Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, November 12, 2013

#5BukuDalamHidupku Sebuah Buku yang Mendekatkan Saya Padanya

 
sebuah proyek yang dicetuskan oleh @irwanbajang di blog nya


Sebuah Buku yang Mendekatkan Saya Padanya

Dulu saya pernah punya seseorang yang dekat dengan saya, sebut saja namanya Dwi. Saya tidak akan membicarakan hal-hal yang detail dan jelas mengenai hubungan saya dengan Dwi dan apa yang terjadi diantara kami, karena itu merupakan hal yang sifatnya pribadi dan merupakan sesuatu yang saya ingin simpan sendiri dengan Dwi.

Dwi dan saya berasal dari Sekolah Menengah Atas yang sama, dan perbedaan di antara kami adalah dia melanjutkan kuliahnya di sebuah Ma’had di Jakarta Timur yang muridnya adalah semuanya laki-laki, sedangkan saya melanjutkan pendidikan di Sekolah Kedinasan di Tangerang.

Meskipun Dwi melanjutkan kuliah di tempat yang tidak ada lawan jenisnya dan saya mengenal salah seorang temannya di Ma’had yang berasal dari SMA kami; begitu pula sebaliknya Dwi mengenal salah seorang teman kuliah saya, saya tetap sering merasa gelisah atau insecure. Teman-teman saya (yang juga teman-teman kami di SMA) sering mendengarkan cerita saya namun juga tidak dapat mengurangi kegelisahan saya. Saya merasa bahwa tidak ada yang benar-benar mengerti kami berdua.

Saya dan Dwi tidak sering berinteraksi lewat Facebook, namun entah bagaimana, beberapa temannya di Ma’had menjadi teman saya di Facebook. Beberapa diantaranya pernah bertukar kata dengan saya, namun tidak lebih dari sekedar komentar.

Salah seorang teman kuliahnya yang menjadi teman saya di Facebook adalah Ian. Awalnya, saya dan Ian hanya sekedar ‘asal kenal’ di Facebook. Yang saya tahu, dia adalah salah seorang ikhwan teman satu kuliah Dwi. Sedangkan Ian (setelah saya benar-benar mengenal dia, saya tau informasi ini) mengenal saya lebih dari sekedar ‘seorang akhwat yang kuliah di Sekolah Kedinasan di Tangerang’.

Awal mula saya benar-benar mengenal Ian adalah ketika kami saling meminjam buku. Salah satunya adalah sebuah buku yang saya tampilkan untuk proyek #5BukuDalamHidupku hari ini, sebuah buku berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra. Buku ini merupakan salah satu buku traveling favorit saya. Saya meminjamkan buku ini kepada Ian, yang kemudian menjadikan buku ini salah satu buku favoritnya juga.


 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa
oleh Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra

99 Cahaya di Langit Eropa bercerita tentang kehidupan Hanum Salsabila Rais dan suaminya, Rangga Almahendra selama tinggal di Eropa. Di sana, Hanum dan Rangga mengenal Islam lewat sejarah-sejarah dan bukti peninggalan yang selama ini tidak diketahui masyarakat luas.

Lewat buku ini, saya bisa tau yang mana teman kuliahnya Dwi yang namanya Ian. Lewat buku ini juga, saya jadi kenal seseorang yang nantinya akan menjadi sahabat saya. Lewat buku ini, saya benar-benar kenal seseorang yang bernama Ian, dan hubungan pertemanan kami dimulai.

Saya tidak banyak menjabarkan isi dari buku ini, karena isi ceritanya tidak relevan dengan apa yang saya anggap sesuatu yang memberikan perubahan bagi hidup saya. Buku ini cukup menjadi jembatan saya dengan perubahan tersebut. Menjembatani, menunjukkan awal dari sesuatu yang baru.

Saya merasa saat ketika saya benar-benar mengenal Ian adalah awal mula sesuatu yang memberikan perubahan dalam hidup saya. Ian mengerti hubungan antara saya dengan Dwi, sehingga dia menjadi sahabat yang baik buat kami berdua. Dengan usianya yang lebih dewasa, ia mampu menjadi penengah antara saya dengan Dwi ketika masalah muncul.

Selain itu, mengenal Ian memberikan nilai tersendiri buat saya. Saya jadi mengenal sosok yang tangguh, keras, tegar, juga rasional. Ian banyak memberikan nasihat-nasihat yang sampai sekarang masih saya ingat dan praktekkan. Selain itu, sifatnya yang mirip saya; keras kepala, banyak melatih saya untuk menghadapi seseorag yang berkarakter sama. Pengalaman hidupnya yang tidak selalu indah juga memberikan saya sebuah teladan bagaimana kehidupan terus berjalan dan berputar.

Keaktifan dan keterbukaan Ian akan sesuatu juga memberikan saya banyak pengalaman baru. Saya sempat membuat perpustakaan online bersama Ian dan Dwi, yang menjadikan saya lebih mencintai dan mengenal buku. Dari Ian pun, saya tahu beberapa fakta tentang Dwi, termasuk alasan di balik kenapa teman-teman kuliahnya di Ma’had mengenal saya.

Meskipun saya banyak menceritakan pengalaman pribadi saya, tema yang tetap saya ambil dalam tulisan ini adalah sesuatu yang memberikan perubahan buat hidup saya. Dan perubahan itu diawali dengan pertukaran buku. Sampai saat ini, buku 99 Cahaya di Langit Eropa menjadi sebuah buku yang mengingatkan saya pada seorang sahabat yang banyak memberikan sesuatu yang baru bagi hidup saya.


Word Count: 664

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.