Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, June 12, 2013

[Book Review] An Artist of The Floating World

An Artist of The Floating World by Kazuo Ishiguro
3.71 / 5 (5,285 ratings)
Publisher : Elex Media Komputindo
Translator : Rahma Wulandari
Release Date : February 6th 2013 by Elex Media Komputindo (first published 1986)
Format : Paperback, 232 pages
Source : Free from a giveaway (sent by Rahma Wulandari)
Genre : Asian Literature

Dalam An Artist of Floating World, Kazuo Ishiguro menyuguhkan tampilan otentik Jepang pasca perang, Jepang yang `mengambang` karena perubahan perilaku dan budaya.

Ishiguro yang lahir di Nagasaki pada tahun 1954 - tetapi pindah ke Inggris pada tahun 1960 - menulis kisah Masuji Ono, seorang seniman bohemian dan penyedia kehidupan malam yang menjadi propagandis imperialisme Jepang selama masa perang.

Tetapi kini perang telah berakhir dan Jepang kalah. Istri dan anak Ono terbunuh. Apa yang tersisa pada Ono? Inilah kisah yang membawa Ishiguro meraih penghargaan Whitbread Prize pada tahun 1986.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Novel bersetting Jepang kedua yang pernah saya baca, setelah A Note from Ichiyo. Kedua buku ini saya dapat sebagai hadiah dari giveaway, and I really want to say thank you very much, not because of giving me the books, tetapi juga karena memberikan warna baru buat hobi membaca saya. I found that reading a japanesse novel is really enjoyable and historical.

Yang membuat saya terkesan sama novel ini.. Kejujuran ceritanya. Ceritanya mengalir begitu aja, tidak ada konflik berarti, tidak ada arah tertentu. Layaknya mendengar seorang kakek bercerita kepada teman sebayanya tentang perjalanan hidupnya. Alur ceritanya maju dan mundur, melompat - lompat. Lucu juga sih, karena ketika sudah fokus sama sebuah timeline, kita kita akan dibawa lagi ke timeline yang lain. Makanya, di buku ini banyak banget cerita yang diawali dengan 'bercerita tentang ini, saya jadi teringat.....', dan akhirnya ceritanya nyambung lagi ke lain tempat. Rasanya jadi seperti mendengar seseorang mengulang masa hidupnya, kan?

Kekurangannya, saya awalnya agak tersesat dengan plot yang berpindah-pindah dan cerita yang tidak ada arah pastinya. Namun, jika mengabaikan alur dan hanya fokus pada kata-katanya, sebenarnya cukup asyik juga membacanya.




My Rating :

3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.