Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, September 10, 2013

[Book Review] Sweet Melody 2

Sweet Melody 2 (Sweet Melody #2) by Baek Myo
Original Title: 스위트 멜로디 2

Publisher: Penerbit Haru
Translator: Dimitri Dairi Tampubolon
Release Date: 2013 by Penerbit Haru
Format: Paperback, 320 pages
Source: free book to be reviewed from publisher
Genre: Korean, Romance

Hwan, anggota Sweet Melody yang tanpa sengaja terpaksa menyamar menjadi laki-laki, mulai tak mengerti apa yang ia rasakan. Ia ingin sekali memberi tahu seluruh anggota Sweet Melody bahwa ia adalah perempuan. Namun, maukah mereka memaafkannya?

Sementara itu, Hyeon Ju, pianis terkenal yang kabur dari rumah itu benar-benar resmi menjadi anggota Sweet Melody. Tetapi, apa yang akan terjadi kalau ia menyukai Hwan yang juga seorang perempuan seperti dirinya?

Apakah musik masih bisa menyelamatkan hubungan mereka?


Main IDEA
Lee Hwan, Chang Ryong, Hyeon Ju, Ju Ho, Jin Wo dan Jin Seong adalah grup musik yang beranggotakan dua orang perempuan dan empat laki-laki yang dinamakan Sweet Melody. Tapi, Hwan tidak mengungkapkan identitasnya sebagai perempuan sehingga orang-orang menganggapnya sebagai laki-laki. Masalah satu persatu muncul mulai dari Chang Ryong yang menyukainya namun tidak bisa mengungkapkan perasaannya karena ia menganggap Hwan adalah sesama lelaki, dan Hyeoun Ju dan Turan, anggota band H2O, yang menyukai Hwan sebagai laki-laki. Tapi, Hwan kan sebenarnya perempuan?
Negatives
Konflik percintaan dan pengungkapan gender Hwan ini membuat saya bosan dengan jalan ceritanya. Dari buku pertama hingga buku kedua, Hwan yang menyembunyikan keadaan dirinya sebagai perempuan sungguh mengganggu saya. Saya pikir, konyol saja jika seseorang perempuan yang bernyanyi masih dianggap sebagai seorang laki-laki. Kalau penampilan dan sikapnya mungkin ya, masih dalam batas wajar seseorang perempuan bisa dianggap sebagai laki-laki, tapi kalau sudah bernyanyi pastilah tentu beda. Ini yang membuat saya jengah akan ide cerita Sweet Melody 2 ini.

Sama dengan ide utama Sweet Melody 2, konflik percintaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari identitas Hwan sebagai laki-laki juga tidak menarik perhatian saya. Ini diakibatkan kurangnya Baek Myo (penulis) membangun suasana yang kuat untuk mendukung berkembangnya perasaan para tokohnya. Hampir seluruh dialog atau scene dibuat ringkas dan datar, meskipun ‘dialog keroyokan’ yang saya bahas pada review buku sebelumnya (Sweet Melody 1) sudah jauh berkurang sehingga dialognya lebih mudah dipahami.

Characters
Karakter yang dibangun Baek Myo dalam Sweet Melody terbilang cukup banyak. Selain keenam personil Sweet Melody, ada pula karakter-karakter lain seperti anggota band lainnya, H2O dan Poisedon. Belum lagi ditambah beberapa karakter tambahan yang juga mendukung cerita utama seperti Gerombolan Khong Kag Ji, serta keluarga dari Sweet Melody yang turut berperan dalam cerita. Meskipun klise, saya suka ketika Baek Myo membuat seluruh karakter menyatu dan berakhir dengan baik. Tidak ada tempat untuk dendam dan kejahatan.

Tokoh yang paling saya sukai justru datang dari minor characters yang kehadirannya hanya sedikit sekali dalam buku ini, yaitu Mi Rae, tunangan dari Chang Ryong. Yang saya suka dari karakter Mi Rae adalah karena sifatnya terasa paling kuat, yaitu egois dan menyebalkan. Meskipun kemunculannya hanya sedikit dalam cerita ini, kata-kata yang dilontarkan karakter ini sungguh membuat saya jengkel namun gembira karena menguatkan pendapat saya bahwa tokoh lain, yaitu Chang Ryong, benar-benar sungguh membosankan dan “stupidly uninteresting”.

Additions
Karakter Hwan sebagai tokoh utama sangat menonjol, namun kenyataan bahwa Hwan bisa menyelesaikan seluruh konflik baik konfliknya maupun konflik orang lain (konflik dengan gerombolan preman, konflik penindasan adiknya, konflik dengan kedua orang tua Hyeon Ju, konflik dengan kedua orang tua Chang Ryong), membuat saya menganggap entah Hwan adalah sosok yang terlalu sempurna, atau Chang Ryong sebagai tokoh utama laki-laki sungguh tidak berguna dan pengecut, atau endingnya terlalu dipaksakan.

VERDICTS
Disamping bermain dengan ide cerita apakah Hwan seorang laki-laki atau perempuan dan mengembangkan konflik cinta yang membosankan dan konyol, menurut saya ada beberapa aspek cerita yang bisa membuat Sweet Melody lebih menarik. Konflik keluarga yang dialami Chang Ryong dan Hyeon Ju adalah salah satu dari beberapa hal yang membuat saya terus penasaran dan membalik halaman selanjutnya. Sayangnya, page turner ada hanya pada setengah halaman terakhir. Konflik lain selain kenyataan bahwa Hwan adalah perempuan dan dicintai oleh orang yang salah baru mulai dibangun dan diselesaikan pada beberapa halaman terakhir secara beriringan. Ini yang membuat saya merasa endingnya dipaksakan namun gembira karena menemukan halaman-halaman yang paling menarik perhatian saya. Dialog yang dibangun pada beberapa konflik di halaman terakhir sungguh mengena.

“Kemampuan Hyeon Ju memang sangat baik. Dia genius. Tapi, apa Bibi sudah lupa? Hyeon Ju baru berusia 16 tahun. Apa yang Bibi lakukan ketika berusia 16 tahun? Apakah Bibi bekerja seharian penuh? Bibi tidak pernah bermain dengan teman-teman Bibi? Apa Bibi terkurung di rumah dan hanya belajar saja?

Apa Bibi sudah menanyakan alasan Hyeon Ju kabur dari rumah? Mengapa ia ketakutan untuk bermain piano, apa pernah menanyainya bahkan untuk sekali saja? Apa Bibi pernah bertanya kenapa ia sekarang hanya memainkan keyboard di dalam band dengan kemampuannya yang hebat itu?”

LAST Statement
Ending dari Sweet Melody membuat seluruh buku dari buku pertama hingga kedua layak untuk diikuti, meskipun dengan mencapainya harus sedikit bersabar mengikuti alur cerita.


3 stars - This book was OK, read it if sounds good to you

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.