Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, November 13, 2013

[Book Review] Charlie and The Chocolate Factory

Charlie and The Chocolate Factory (Charlie Bucket #1) by Roald Dahl & Quentin Blake (Illustrator)
4.07/5 (264,513 rating)

Publisher: Gramedia
Translator: Ade Dina Sigarlaki
Release Date: April 2008 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1964)
Format: Paperback, 200 pages
Genre: Children

Ciptaan-ciptaan Mr. Wonka menakjubkan. Pria misterius itu membuat berbagai macam permen enak di pabrik cokelatnya yang luar biasa. Tapi tidak seorang pun pernah melihat bagian dalam pabrik tersebut, atau bahkan bertemu Mr. Wonka! Karena itu orang-orang langsung gempar ketika Mr. Wonka mengadakan sayembara. Charlie Busket nyaris tidak bisa mempercayai kemujurannya ketika ia menemukan tiket emas sayembara dan memenangkan perjalanan paling mengesankan seumur hidupnya: berkeliling pabrik cokelat yang terkenal itu dan melihat berbagai kreasi terbaru Mr. Wonka.


Wow, I didn’t think before that Mr. Wonka Sr. actually doesn’t exist in the book. Setelah menonton filmnya beberapa kali, saya memutuskan kalau bagian terbaik adalah saat Charlie menolak mewarisi Pabrik Cokelat karena tidak mau berpisah dari keluarganya. Dan ketika Mr. Wonka memikirkan ayahnya, lalu bersama Charlie pergi mengunjungi ayahnya. I remember the scene of a house standing alone in a middle of snow field.

Dan adegan akhir ketika Mr. Wonka masuk ke ruang makan keluarga Bucket, dan nenek keluarga Bucket berkata, ‘You smell like a peanut.’ *Mr. Wonka hening sesaat*, lalu nenek menambahkan ‘I like peanut!’. Saya suka sekali kata-kata itu.

Dan bayangkan ketika saya tahu bahwa adegan tersebut ternyata tidak ada di bukunya! At the end, Mr. Wonka langsung menawarkan membawa seluruh keluarga Bucket pindah ke Pabrik Cokelatnya. Mereka bahkan tidak tinggal di rumah keluarga Bucket yang reyot! Banyak fakta yang membuat saya kaget.

Meskipun begitu, saya senang mengetahui ada lanjutan dari kisah Charlie, di buku Charlie and The Great Glass Elevator.


3.5 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.