang mengalir. Entahlah, saya kurang menikmati aja bacanya. Konfliknya berlapis-lapis, agak complicated dan menurut saya jadi agak terlalu tragis. Meskipun begitu, banyak quote yang bisa diambil dari cerita ini, terutama untuk anak perempuan, since tokohnya didominasi oleh perempuan. Ya, mungkin disitulah kekaguman saya, bahwa ceritanya menyajikan karakter-karakter perempuan tangguh yang menghadapi masalahnya masing-masing dan disatukan kembali dengan tali kekeluargaan.

[Book Review] Scaredy Kat

Scaredy Kat (Suddenly Supernatural #2) by Elizabeth Cody Kimmel
3.92 / 5 (452 ratings)
Publisher : Atria
Translator : Barokah Ruziati
Release Date : July 2011 by Atria (first published 2009)
Format : Paperback, 168 pages
Source : Pesta Buku Murah Senayan, less than 20k
Genre : Children, Supernatural

Kat Si Medium Penakut (Scaredy Kat)
Kat bisa melihat hantu, dan dia tidak senang dengan fakta itu. Kemudian, yang membuat itu lebih parah, arwah-arwah itu juga dapat melihatnya. Bahkan, mereka malah mengantre agar bisa dilihat oleh Kat.

Sebuah tulisan di jendela rumah kosong di sebelah rumahnya telah membuat Kat menjadi seorang penyusup. Dengan rasa penasaran, dia menjelajahi rumah itu dan bertemu arwah lelaki yang beringas, serta arwah seorang bocah lelaki yang terperangkap di dunia ambang dan membutuhkan pertolongannya.

Arwah lelaki itu membuat Kat ketakutan. Dan walaupun Jac, sahabatnya, sangat bersemangat dengan kemungkinan berhadapan dengan pengalaman supernatural, Kat tidak yakin apakah dia ingin menolong bocah itu – bahkan, walaupun dia berniat untuk melakukannya.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon  || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Hampir mirip dengan seri Mediatornya Meg Cabot, hanya saja tanpa ada unsur romantisme. Dan karena saya baru baca The Vampire Academy sebelum baca buku ini, saya jadi nangkep kemiripan, sama-sama ada adegan horornya. Yang bikin saya takut adalah ketika Kat masuk rumah itu untuk kedua kalinya trus digangguin, pintu lemari kebuka sendiri, ada suara kursi diseret, wuaa…serem.

Padahal sebenernya gak serem serem banget. Seperti mediator, hantunya itu jahat, mungkin agak sedikit caper juga. Oh ya! Satu lagi novel yang bertipe serupa. Riley Bloom. Dan satu lagi dari penulis Indonesia, mbak Lia A dalam seri Seoulmate. Secara, kerjaan Riley, Suze (The Mediator), Kim Sun (Seoulmate) dan Kat (Suddenly Supernatural), adalah ngebujukin hantu hantu yang berkeliaran supaya move on ke alam baka. Makanya meskipun menceritakan hantu, gak sehoror Goosebumps, karena hantu disini digambarkan lebih ke unsur psikologisnya, bukan keseremannya. Mereka itu ogah melanjutkan hidupnya di akhirat, karena masih punya urusan didunia atau karena masih pengen main-main di dunia. Jadi paling mereka itu ngamuk-ngamuk, nakut nakutin, tapi pada akhirnya mereka sama aja kaya manusia biasa yang masih hidup. Beda sama hantunya Goosebumps yang emang ada untuk meneror dan menakuti nakuti.

Disini, Kat menolong Tank, yang sosok hantunya dia temui di rumah kosong sebelah rumahnya. Namun entah kenapa, saya kurang menikmati ceritanya. Mungkin karena karakternya kurang kuat, atau ceritanya terlalu biasa, atau karena terjemahannya. Yang jelas meskipun bergenre serupa dan tebal bukunya sama, cerita ini gak semenarik dan seseru Riley Bloom. Suddenly Supernatural lebih ke children literature karena ceritanya simpel, sederhana, dan bahasanya ringan, sedangkan Riley Bloom lebih ke Young Adult, meskipun seinget saya usia tokohnya sepantaran, atau tidak beda jauh.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] Dark Reunion

Dark Reunion (The Vampire Diaries #4) by L.J. Smith
3.62 / 5 (10,786 ratings)
Publisher : Atria
Translator : Nengah Krisnarini
Release Date : March 22nd 2011 by Penerbit Atria (first published 1991)
Format : Paperback, 321 pages
Source : Pesta Buku Murah Senayan, less than 25k
Genre : Paranormal Fantasy

Elena sudah meninggal dunia. Stefan pergi meninggalkan Fell’s Church. Selama enam bulan penduduk Fell’s Church berusaha menjalani kehidupan dengan normal. Sampai suatu malam, pesta kecil yang diadakan di rumah Caroline untuk merayakan ulang tahun Meredith berakhir tragis. Lagi-lagi Fell’s Church dicekam oleh teror makhluk gaib yang jahat.

Stefan pun menepati janji cintanya kepada Elena dan kembali ke Fell’s Church untuk menghadapi makhluk paling mengerikan yang pernah dihadapinya. Damon, yang dulu menganggap adiknya musuh, turut serta bersama Stefan untuk membantunya menghadapi teror ini dengan kekuatan, kelicikan, serta pesonanya yang mematikan


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Gak nyangka kalo buku ini bisa sedikit menyeramkan. Kirain ceritanya bakalan seperti Twilight/Vampire Academy yang menegangkan, seru, dan romantis saja ditambah sedikit humor. Ternyata..suasana pas baca ini beda banget sama Twilight/Vampire Academy. Sedikit lebih horor dan sadis. Karakternya sendiri ga ada yang kuat, semuanya biasa aja dan ga ada yang menonjol menurut saya, yang membuat buku ini asyik namun "biasa aja".

Diantara Bonnie, Meredith, Math, Stefan, dan Damon, saya lebih suka Meredith & Damon namun sayangnya gak banyak informasi yang bisa diketahui dari mereka. Entah karena saya langsung baca buku ke empat dari serial ini, saya merasa ceritanya jadi gak punya feel, gak banyak eksplorasi (*salah sendiri kenapa langsung baca buku keempat*). The plot is similar with Supernatural novels, like you are watching a TV series, which has an own ending this time, but still has a feeling that tomorrow will be continued with another ending.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] I Do (But I Don't)

I Do (But I Don't) (Crandell Sisters #1) by Cara Lockwood
3.62 / 5 (3,936 ratings)

Publisher : Elex Media
Translator : Shandy Tan
Release Date : October 3rd 2012 by Elex Media Komputindo (first published 2003)
Format : Paperback, 424 pages
Source : Gramedia Pondok Gede, Rp 59,800
Genre : Contemporary Romance, YA

Lauren Crandell adalah perencana pernikahan sempurna: gila kerapian dan sangat teratur, sangat tangkas menangani semua masalah darurat yang berhubungan dengan hari pernikahan. Sementara itu, percintaannya sendiri perlu dihidupkan kembali setelah bercerai dari suaminya. Sampai suatu ketika, petugas pemadam kebakaran bernama Nick Corona datang untuk menyelamatkan keadaan, dua kali pula!

Nick yang cakep dan seksi rupanya bersikeras membuat situasi bertambah buruk di antara mereka berdua. Lauren juga masih harus berjuang memuaskan kliennya yang paling menantang, yaitu Darla Tendaski, si Pengantin Senewen yang cantik, licik, dan keji. Dia sekaligus harus mencegah agar hari istimewa Darla tidak berubah menjadi bencana. Ditambah kesalahpahaman sinting yang membuatnya patah semangat, sementara kehidupan karier dan cintanya dalam bahaya, si perencana pernikahan mungkin harus belajar bahwa dia tak bisa merencanakan segala hal, terutama cinta sejati.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Cara Lockwood menjadi salah satu penulis Young Adult Romance favorit saya. Pertama, karena cover terjemahannya yang lucu, kedua karena ceritanya bisa dinikmati. Bukunya tebel, ukurannya pun lebih besar drpd chicklit biasa, menimbulkan suasana membaca YA Romance yang baru bagi saya. Jadi gak sabar pengen ngoleksi bukunya.

Lauren Crandell ini agak mirip Bridget Jones, dan disinilah yang saya gak suka. Cerita awalnya is okay meskipun rada kecewa juga sih karena penggambaran tokohnya itu jelek banget. Lauren itu digambarkan sebagai sosok pertengahan yang penampilannya biasa aja, rambutnya mengerikan, dan fisiknya gak lebih menarik dibanding perempuan lain. Di dua per lima isi buku, Lauren mulai bertingkah seperti Bridget Jones yang terlalu tragis, mengasihani diri sendiri, punya krisis percaya diri yang parah, mentingin kekurangan dirinya sendiri ampe lebay banget, makanya saya jadi ngerasa kaya baca ulang kisah Bridget Jones. Untungnya, separuh kebelakang, Lauren udah mulai netral lagi.

Ternyata buku ini merupakan buku pertama dari seri Crandell Sisters. Namun yang baru terbit buku pertamanya ini. Saya menantikan buku kedua versi bahasa Indonesianya, karena saya lebih menyukai karakter Lilly (adik Lauren).

Konflik yang dihadapi Lauren juga pas banget untuk novel bergenre YA Contemporary Romance, dan mudah dimengerti. Meskipun ketika pertama kali baca sinopsisnya, saya fikir Darla itu wanita yang luar biasa liciknya, seperti Venetia Carter-nya Rebecca Bloomwood. Tapi ternyata, Darla itu gak jahat jahat amat kok. Malah saya suka sama karakter Darla, karena dia salah satu yang mendengarkan dan mempercayai Lauren (disamping sahabatnya, Dianne). Salah satu adegan bahkan bisa mengaduk emosi saya, yaitu ketika Lauren dan Darla bertengkar. Waktu denger kata kata Darla, saya marah banget, tersinggung, sakit hati, dan rasanya pengen nangis.

“Kau membuatku muak. Kau dengan semua yang kau sia-siakan membuatku muak. Demi semua uang di dunia sekalipun, aku tak mau jadi dirimu…” (hal. 280)



My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] The Demon Dentist

The Demon Dentist (Mr. Midnight #8) by James Lee
4.15 / 5 (130 ratings)

Publisher : Genera Publishing
Release Date : February 6th 2013 by Elex Media Komputindo (first published 1986)
Format : Paperback, less than 200 pages
Source : Read at Gramedia Pondok Gede [I do not own the copy]
Genre : Horror

Turn off your lights, get ready for frights! When the clock strikes midnight and the moon’s full and bright, it’s time for dread and fear. For Mr. Midnight is here with two stories, double the danger and twice the terror! STORY #1: After Yi Shuo and his friends visit the school dentist, strange voices come out of their mouths. What has the mysterious Dr Dredd, THE DEMON DENTIST, done to them? STORY #2: When Nicholas Liao goes to the zoo, he discovers that all the animals have vanished and an evil phantom has taken over. You’ll be screaming on every page of WHO STOLE THE ZOO?


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Way down too far from Goosebumps. Dengan cover, judul, dan genrenya, saya pikir buku ini adalah pengganti yang setara dengan Goosebumps di jaman saya kecil dulu. I think Goosebumps is better than Mr. Midnight.

Apa ya yang membedakannya dengan Goosebumps? Dari ceritanya aja udah beda serunya. Lebih horor. Cerita di Goosebumps itu bener bener creepy, dan kalopun horornya ada yang aneh, RL Stine bisa mengkompensasikannya dengan penceritaan yang menegangkan dan menakutkan. Jadi saya gak punya waktu untuk mikir ‘ih apaan sih nih ceritanya’.

Sedangkan utk Mr. Midnight (meskipun saya baru baca 1 bukunya), ceritanya agak norak, aneh, kekanak kanakan, dan ga kurang creepy. Fantasinya pun ga sebanding dengan cerita anak anak lain seperti karya Roald Dahl, misalnya. Karakternya juga tipikal: sekelompok anak yang terjebak dalam sesuatu yang aneh, jahat, lalu salah satunya jadi pahlawan dan cerita selesai. Antagonisnya adalah makhluk jahat, alien, ada invasi, dan bisa dikalahin dengan mudah. Duh.

However, ini kesan saya ketika pertama kali membaca salah satu bukunya.




My Rating :

2 stars - I didn't really like this book, and wouldn't recommend it

[Book Review] Nights In Rodanthe

Nights In Rodanthe by Nicholas Sparks
3.76 / 5 (77,564 ratings)

Publisher: Gramedia
Translator: Marina Suksmono
Release Date: 2006 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 2002)
Format: Paperback, 308 pages
Source: Free from a giveaway (sent by Biondy)
Genre: Romance, Adult Fiction

Kisah yang menyentuh hati, tentang harapan, suka cita, dan, memaafkan, dan bahwa cinta bisa datang setiap saat, tak mengenal waktu dan usia, sering kali justru pada saat tidak diharapkan.

Pada usia 45 tahun, Adrienne Willis mesti menata kembali hidupnya setelah suaminya meninggalkannya untuk wanita yang lebih muda. Masih dengan kesedihan mendalam, ia menerima tawaran seorang teman untuk menjaga penginapan di Rodanthe, kota pantai kecil di Carolina Utara.

Ketika badai besar mengarah ke kota itu, tampaknya Adrienne akan terisolasi di sana, namun ternyata ada seorang tamu yang datang. Paul Flanner. Paul, dokter berusia 54 tahun, telah menjual prakteknya dan datang ke Rodanthe untuk berdamai dengan dirinya dan masa lalunya. Dua orang yang sama-sama “terluka” ini menemukan penghiburan satu sama lain, dan kebersamaan pada satu akhir minggu itu mengubah banyak hal dalam hidup mereka.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Wah satu kata yang bisa menggambarkan perasaan saya abis selesai baca buku ini: unexpected. Berhubung saya gak begitu suka sama cerita romance ibu-ibu (maksud saya, novel romance yang tokohnya melampaui usia Young Adult), ternyata buku ini jauh diluar perkiraan saya, Saya pikir ceritanya bakal ngebosenin, boring, ga ada gunanya, bla bla bla, ternyataa..

Entah kenapa pas saya nulis review tentang buku ini, jadi keinget Gadis Jeruknya Jostein Gaarder. Dan baru nyadar kalo ceritanya agak agak mirip. Lucunya, pas baca synopsis buku ini (sebelum baca bukunya), saya keinget novel Maya nya Josten Gaarder juga. Ceritanya sama sama tentang orang yang pergi ke suatu tempat untuk melarikan diri karena suatu peristiwa.


Kisahnya ringan, mengalir, awal awalnya sempet bosan tapi pas Adrienne mulai cerita sama Amanda, jadi deh mulai seru ceritanya. Trus dari situ banyak pelajaran hidup berhamburan tentang kisah Adrienne & Paul. Ending cerita Adrienne emang sudah ketebak, tapi pas bener bener sampe ke bagian itu, saya tetep merasa 'tertohok' juga.. Saya merasa ngerti banget perasaan Adrienne, kehilangan seseorang dengan cara seperti itu. Dan sikapnya selama ini, bagaimana dia nerima berita tentang Paul, gimana caranya dia kembali melanjutkan hidupnya setelah kepergian Paul, dan keputusannya untuk gak bilang sama siapa siapa kecuali ayahnya. Lalu, disaat yang tepat, bisa memuntahkan semua kenangan itu untuk Amanda, anaknya.


Saya agak canggung juga sih baca kisah percintaan Adrienne – Paul. Soalnya terlalu serius (mungkin juga karena mereka juga karakternya udah dewasa dan malah hampir dibilang sudah mau kakek-nenek). Sekali lagi, saya jarang baca buku berjenis kaya gini. Membacanya seperti meniti di atas jembatan yang rapuh. Saya juga suka selipan kisah Robert dan istrinya yang meninggal. Membuat saya berfikir, betapa sempitnya pandangan manusia terhadap kehidupan orang lain.




My Rating :

3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it

Tuesday, June 18, 2013

[Book Review] SeoulMate - Lia Indra Andriana


Ketika kenyataan menentangmu untuk terus berharap

Sebuah harapan untuk bertemu kembali dengan seorang pria telah memaksa Kim Sun menggunakan kemampuannya berkomunikasi dengan hantu. Ia memutuskan menjadi mate dan bergabung dalam sebuah organisasi ‘penyalur hantu’ bernama SeoulMate yang menerima proposal permintaan bantuan dari manusia. Sebagai mate, ia bertugas menjaga serta membantu soul atau hantu yang bergabung dalam SeoulMate untuk melaksanakan proposal dari para klien SeoulMate.

Tak disangka, Sun ditugaskan menjaga soul yang amnesia! Hantu baru ini sama sekali tidak mengingat kehidupan manusianya dan terus mendesak Sun untuk membantu menemukan asal-usulnya. Sun tidak habis pikir bagaimana dia dan Jang—nama yang dia berikan untuk soul-nya—dapat menyelesaikan proposal klien jika mereka selalu bertengkar.

Namun, semuanya berjalan di luar dugaan. Tanpa disadari, sengatan-sengatan perasaan aneh yang disebut cinta itu mulai tumbuh antara Sun dan Jang.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah kenyataan menghadapkan Jang kepada pilihan, antara tetap menjadi soul yang menjalin cinta abnormal dengan Sun atau menuju tempat yang wajar bagi para hantu dan menghilang dari kehidupan gadisnya....

Comments
Saya tertarik beli buku mbak Lia ini karena sinopsisnya lucu, unik dan kayaknya seru. Dan emang ternyata baguuuuus banget ceritanya. Saya suka.
Ceritanya itu tentang Sun yang bisa ngeliat makhluk halus. Nah, tugas Sun ini layaknya mediator-mediator lain yaitu membujuk si arwah gentayangan untuk kembali ke dunia asalnya. Di sini, dia berpasangan sama Jang, hantu baru. Saya suka karena petualangan yang dialami Sun & Jang dalam membujuk hantu-hantu itu seru, juga hubungan cintanya Sun & Jang juga keren.
Meskipun ceritanya bertema Korea dan penulisnya dari Indonesia, buku ini nggak kalah bagus dari novel-novel Korea lainnya. Bahkan menurut saya, ini adalah cerita bertema Korea yang paling saya sukai.
Overall recommended banget untuk penyuka K-Lit.

Mencoba Sukses - Adhitya Mulya


“Scene 40 take 4!”
Semua hening dan camera rolling.
Tiga puluh detik berlalu.
Enam puluh detik berlalu.
Tiga menit berlalu.
“CUTTTT!!!! LO NGAPAIN LAGI SIH, CONG?” tanya Sutradara emosi.
“Penghayatan, Men. Bunuh orang kan gak gampang. Nyawa orang itu berharga.”
“Lha, tukang bajaj kemaren?”
“Itu sih gue laper,” ujar Pocong tanpa merasa bersalah.
“GAK PAKE PENGHAYATAN, CONG. BUNUH AJA LANGSUNG! INGET, TIGA PULUH DETIK!!”
“Kayaknya gue gak bisa.”
“KENAPAAAAAAAAAAA???”
“Nih ya gue jelasin. Waktu Christine Hakim main di Pasir Berbisik, untuk menyiapkan mental adegan bunuh orang, dia butuh enam jam, Men.”
“TRUS, MAU LO APA?”
“Gue butuh dua belas jam.”
“LAKUIN SEKARANG! LAKUIN SEKARANG JUGA! LAKUIN ATO GUE SURUH SEMUA ORANG DI SINI NGAJI BIAR LO BERASEP!”

Ketika dunia perfilman mengandalkan tokoh dari dunia lain untuk memerankan aktor utama, kehadiran sosok Pocong kemudian menghancurkan semua imajinasi para pembuat film. Ditemani sahabatnya, Babi Ngepet, Pocong akan membuat kita terbahak-bahak lewat kisahnya mempertahankan eksistensi di jagat industri film.

Comments
Hahaha saya ketawa-tawa baca buku ini. Penulis mencampurkan dunia horor dengan dunia komedi dengan gaya penulisan yang mengalir. Meskipun temanya odong dan bahasa penulisannya gaul, gak ada kesan nanggung, dan saya juga ngerasainnya ceritanya lepas aja gitu, nggak maksa.
Overall buku ini oke banget buat selingan humor atau yang emang suka cerita-cerita komedi gitu.

I For You - Orizuka


Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.

Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu....


Comments
So far, ini novel romance terjemahan yang saya suka diantara yang lainnya. Saya suka sama Cessa & Benji, mereka itu kayak apa ya....hmmm best friend forever yang so sweet banget. Saya kurang suka sama konflik cintanya sih, menurut saya kurang greget, cuma cemburu-cemburuan gitu, tapi saya suka pembentukan karakter Cessa, gimana dia bisa trauma sama orang miskin, gimana dia bisa kena penyakit yang dideritanya, kenapa dia deket banget sama Benji. Overall ceritanya nggak biasa, dan kesan fairy talenya kuat banget di buku ini, makanya saya suka.. :D

[Book Review] 4 Ways To Get A Wife

4 Ways to Get Married by Hyun Go Wun
3.80 / 5 (71 ratings)

Publisher : Penerbit Haru
Translator : Putu Pramania
Release Date : December 2012 
Format : Paperback, 356 pages
Source : Free Gramedia Pondok Gede, Rp 57,000
Genre : Romance, Korean

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari'istri kontrak' yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!

Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. 'Tidak ada burung pedar, ayam pun jadi.'

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

Buy this book on : BukuKita
Read this book for free: contact me
______________________________________
 
This is the second Korean-writer book I’ve ever read. And basically this is better than the previous one. Ceritanya standar aja sih ya menurut saya, seorang gadis Korea yang mandiri, tough, ketemu sama seorang laki-laki yang dia tidak suka, tapi ujung-ujungnya ntar suka. Hahaha..

Tapi, saya menikmati ceritanya. Fine-fine aja, translate-annya juga baik. Alurnya lambat sih, berasa nonton film Korea. Tokoh-tokohnya juga tidak ada yang terlalu dalem dan berkesan. Tapi kadang suka geli sendiri sama scene-scenenya. Konfliknya juga cukup oke, perebutan harta keluarga, tapi nggak begitu ditekankan secara serius. Yang jadi fokus tetap perkembangan perasaan antara Geon Hyung dan Jung Won. Oh ya, yang saya cukup sebal, ada beberapa adegan yang keliatannya maksa. Misalnya, tokoh-tokohnya tetiba bisa saling ketemu gitu. Yah, drama Korea banget lah ya. 


Overall, it’s fine, but I’m not impressed. But I highly recommend this book for Korean lover. Satu hal yang saya bingung, kenapa dikasih judul 4 Ways to Get Married ya? Perasaan saya ceritanya tidak ada hubungannya sama 4 ways.



My Rating :
3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it.

Thursday, June 13, 2013

[Book Review] Lips Touch: Three Times

Lips Touch: Three Times by Laini Taylor
3.80 / 5 (4,594 ratings)
Publisher : Ufuk
Translator : Melody Violine
Release Date : February 1st 2012 by Ufuk Publishing House (first published October 1st 2009)
Format : Paperback, 386 pages
Source : Blok M Square
Genre : Paranormal, Romance

Seorang gadis ditaksir oleh pemuda yang sangat menarik di sekolah, yang mungkin akan mengantarkannya ke dalam kematian. Seorang gadis lainnya tumbuh tanpa pernah bicara akibat kutukan iblis yang penuh dendam. Dan, seorang gadis ketiga mengetahui bahwa hidupnya dikelilingi oleh makhluk-makhluk mengerikan. Tiga gadis... Tiga ciuman... Tiga cinta… yang menakjubkan...


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

I thought this book was a paranormal romance novel. I thought I would read one story of it, from the first page to the last one of this book. I was curious about the synopsis, imagining there would be three girls as a main character. I was wrong! This book actually contains three paranormal romance short-story. Each story leads a virgin girl whose life was filled with the magical circumstances.

After I read the first and second page, I instantly felt teribbly bad for the translation. The Indonesian translation was horrible that I almost put down the book on my shelf and never read it again. But I kept reading since I thought maybe it is because the story itself is too complicated for the first chapter, so the translator made some mistakes and errors, and even some typo(s). And I was right. The more pages I read, the better translation I felt.

I love the third story of all. It's the thickest story of the three story, the best translation and the most enjoyable to read, too. Overall I did like all stories, eventhough all of the stories did not have a good starting paragraphs. Laini Taylor seems didn't know when to explain a magical world she creates, and I should enter that world alone, makes me questioning what is Druj, what is happenned before until the story starts from this situation, etc. But as I continued reading the book, I knew almost all idea of what the writer imagined.

The first story has a strong romance, while the second is more about cravings, and the last is slightly about magical creatures, and the darkest of all, and contains some adult-content like rape. I tried to compare this book to Neil Gaiman's, but since I just only read one of his book (The Graveyard Book), I don't have anything to comment except the Neil Gaiman's story is a way too far more children-able, and Lips Touch is a way too much darker. Even I think this book has the darkest story I have ever read. I will never get smile when I read it. The author made it all so confusingly mysterious.

The unique part of this book is that two of the story is taken place in India. I wonder if Laini Taylor comes from India. And there are some India names, too.


Updated: I just know this second I'm posting this review that the translator is one of my friend at BBI (Blog Book Indonesian Community). :)



My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] My Cookies

My Cookies by Jessica Larrisa

Publisher : DAR! Mizan
Format : Paperback, less than 200 pages
Source : Read at Gramedia Pondok Gede [I do not own the copy]
Genre : Children

Fefei paling tidak suka makan cookies! Kenapa, sih? Cookies, kan, rasanya enak banget. Ternyata setiap melihat cookies, Fefei selalu teringat kepada Kak Genna. Semua kenangan tentang Kak Genna membuat Fefei sedih. Siapa sesungguhnya Kak Genna? Di mana Kak Genna sekarang? Simak ceritanya dalam cerpen “ I Love You, Kak Genna”. Ceritanya sangat mengharukan, lho! Oh, iya, masih banyak cerita lain yang bisa kamu nikmati. Semuanya asyik dan bikin penasaran. Ayo, jangan sampai ketinggalan!



Akhirnya saya menemukan pola khusus dalam serial KKPK ini. Meskipun ditulis oleh anak anak yang berbeda, gaya penulisannya hampir semua sama: karakternya banyak (supporting characternya ganti ganti, padahal perannya juga ga penting), dan penggambaran pemakaian busana si karakter yang detail (mis: aku pakai leging merah menyala manik manik, dengan atasan tank top warna ungu muda bermotif bunga bunga, ditambah rompi jeans, tidak lupa memakai kalung rantai bintang cokelat dan bandana warna serupa dengan leggingku. Oh ya, aku juga pakai sepatu sendal berwarna ungu muda dengan bunga bunga ungu tua ditengahnya *perhatian: ini cuma contoh dari saya aja*). Menurut saya gak penting banget deh itu tokoh mau pake baju apa dan sedetail itu diceritainnya *ini menurut saya yang 9 tahun umurnya diatas si penulis yang belum lulus SMP ya*. Kadang saya juga mikirnya gini, ya ampun…masih kecil aja udah gaya banget ya.. Tapi tetep saya salut sama mereka, karena masih kecil udah bisa nulis dan berkarya.. Beda sama saya yang bisanya cuma ngabisin duit dan baca buku.. :)

Dibuku ini ada 7 cerita, salah satunya yang terakhir adalah pengalaman si penulis sendiri, Jessica. Cerita yang saya favoritkan adalah tentang Kurnia, yang kakinya lumpuh. Disini ada pesan dari Jessica, ‘Kecongkakan dalam hati juga dibenci oleh Tuhan’. Selain itu ada asal mula judul buku ini ‘My Cookies’, cerita tentang Feifei yang gak suka makan cookies, usut punya usut ternyata karena kakaknya, kak Gena, meninggal karena tenggelam. Cookies itu bentuknya bergelombang seperti ombak yang menenggelamkan kakaknya, makanya Feifei trauma dan gak suka cookies. Selain itu ada cerita Deannie si peri, Lynn dan Hannah yang akhirnya berteman dengan musuh mereka, Sassy, pengelaman liburan Sally dan Sheril, dan Rififa yang berubah karena punya adik bayi.




My Rating :

2,5 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] Prada and Prejudice

Prada and Prejudice by Mandy Hubbard
3.58 / 5 (3,001 ratings)

Publisher : Atria
Translator : Berliani M. Nugrahani
Release Date : July 23rd 2010 by Penerbit Atria (first published June 11th 2009)
Format : Paperback, 306 pages
Source : Pesta Buku Murah
Genre : Young Adult, Romance, Time Travel

Sepasang sepatu bagus akan membawamu ke tempat yang tak pernah kaupikirkan sebelumnya!

Callie percaya bahwa sepasang sepatu Prada akan menjadi kuncinya untuk menaklukkan London. Hanya dengan sepatu itu, keadaan akan berbalik. Dia akan menjadi populer dan teman-temannya akan mengaguminya. Dan siapa bilang mengubah keadaan tidak semudah membalikkan telapak tangan? Callie sudah membuktikannya. Gara-gara tersandung saat memakai sepatu barunya, dia terlempar ke tahun 1815!

Untunglah ada Emily, yang menerimanya dengan penuh keramahan. Tetapi, dia juga harus menghadapi Alex, sang Duke muda yang tampan namun pongah dan menyebalkan. Di tengah kekalutannya di dunia yang sama sekali asing baginya, Callie harus menyelamatkan Emily dari perjodohan paksa, juga melawan Alex yang sepertinya sangat membencinya.

Mampukah Callie melakukan tugasnya? Akankah dia berhasil kembali ke abad ini? Pakai sepatumu yang paling bagus dan ikutlah bertualang bersama Callie ke tempat yang tidak pernah kaupikirkan sebelumnya!


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Unbelieveable exiting. Saya suka banget sama ceritanya. Awalnya sempet bete sama karakter Callie yang tipikal banget cewek remaja nerd yang gak pedean, pecundang, gak punya sahabat, dlsb. Tapi pas Callie masuk ke dunia abad 19, saya mulai suka karena dia berubah jadi Rebecca yang pemberani, yang punya sahabat, dan punya cinta. Aih.. Rasanya mau banget jadi Callie. Apalagi setting tahun 1815-an nya kerasa banget, dengan gaun berenda dan korset, Duke, para pelayan, kereta kuda, dan dansa.

Saya pikir selamanya Alex akan jadi tokoh menyebalkan, dan Emily itu orang yang nyebelin yang harus dihadapi Callie di abad lain, eh ternyata mereka berdua malah menjadi 2 orang paling penting dan paling berharga buat hidup Callie. Saya berharap banget ada lanjutan buku kedua yang melanjutkan kisah percintaan Callie (/Rebecca) dan Alex abad ke 19, tapi sayangnya buku ini ditutup dengan Callie yang kembali ke abad 21. Dan coba tebak! Alex mewujudkan dirinya di abad ke 21 sebagai seorang laki laki yang ditemui Callie di suatu kelab di Inggris. Betenya lagi, hubungannya cuma sampe disitu aja, padahal saya juga penasaran banget gimana sih Alex abad ke 21? Inget gak dia sama Callie? (Mandy Hubbard, please bring Callie and Alex back!)


Baca buku ini seperti baca kisah fairy tale, tapi yang nggak ngebosenin. Jantung saya ikut ikutan deg degan ngebayangin Alex, cinta-nya Callie. Alex yang nerima Callie apa adanya karena dia unik. Alex yang seorang Duke terhormat. *meleleh*




My Rating :

4 stars - I enjoyed this book, I would recommend it

[Book Review] Prophecy of The Sisters

Prophecy of the Sisters (Prophecy of the Sisters #1) by Michelle Zink
3.59 / 5 (8,831 ratings)

Publisher : Matahati
Translator : Ida Wajdi
Release Date : March 17th 2011 by Penerbit Matahati (first published August 1st 2009)
Format : Paperback, 359 pages
Source : Blok M Square
Genre : Historical Fiction, Gothic, Supernatural

Sepeninggal sang ayah, serangkaian kejadian aneh menimpa Lia Milthorpe dan saudara kembarnya, Alice.

Diawali munculnya sebuah tanda di pergelangan tangan Lia dan berubahnya sikap Alice, mereka baru sadar terlibat ramalan kuno yang menyebabkan mereka menjadi musuh satu sama lain.

Dengan bantuan dua sahabatnya, Sonia dan Luisa, Lia mempelajari isi ramalan kuno dan baru menyadari malapetaka yang dapat ditimbulkannya. Mereka harus mencari empat Kunci yang dapat mencegah malapetaka itu. Dan Lia harus segera bertindak, sebelum Alice merintanginya…


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

*membatu nunggu kelanjutan sekuelnya*
Ini beneran keren abis. Ceritanya, karakternya, settingnya, gaya penceritaan (terjemahan)nya. Bahkan saya jadi suka namanya. Lia Milthrope. Alice Milthrope. Keren. Seru. Mendebarkan. Mengesankan.

Saya ngebayangin gimana ada sepasang saudara kembar yang sifatnya bertolak belakang. Michelle Zink bener-bener bisa banget buat karakternya. Yang satu baik dan pemaaf (tapi gak lembek, inilah yang saya suka dari Lia Milthrope. Gak lantas dia jadi sesuatu yang harus berkebalikan 100% dari sifat Alice yang keras. Yang satu lagi (Alice Milthrope) licik, jahat. Ramalan membuat mereka terpisah dan harus memusuhi satu sama lain. Yang satu jadi Gerbang, yang membangkitkan Roh pasukan iblis dan menjadi gerbang Iblis Samael keluar ke dunia untuk menghancurkan dunia, yang satu lagi jadi Garda, yang melindungi Gerbang dalam menggunakan kekuatannya.

Peran Gerbang dan Garda ini turun temurun dari keluarga Milthrope (yang perempuan). Dulu ibunya Lia (yang sudah meninggal setelah melahirkan anak ketiga, Henry) adalah sang Gerbang, dan bibi Victoria jadi sang Garda. Begitu pula para saudari yang lain. Hanya Gerbang yang paling kuat lah yang bisa memanggil Samael. Nah kalo udah kaya gini pasti ketebak dong Lia lah yang jadi sang Garda karna dia baik, dan Alice yang jadi Gerbang karena dia jahat. Tapi ternyata salah sodara sodara! Lia adalah sang Gerbang sedangkan Alice sang Garda, namun Alice menginginkan Samael sang iblis menang, meskipun harus menghancurkan Lia. *SPOILER!!*

Michelle Zink beneran bikin sebuah cerita yang sedemikian rupa nyambung dan enak diikutin, juga seru. Alice yang jahat bikin saya merinding (tapi banyak yang jatuh cinta sama karakter ini), juga peran serta Henry, adik Lia dan Alice, serta James yang dicintai Lia. Denger denger, James nanti dibuku selanjutnya jadi tunangannya Alice. Entah apa nanti peran James di buku selanjutnya dalam pertempuran Lia dan Alice.




My Rating :

4 stars - I enjoyed this book, I would recommend it

[Book Review] Invisible City

Invisible City (The Joshua Files #1) by M.G. Harris
3.75 / 5 (536 ratings)

Publisher : Gramedia
Translator : Nina
Release Date : June 2009 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2008)
Format : Paperback, 381 pages
Source : Gramedia Kramat Jati, on sale 40%
Genre : Children, Adventure

Beberapa minggu lalu, aku hanyalah cowok biasa. Cowok yang suka mendengarkan Green Day, Arctic Monkeys, dan Nirvana. Cowok yang ikut kelas capoeira dan lumayan jago melancarkan tendangan putar.

Tapi suatu hari Dad dilaporkan meninggal dalam kecelakaan pesawat, dalam salah satu perjalanannya untuk meneliti reruntuhan Maya di Meksiko. Benarkah itu kecelakaan? Kenapa email-email terakhir Dad sepertinya menunjukkan sebaliknya?


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Kebetulan banget pas lagi penasaran sama serial ini, pas lagi ada sale di gramedia. Ceritanya sendiri cukup seru, saya suka karena gak ada unsur ‘konten dewasa’nya dan petualangannya terasa sekali. Sebuah penyegaran membaca cerita anak yang penuh petualangan, seru, dan menegangkan. Mirip dengan serial Bartimaeus, tanpa ada unsur komedi di dalamnya.

Agak tercengang juga dengan tokoh Joshua yang (kalau tdk salah) baru berumur 12 tahun tapi telah terlibat sebuah petualangan yang sebegitu kompleks. Ayahnya meninggal, yang Joshua yakin ada yang aneh dengan kematian ayahnya. Email ayahnya yang membahas mengenai sebuah misteri Surat Calakmul yang diyakini merupakan petunjuk untuk menemukan Codex IX, seorang misterius yang membobol rumahnya dan mendahuluinya di took buku, serta mimpinya akan kematian kakeknya dan kata kata yang misterius; ‘Panggil sang Bakab Ix. Kadang gemes juga liat kelakuan Joshua yang kebanyakan mikir dan kayaknya lemah banget, tapi saya lalu sadar bahwa itulah yang menunjukkan bahwa Joshua itu masih tetap seorang anak kecil.

Saya kurang suka layout dan font blognya Joshua. Padahal judul seri ini Joshua Files, tapi saya kurang tertarik sama isi blognya Joshua. Angan angan saya ketika baca judul serinya ini adalah isinya seperti sekumpulan bundel, kliping atau scrapbook. Ternyata meleset jauh, hehehe.. Overall saya kurang greget sama adegan adegannya, ceritanya (atau gaya bahasanya), seperti yang saya rasakan ketika membaca Bartimaeus atau buku lain karangan Rick Riordan (yang notabene genrenya hampir serupa), tapi petualangannya terasa banget kok dan lumayan membikin penasaran untuk diikuti. Saya sih berharapnya, buku buku selanjutnya (yang skrg ada 5 buku) bisa lebih bagus dan lebih berkesan.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] Hold Me Closer, Necromancer

Hold Me Closer, Necromancer (Necromancer #1) by Lish McBride
4.03 / 5 (5,044 ratings)
Publisher : Atria
Release Date : July 2011 by atria (first published October 12th 2010)
Format : Paperback, 448 pages
Source : Pesta Buku Murah, Rp 20000
Genre : Paranormal, Fantasy

Membangkitkan mayat pastinya lebih seru daripada membalik daging burger.

Perkenalkan Sam, cowok biasa yang sedang meniti karir di dunia makanan cepat saji.

Masuk Douglas, seorang necromancer yang kuat dan keji. Douglas segera mengetahui bahwa Sam juga necromancer – yang merupakan berita baru buat Sam – dan dia sama sekali tidak senang memiliki pesaing di dunia paranormal yang sudah cukup sesak di Seattle. Sekarang, Sam menyembunyikan temannya yang sudah menjadi mayat hidup dan terkurung bersama seorang gadis serigala.

Dia hanya memiliki waktu seminggu untuk melarikan diri dari cengkeraman Douglas. Hanya satu minggu untuk menemukan cara untuk mengendalikan kekuatan misteriusnya yang terpendam.


Buy this book on : BukuKita
Read this book for free: contact me
_______________________

Bermula pada suatu shift kerja di Plumpy’s, keempat karyawan yang bersobatan; Sam, Brooke, Ramon, dan Frank ‘disapa’ seorang laki laki yang menyeramkan. Pria yang diketahui bernama Douglas ini mengincar Sam. Douglas memenggal kepala Brooke dan mengirimkannya kepada Sam sebagai peringatan. Namun kepala Brooke bisa bicara dengan mereka! Sam, Ramon dan Frank akhirnya terlibat sesuatu yang gelap dan menyeramkan, melibatkan kekuatan misterius untuk membangkitkan mayat, darah, dan anjing serigala.

Saya suka sama persahabatan antara Sam, Ramon, Frank dan Brooke. Karakter mereka gak setipikal karakter yang biasa dibuat penulis lain. Sam itu remaja biasa yang gak keren, tapi juga nggak nerd. Ramon juga bukan tipe remaja (berkebalikan dengan Sam) yang nakal, tapi juga gak terlalu jadi ‘anak manis’. Overall it was a more than little bit exciting and adventurous. Kesan saya setelah baca buku ini adalah, Ramon is a so-really sweet friend, and necromancy is cool..

Banyak adegan kekerasan dalam buku ini berhubung Douglas itu digambarkan sebagai orang yang bener bener kejam tanpa belas kasih. Scene yang paling saya sukai adalah ketika Sam membangkitkan Ed (sosok kuat yang sudah mati) dan memicu kemarahan Douglas atas kekuatan necromancy yang ternyata dimiliki Sam. Dan bagian ketika Brooke kembali ke apartemen Sam sebagai hantu. She never really leaves :’). Oh, dan bagian ketika ketiga cowok (Sam, Ramon dan Frank) berbagi ruang dan saling menjaga di apartemen Sam. Karakter terfavorit saya, tentu aja Ashley (si pengantar arwah dan pemandu bayi2 necromancer yang doyan banget sama waffle). Saya suka keceriaan dan humornya Ashley, dan dialog Ashley merupakan dialog favorit saya.

Uniknya, setiap bab buku ini diberi judul sesuai dengan lirik sebuah lagu (yang dikasih indexnya di halaman belakang). Hold Me Closer, Necromancer adalah salah satu bab di buku ini, dimana Douglas ketemu sama Sam secara resmi dan Sam mengetahui kalau dirinya Necromancer. Sam melihat mayat panda yang hidup kembali disebuah kebun binatang.

Update: saya baru aja searching di Goodreads, ternyata buku ini ada kelanjutannya. terbit September 2012, namun belum terbit terjemahannya.




My Rating :
3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

Wednesday, June 12, 2013

[Book Review] An Artist of The Floating World

An Artist of The Floating World by Kazuo Ishiguro
3.71 / 5 (5,285 ratings)
Publisher : Elex Media Komputindo
Translator : Rahma Wulandari
Release Date : February 6th 2013 by Elex Media Komputindo (first published 1986)
Format : Paperback, 232 pages
Source : Free from a giveaway (sent by Rahma Wulandari)
Genre : Asian Literature

Dalam An Artist of Floating World, Kazuo Ishiguro menyuguhkan tampilan otentik Jepang pasca perang, Jepang yang `mengambang` karena perubahan perilaku dan budaya.

Ishiguro yang lahir di Nagasaki pada tahun 1954 - tetapi pindah ke Inggris pada tahun 1960 - menulis kisah Masuji Ono, seorang seniman bohemian dan penyedia kehidupan malam yang menjadi propagandis imperialisme Jepang selama masa perang.

Tetapi kini perang telah berakhir dan Jepang kalah. Istri dan anak Ono terbunuh. Apa yang tersisa pada Ono? Inilah kisah yang membawa Ishiguro meraih penghargaan Whitbread Prize pada tahun 1986.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Novel bersetting Jepang kedua yang pernah saya baca, setelah A Note from Ichiyo. Kedua buku ini saya dapat sebagai hadiah dari giveaway, and I really want to say thank you very much, not because of giving me the books, tetapi juga karena memberikan warna baru buat hobi membaca saya. I found that reading a japanesse novel is really enjoyable and historical.

Yang membuat saya terkesan sama novel ini.. Kejujuran ceritanya. Ceritanya mengalir begitu aja, tidak ada konflik berarti, tidak ada arah tertentu. Layaknya mendengar seorang kakek bercerita kepada teman sebayanya tentang perjalanan hidupnya. Alur ceritanya maju dan mundur, melompat - lompat. Lucu juga sih, karena ketika sudah fokus sama sebuah timeline, kita kita akan dibawa lagi ke timeline yang lain. Makanya, di buku ini banyak banget cerita yang diawali dengan 'bercerita tentang ini, saya jadi teringat.....', dan akhirnya ceritanya nyambung lagi ke lain tempat. Rasanya jadi seperti mendengar seseorang mengulang masa hidupnya, kan?

Kekurangannya, saya awalnya agak tersesat dengan plot yang berpindah-pindah dan cerita yang tidak ada arah pastinya. Namun, jika mengabaikan alur dan hanya fokus pada kata-katanya, sebenarnya cukup asyik juga membacanya.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

[Book Review] Warm Bodies

Warm Bodies (Warm Bodies #1) by Isaac Marion
3.98 / 5 (32,896 ratings)

Publisher : Ufuk
Translator : Meda Satrio
Release Date : July 2012 by Ufuk Fiction (first published October 28th 2010)
Format : Paperback, 374 pages
Source : Gramedia Pondok Gede, Rp 49900
Genre : Paranormal, Fantasy

“R” adalah zombi. Dia tidak punya ingatan, tidak punya identitas, dan tidak punya denyut nadi. Tetapi, dia punya mimpi. Dia tidak suka membunuh manusia. Dia agak berbeda dengan teman-temannya “Kaum Mati”.

Sewaktu menjelajahi reruntuhan peradaban untuk mencari makan, R bertemu seorang gadis bernama Julie. Gadis itu merupakan kebalikan dari segala yang R tahu. Julie, yang hangat dan ceria serta sangat hidup, membuat sesuatu dalam diri R mulai berubah. R sadar dia tidak ingin memakan Julie, meski gadis itu tampak lezat. Dia ingin melindungi Julie, tak peduli apa pun akibatnya. Pilihan ini seperti percik api di rumput, melanggar aturan dan menyangkal logika, tetapi R tidak puas lagi dengan kehidupan dalam kematian.

Dia ingin bernapas lagi, ingin hidup, dan Julie ingin membantunya. Bisakah kasih dari dua dunia yang berbeda ini berpadu?


Buy this book on : BukuKita
Read this book for free: contact me
_______________________

This book is really unique and funny. Saya baru kalau ada zombie yang punya istri, punya anak. A little bit creepy juga sih (dan geli) karena banyak kata-kata ‘mengunyah otak’ yang disebutkan sambil lalu seakan akan itu hal biasa. Dan Isaac Marion gak sungkan-sungkan menyebutkan karakter fisik zombie, pembusukan, daging yang melesak, kepala yang hancur. Mostly, supernatural fiction itu biasanya segalanya tentang vampir, warewolf, malaikat, tapi Isaac Marion menawarkan sesuatu yang baru yaitu zombi. Kalaupun ada cerita zombi di buku - buku yang pernah saya baca, zombi hanya disebutkan sambil lalu saja, menjadi pelengkap cerita, bukan sebagai tokoh utama

Kekurangannya, I didn’t really get the love part. I didn’t get a romantic feeling of R and Julie. Saya suka penggambaran kehidupan zombie-nya R, tapi saya gak suka sama Julie. Euh. Segala cerita yang kembali ke Julie menurut saya hambar dan aneh.




My Rating :
3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

Monday, June 3, 2013

Best Book Ever Giveaway


The Best Book Ever Hop
For my giveaway, I am offering the winner's choice of book (just one of your choice below). The giveaway is international. Print copies will be sent from The Book Depository, or the winner can choose an eBook, which will be gifted from Amazon or Barnes and Noble. Thanks so much for participating.