Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, June 19, 2013

Veil of Roses - Laura Fitzgerald



Tamila Soroush menginginkan semuanya. Tetapi di Republik Islam Iran, mimpi dianggap berbahaya bagi seorang gadis. Tami memendam semua mimpi itu... hingga tiba hari ulang tahunnya yang ke-27, ketika orangtuanya membelikan tiket sekali jalan ke Amerika, dengan harapan dia bisa “pergi dan mengejar nasibnya”. Jika harapan mereka terkabul, Tami tidak akan pernah kembali ke Iran... yang berarti dia hanya punya waktu tiga bulan untuk mendapatkan suami di Amerika. Tiga bulan sebelum dia dipulangkan untuk selamanya.

Dari bra Victoria Secret-nya yang pertama sampai pengalaman membonceng sepeda motor dan melakukan line dance untuk pertama kalinya, Tami mereguk kebebasan sebagai gadis Amerika. Terdorong minatnya di bidang fotografi, dia bahkan melanjutkan petualangan ke dunia film. Tetapi dia dibayangi kenyataan dia harus bersedia dijodohkan sebelum visanya kedaluwarsa. Yang lebih menyulitkan, persahabatannya dengan Ike, pemuda Amerika, telah berkembang semakin kuat. Dan semakin sulit bagi Tami untuk mengabaikan perasaannya yang terlarang terhadap pria itu.

Di kursus bahasa Inggris yang diikutinyalah Tami menemukan pendukung. Dengan dorongan dari Eva yang keras kepala, Nadia yang setia, serta Agata dan Josef—yang tengah merajut kisah cinta mereka sendiri, mungkin Tami masih bisa terus bermimpi—dan menemukan jalannya untuk tinggal di Amerika.


Comments
Gak tau apakah harus kagum atau kesel sama buku ini. Saya suka sih sama tema wanita muslimnya, tapi di cerita ini, penulis seakan akan nunjukkin kalau jadi muslimah itu banyak batasannya. Menurut saya banyak informasi tentang Islam yang diartikan salah oleh penulis. Misalnya, kalau jilbab itu dianggap belenggu oleh wanita muslimah, terutama di Iran. How dare she says that! Saya kesel banget sama pencitraan salah tentang Islam yang diceritakan buku ini.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.