Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, November 19, 2013

[Book Review] The Graveyard Book

The Graveyard Book by Neil Gaiman

4,09/5 (153,916 rating)

Publisher: Gramedia
Translator: Lulu Wijaya
Release Date: April 2013 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2008)
Format: Paperback, 360 pages
Genre: Supernatural, Fantasy, Children


Nobody Owens––panggilannya Bod––adalah anak biasa, benar-benar biasa, seandainya dia tidak tinggal di kompleks pemakaman, dibesarkan oleh hantu-hantu, dengan wali yang tidak berasal dari dunia orang hidup maupun orang mati. Banyak petualangan di pemakaman itu, dan kalau Bod pergi ke dunia luar, dia terancam bahaya dari pria bernama Jack––yang telah membunuh seluruh keluarga Bod.

Pencerita ulung Neil Gaiman kembali menyajikan cerita tentang kehidupan dan kematian, kasih sayang dan tumbuh dewasa, serta menemukan keluarga di tempat-tempat yang tampaknya paling mustahil.


First, I bought this book because of the title. And then, the writer. Later on I knew that Neil Gaiman’s book has the same genre or situation; children, mysteri, ghosts, a little bit creepy, but actually it’s fun. I only have read one of his book, but I already watched Coraline. It’s kinda the same of reading and watching. :-p

Buku Neil Gaiman yang satu ini hampir mirip sama Coraline, ada kekuatan gaib jahat dan baik. Bukunya sendiri meskipun satu kesatuan, terdiri dari bab-bab yang memiliki cerita, konflik, dan ending sendiri. Di halaman ucapan terima kasih, Neil Gaiman mengatakan bahwa halaman pertama yang dia tulis dari buku ini adalah awal mula bab 4. Dan sebenarnya keliatan sih, kalau kita membaca bab empat tanpa mengacu bab-bab sebelumnya, rasanya lebih lepas, lebih masuk ke dalam cerita dan sinopsisnya. Bab empat sendiri merupakan awal mula bab-bab penuh petualangan Bod, sedangkan tiga bab awal rasanya lebih ke perkenalan.

Cerita yang paling saya sukai adalah ketika Bod berkenalan dengan Lisa, dan ketika Bod diizinkan sekolah di luar makam. Translate-annya secara keseluruhan cukup enak dibaca, dan endingnya oke meskipun mengharukan.


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.