Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Thursday, November 28, 2013

[Book Review] The Forest of Hands and Teeth

The Forest of Hands and Teeth (The Forest of Hands and Teeth #1) by Carrie Ryan
3.61/5 (47,812 rating)

Publisher: Kubika
Translator: T. Dewi Wulansari
Release Date: August 17th 2010 by Penerbit Kubika (first published March 10th 2009)
Format: Paperback, 392 pages
Genre: Horror, Fantasy



Dalam dunia Mary, terdapat beberapa kebenaran yang sederhana.
Para Biarawati selalu tahu apa yang terbaik.
Para Pengawas akan melindungi dan melayani.
Para Ternoda tidak akan berbelas kasihan.
Dan kau juga harus selalu memperhatikan pagar-pagar yang melindungi desa dari Belantara Tangan dan Gigi.


Perlahan, kebenaran mulai terkuak. Mary menge tahui hal-hal yang tak ingin dia ketahui: tentang Biarawati dengan rahasia mereka, tentang Pengawas dan kekuasaan mereka.

Dan, ketika pagar diterobos sehingga dunianya men jadi kacau, dia harus memilih antara desa dan masa depannya, antara pemuda yang dia cintai dan pemuda yang mencintainya.

Dia juga harus menghadapi kebe naran tentang Belan tara Tangan dan Gigi. Mungkinkah ada kehidupan lain di luar dunia yang dikelilingi begitu banyak kematian?


Aaakkk ceritanya ga jelas banget. Saya geregetan sama buku ini, terutama karena karakternya yang menyebalkan. Carrie Ryan terlalu berlebihan mengungkapkan kegalauan hati Mary, sehingga membuat saya jengkel. Saya nggak tau maunya Mary tuh apa, soalnya dia suka gonta-ganti pendirian. Beberapa poin yang bikin saya jengah sama Mary:

1. Dia merasa bersalah sama Travis karena udah mengkhianatinya dengan menikahi kakaknya, padahal yang duluan nyebelin itu Travis, yang lebih memilih menikahi sahabatnya Mary dan meninggalkan Mary. Nyebelin banget kan? Martir banget sih ini Mary.

2. Dia mau aja dipecundangi sama kakaknya setelah tau istri kakaknya sekarat karena digigit Ternoda, padahal kakaknya itu udah berlaku nggak adil duluan sama dia karena membuang dan menelantarkan Mary ketika ibu mereka meninggal. Kakak macam apa itu? Padahal jelas-jelas bukan salah Mary ibunya bisa meninggal.

3. Kadang pernyataan Mary itu suka berubah-ubah. Suatu saat dia yakin ada kehidupan yang aman di luar dunia yang ditinggalinya sekarang; lalu beberapa halaman selanjutnya dia nggak yakin dan mengingkari kalau dunia luar itu nggak ada. *wtf?!

4. Mary ini selain martir parah, dia juga galau parah. Dia nggak ngerti hidupnya mau dikemanain. Dia gak yakin dia mau melawan para biarawati, dia gak yakin mau melarikan diri ke Belantara, tapi ngeluh terus kerjaannya. Terlalu banyak pergolakan batin yang nggak perlu di The Forest of Hands and Teeth ini.

Saya juga nggak ngerti sama ceritanya. Kenapa Travis bisa suka sama Mary, dan sejak kapan dia punya perasaan sama Mary. Kenapa dia lebih milih menikah sama Cass daripada sama Mary, semua itu pertanyaan yang gak bisa dijawab secara memuaskan dalam buku ini.

Detailnya juga kurang banget. Saya bingung apa artinya Kembali, kenapa ada Ternoda; dari mana asal muasal mereka. Saya pusing baca buku ini.


2.5 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.