Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, November 3, 2013

[Book Review] Always With Me

Always With Me by Hyun Go Wun

Publisher: Penerbit Haru
Translator: Putu Pramania A
Release Date: October, 2013
Format: Paperback, 420 pages
Genre: K-Romance

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’, DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA ‘KEBETULAN SEMATA’.

Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar

“Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.”

Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu.

Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar
“Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!”

Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum.
Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu?


Characters
Chae Song Hwa: Tokoh utama wanita. Sangat jauh dari sifat feminin, sering disangka laki-laki. Tidak berpengalaman dalam urusan pacaran.
Yoon Sang Yup: Tokoh utama pria. Seorang dokter tradisional. Tampan, banyak disukai wanita. Pewaris perusahaan besar namun memilih untuk menjadi dokter. Sok akrab dengan Chae Song Hwa.
Chae Jang Mi: Adik lain ibu Chae Song Hwa. Seorang aktris cantik dan ternama di Korea. Egois bak ratu. Tidak pandai akting di depan kamera namun pandai berakting di kehidupan nyata.
Yang Ji Onni: Kakak tiri Chae Song Hwa. Paling pintar dalam keluarga (ngakunya sih paling pintar se-Korea). Cuek namun blak-blakan. Serius dan rasional.
Jin Wook: Teman dekat sekantor Chae Song Hwa. Dekat dengan Song Hwa dan suka meledek, tapi sebenarnya dia perhatian sama Song Hwa.
Tae Sup: Teman seapartemen Yoon Sang Yup.


“Dari penulis novel ‘4 Ways to Get A Wife’ dan penulis skenario ‘1% of Anything’”
Yang pertama kali saya perhatikan ketika menerima buku ini adalah Hyun Go Wun, nama penulisnya. Sebelumnya saya pernah membaca karyanya, 4 Ways to Get A Wife, dan saya suka dengan ceritanya. Jadi bisa dibilang saya sangat antusias ketika mendapatkan buku ini.

Always With You memiliki beberapa kemiripan dengan 4 Ways to Get A Wife, terutama dalam segi ide cerita dan karakter. Seorang pria dan wanita yang terpaksa atau dipaksa terikat dalam sebuah hubungan lalu akhirnya saling jatuh cinta. Check. Munculnya konflik keluarga yang mengganggu pihak pria yang membuat hubungannya dengan si wanita terancam. Check. Karakter tokoh wanita yang tidak sempurna namun baik, memiliki saudara perempuan yang mempunyai peran yang cukup signifikan pada cerita. Check. Pencitraan tokoh pria yang tampan dan sepertinya tidak pantas bersanding dengan tokoh wanita. Check. Kemiripan penyusunan sinopsis. Check. Kemiripan alur penulisan, sedikit gambaran masalah yang sebenarnya di bagian prolog, dilanjutkan dan diselesaikan di bagian akhir. Check. Selanjutnya saya tidak akan membahas analisis perbandingan kedua buku ini, biarlah pembaca menilai sendiri kemiripan dan perbedaannya sehingga saya tidak membocorkan jalan cerita kedua buku tersebut di sini.

Ketika saya sampai pada beberapa halaman pertama, saya merasakan sedikit ketidaknyamanan. Entahlah, menurut saya ada kejanggalan yang menimbulkan pertentangan. Ceritanya, Song Hwa dan Sang Yup pertama kali bertemu di sebuah kafe ketika Song Hwa tidak sengaja tertidur di toilet laki-laki akibat mabuk. Sang Yup yang berniat membangunkannya mengira Song Hwa adalah laki-laki, sehingga dia dianggap cabul karena menyentuh Song Hwa di kamar mandi.

Di halaman 14, setelah Sang Yup bertemu lagi dengan Song Hwa di subway, terdapat kalimat; “Kalau bukan karena gaya tidur yang berantakan, bau alkohol, serta topinya yang dipakai hampir menutupi wajah.. mungkin sulit bagi Sang Yup untuk menyadari bahwa wanita itu adalah perempuan yang ia temui minggu lalu.”. Jadi, saya sebagai pembaca tahu kalau kejadian di toilet pria itu sudah seminggu lalu terjadi sebelum terjadinya pertemuan kedua. Namun, di halaman 21, di waktu yang sama; setelah pertemuan kesekian kalinya Song Hwa dan Sang Yup di subway, fakta tersebut dibantah dengan kalimat; “Mau ia berdandan dan mempercantik penampilannya seperti apa pun, orang-orang di sekitarnya tetap menganggapnya Chae-gun (panggilan Korea untuk lelaki muda). Kalau tidak, apa mungkin ia sampai di toilet laki-laki saat acara tadi malam? Untung saja ia tidak melihat hal yang aneh-aneh di toilet itu, Namun karena tidak sengaja ketiduran, ia malah bertemu dengan orang cabul sungguhan.” (sudut pandang diarahkan ke Song Hwa). Kalimat tersebut bertentangan, dan saya jadi merasa rancu apakah kejadian di toilet laki-laki itu terjadi minggu lalu atau tadi malam.

Pesan yang disampaikan novel ini cukup kuat dan emosinya lebih dalam. Saya menandai halaman 255, ‘Aku sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk mempertahankan cintaku dan hubungan ini’ sebagai kalimat favorit saya. Sedangkan dialog favorit saya ada di halaman 272 adalah kata-kata yang diucapkan Yang Ji Onni, yang tepat sasaran dan paling mengena;
Tidak banyak orang yang fokus pada apa yang ada di hadapannya dan tidak terpengaruh dengan hal-hal lain. Tidak banyak orang yang bisa menjaga dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain seperti Song Hwa.

Yang saya suka dari buku ini adalah keterkaitan antara para karakternya. Saya juga suka dengan beberapa adegan yang membuat saya geregetan.
Karakter Song Hwa yang menjurus ke arah martir, dan perasaannya pada Sang Yup yang mirip perasaan Bella Swan terhadap Edward Cullen pada seri Twilight: New Moon membuat saya jengah. Beberapa adegan juga terlalu romantis, membuat saya memutar bola mata karena geli.
Novel ini sangat cocok direkomendasikan untuk pecinta novel romance yang berusia 20 tahunan, karena ceritanya sendiri agak dewasa.


3 stars - This book was OK, read it if sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.