Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, June 19, 2013

[Book Review] Nights In Rodanthe

Nights In Rodanthe by Nicholas Sparks
3.76 / 5 (77,564 ratings)

Publisher: Gramedia
Translator: Marina Suksmono
Release Date: 2006 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 2002)
Format: Paperback, 308 pages
Source: Free from a giveaway (sent by Biondy)
Genre: Romance, Adult Fiction

Kisah yang menyentuh hati, tentang harapan, suka cita, dan, memaafkan, dan bahwa cinta bisa datang setiap saat, tak mengenal waktu dan usia, sering kali justru pada saat tidak diharapkan.

Pada usia 45 tahun, Adrienne Willis mesti menata kembali hidupnya setelah suaminya meninggalkannya untuk wanita yang lebih muda. Masih dengan kesedihan mendalam, ia menerima tawaran seorang teman untuk menjaga penginapan di Rodanthe, kota pantai kecil di Carolina Utara.

Ketika badai besar mengarah ke kota itu, tampaknya Adrienne akan terisolasi di sana, namun ternyata ada seorang tamu yang datang. Paul Flanner. Paul, dokter berusia 54 tahun, telah menjual prakteknya dan datang ke Rodanthe untuk berdamai dengan dirinya dan masa lalunya. Dua orang yang sama-sama “terluka” ini menemukan penghiburan satu sama lain, dan kebersamaan pada satu akhir minggu itu mengubah banyak hal dalam hidup mereka.


Buy this book on : BukuKita  || Amazon || BookDepository
Read this book for free: contact me
_______________________

Wah satu kata yang bisa menggambarkan perasaan saya abis selesai baca buku ini: unexpected. Berhubung saya gak begitu suka sama cerita romance ibu-ibu (maksud saya, novel romance yang tokohnya melampaui usia Young Adult), ternyata buku ini jauh diluar perkiraan saya, Saya pikir ceritanya bakal ngebosenin, boring, ga ada gunanya, bla bla bla, ternyataa..

Entah kenapa pas saya nulis review tentang buku ini, jadi keinget Gadis Jeruknya Jostein Gaarder. Dan baru nyadar kalo ceritanya agak agak mirip. Lucunya, pas baca synopsis buku ini (sebelum baca bukunya), saya keinget novel Maya nya Josten Gaarder juga. Ceritanya sama sama tentang orang yang pergi ke suatu tempat untuk melarikan diri karena suatu peristiwa.


Kisahnya ringan, mengalir, awal awalnya sempet bosan tapi pas Adrienne mulai cerita sama Amanda, jadi deh mulai seru ceritanya. Trus dari situ banyak pelajaran hidup berhamburan tentang kisah Adrienne & Paul. Ending cerita Adrienne emang sudah ketebak, tapi pas bener bener sampe ke bagian itu, saya tetep merasa 'tertohok' juga.. Saya merasa ngerti banget perasaan Adrienne, kehilangan seseorang dengan cara seperti itu. Dan sikapnya selama ini, bagaimana dia nerima berita tentang Paul, gimana caranya dia kembali melanjutkan hidupnya setelah kepergian Paul, dan keputusannya untuk gak bilang sama siapa siapa kecuali ayahnya. Lalu, disaat yang tepat, bisa memuntahkan semua kenangan itu untuk Amanda, anaknya.


Saya agak canggung juga sih baca kisah percintaan Adrienne – Paul. Soalnya terlalu serius (mungkin juga karena mereka juga karakternya udah dewasa dan malah hampir dibilang sudah mau kakek-nenek). Sekali lagi, saya jarang baca buku berjenis kaya gini. Membacanya seperti meniti di atas jembatan yang rapuh. Saya juga suka selipan kisah Robert dan istrinya yang meninggal. Membuat saya berfikir, betapa sempitnya pandangan manusia terhadap kehidupan orang lain.




My Rating :

3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.