Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, November 24, 2013

[Book Review] Incarceron

Incarceron (Incarceron #1) by Catherine Fisher
3.64/5 (32,135 rating)

Publisher: Matahati
Translator: Mery Riansyah & Febry E.S.
Release Date: August 9th 2011 by Penerbit Matahati (first published May 3rd 2007)
Format: Paperback, 492 pages
Genre: Science Fiction, Fantasy


"Yang satu di dalam, yang lain di luar.
Tapi keduanya sama-sama terpenjara."


Incarceron adalah penjara yang begitu luas sehingga tidak hanya berisi sel, tetapi juga kota, hutan logam, rimba raya, dan lautan. Penjara itu terkunci dari dunia luar selama berabad-abad, dan hanya satu orang, menurut legenda, yang pernah lolos darinya.

Finn, tahanan berusia tujuh belas tahun, tidak ingat masa kecilnya dan yakin berasal dari luar Incarceron. Finn menemukan sebuah kunci kristal yang membuatnya dapat berkomunikasi dengan seorang gadis bernama Claudia, putri Sipir Incarceron. Claudia hidup di dunia luar dan telah dijodohkan dengan seorang pria yang dibencinya.

Finn bertekad keluar dari penjara, dan Claudia yakin dapat membantunya. Namun, mereka tidak menyadari bahwa Incarceron menyimpan begitu banyak misteri. Upaya untuk keluar begitu mustahil dan hanya nyawa taruhannya.


Menulis awal dari sebuah buku mungkin menjadi salah satu kesulitan tersendiri. Namun beberapa penulis sukses membuat awal babnya menjadi enak dibaca dan mudah dimengerti. Sayangnya, saya tidak menemukan hal serupa di buku ini. Di awal bab, saya merasa sedikit miss dengan ceritanya, seakan akan saya membaca buku ini dari tengah cerita, bukan dari awal. Beberapa bagian yang tidak saya mengerti di awal (dan sampai sekarang masih belum mengerti benar) adalah apa itu kaum Civicry, Scum, Comitatus, Sapient, dan non-Era.

But I like the setting of this book! Terbagi dalam dua dunia, dunia kelam Incarceron; penjara yang penuh kekerasan dan aksi, dan "dunia atas" bergaya victorian yang ditinggali Claudia. Meskipun detail settingnya kurang ngena, saya suka sama perbedaan suasananya. Dunia yang satu keras dan penuh besi, yang satunya lagi tenang dan vintage. Namun, keduanya sama sama mencekam karena dilingkupi pengkhianatan dan pembalasan dendam.

Karakternya tidak ada yang menonjol dan tidak ada yang saya sukai, yang membuat saya setengah ogah melanjutkan sekuel ini, tapi saya suka sama konsep pangeran-yang-hilang dan dunia-yang-diperkecil. Spoiler sedikit; ternyata penjara Incarceron itu tidak terletak di bawah tanah ataupun di dimensi lain, tapi di sebuah tempat yang diperkecil ukurannya satu juta nanometer. Meskipun tempat pastinya belum diketahui, asumsi saya adalah Incarceron terletak dalam sebuah kubus kecil yang selalu dibawa di jam tangan sang Sipir, ayah Claudia. Keren banget, bagaimana sebuah dunia yang luas, hidup, dan bergerak bisa amat-sangat-diperkecil.


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.