Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Friday, November 15, 2013

[Book Review] The Ghost Writer

The Ghost Writer by Robert Harris

3.58/5 (5,602 rating)

Publisher: Gramedia
Release Date: March 2010 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2007)
Format: Paperback, 320 pages
Genre: Suspense

"Begitu aku mendengar bagaimana McAra mati, seharusnya aku pergi saat itu juga..."

Narator dalam novel terbaru Robert Harris yang menegangkan ini berprofesi sebagai "hantu", alias penulis bayangan---sinis, materialistis, dengan selera humor yang sengak. Dia biasa menulis memoar bintang rock yang sudah memudar dan selebriti nomor dua. Jadi, ketika ditawari berkolaborasi dalam penulisan autobiografi mantan perdana menteri Inggris, dia langsung menyambarnya, terutama karena dengan demikian dia akan diterbangkan ke Amerika untuk mengerjakan proyek itu dalam suasana terpencil di rumah peristirahatan mewah di Martha's Vineyard.

Di tengah upaya tersebut, Adam Lang, sang mantan PM, dituduh melakukan kejahatan perang, dan menjadi subjek penyelidikan Mahkamah Internasional. Alih-alih kembali ke negaranya, Lang malah mencari dukungan dari AS.

Tak butuh waktu lama bagi sang penulis bayangan untuk menyadari dia telah mengambil keputusan keliru. Pendahulunya dalam proyek tersebut meninggal dalam kondisi mencurigakan, dan lama-kelamaan dia pun mendapati bahwa Adam Lang bukanlah seperti persona yang ditampilkannya selama ini. Ada kekuatan badan intelijen besar yang bergerak secara rahasia, dan mengancam keselamatan jiwanya.


Buku pertama yang saya baca dari Robert Harris, yang bukan merupakan genre saya yang biasa. But I found it easy to read, and enjoyable. Ketika membaca sinopsisnya, yang terpikirkan oleh saya adalah sebuah cerita dimana banyak kemisteriusan dan praktik politik bertebaran. Saya bayangkan ceritanya akan lebih dark, kejam, dan tragis. Skandal yang menyerang mantan perdana menteri itu menjadi fokus utama cerita ini.

Kenyataannya, agak sedikit berbeda dengan dugaan saya. Sesuai judulnya, The Ghost Writer menceritakan tentang si penulis bayangan, dan menurut saya lebih ke bagaimana rasanya menjadi penulis bayangan daripada mengungkap skandal mantan perdana menteri.


Pada hampir setengah bagian awal buku, cerita akan fokus pada kebiasaan dan kehidupan seorang penulis bayangan, dan pada setengah bagian akhir, cerita baru akan diarahkan ke masalah yang lebih serius, yaitu mengenai skandal politik misterius yang terjadi pada kehidupan Adam Lang. Unexpectedly, ending ceritanya sangat bagus, dan berhasil membuat saya terkesan. Alur yang berjalan lambar terbayar lunas dengan ending yang tidak terduga.



Buku-buku yang bagus memang berlainan tingkatannya, tapi semua buku jelek sama saja. Aku sangat mengetahui hal itu karena dalam bidang pekerjaanku aku membaca banyak buku jelek—buku-buku yang begitu payah sehingga tidak layak diterbitkan, dan kenyataan itu sangat sulit dimengerti kalau melihat buku-buku yang terbit zaman sekarang ini. Dan kesamaan di antara buku-buku jelek ini, entah itu novel atau memoar, adalah: tidak terasa kebenarannya. (halaman 64, The Ghost Writer)

Saya suka sisi psikologis yang coba dimainkan oleh Robert Harris (penulis) terhadap karakter-karakternya. Misalnya kebiasaan-kebiasaan sang Mantan Perdana Menteri lewat kacamata sang penulis bayangan, ketika dihadapkan pada tuduhan politik yang mengancam kredibilitasnya. Juga perasaan-perasaan sang penulis bayangan sendiri selama menyelidiki kebenaran di balik skandal politik yang terjadi. Semuanya tertulis dengan detail, sehingga berkesan alurnya sangat lambat.


Selain itu, dari buku ini saya juga jadi sedikit lebih mengetahui urusan politik dan dunia penulis bayangan. Saya kagum dengan kemampuan penulis dalam memasukkan pengetahuan tentang sejarah politik, juga mengkondisikan profesi sebagai penulis bayangan ke dalam cerita dengan sangat bagus. Saya merasa bahwa karakter si penulis bayangan dalam buku ini benar-benar memahami profesi sebagai penulis bayangan. Meskipun (harus saya tambahkan), saya tidak suka sifatnya yang pengecut, menghindari masalah/konfontrasi, dan cengeng.


Satu fakta unik ketika saya membaca buku ini adalah saya baru sadar di halaman 164, bahwa saya tidak tahu nama sesungguhnya dari penulis bayangan yang menjadi tokoh utama ini. Bahkan saya pikir, tidak ada keterangan mengenai nama si penulis bayangan yang pernah disebut-sebut dalam buku ini.
Begitu aku mendengar bagaimana McAra menemui ajalnya, seharusnya aku langsung pergi jauh-jauh. (halaman 1, The Ghost Writer, Gramedia)




3.5 stars - I enjoyed this book, I would recommend it




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.