Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, November 12, 2013

[Book Review] The Keep

The Keep by Jennifer Egan
3.37/5 (6,617 rating)

Publisher: Gramedia
Translator: Gita Yuliani
Release Date: October 2009 by Gramedia
Format: Paperback, 320 pages
Genre: Mystery

Di antara lorong-lorong penuh misteri sebuah kastil, Danny mendapati diri tersesat di antara dunia nyata, khayal, dan supernatural. Dibayang-bayangi hantu kastil dan hantu masa lalu, Danny mencoba mencari jalan keluar untuk membebaskan diri.
Di sel penjara di wilayah berbeda, untuk pertama kalinya Ray membuka pintu yang tak pernah ia sadari keberadaannya. Pintu itu membawa Ray ke berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Termasuk mendengar kisah dari mereka yang telah mati.


Tertarik sama buku ini karena penulisnya pernah memenangi Pulitzer Awards pada tahun 2012 dengan novelnya yang berjudul A Visit From Goon Squad. Sedangkan The Keep ini, dirilis pada tahun 2006, enam tahun setelah novel yang berhasil memenangkan Pulitzer Award tersebut. Seperti kebanyakan novel pemenang penghargaan semacam Pulitzer atau Man Booker Prize, saya berharap ceritanya akan abstrak, random. Dan ternyata harapan saya tidak mengecewakan saya.

Ceritanya abstrak berat. Adalah seorang Danny yang memiliki sepupu bernama Howard atau Howie, teman masa kecilnya yang karena ulahnya sempat menimbulkan kejadian traumatis saat mereka masih kecil. Howie lah yang menanamkan ide tentang imajinasi lewat permainan-permaiannya, meskipun setelah kejadian traumatis tersebut, hubungan Danny dan Howie berubah.

Lama setelah masing-masing tumbuh dewasa, Howie atau yang kini setelah dewasa dan hidup sukses dipanggil Howard, mengundang Danny datang ke kastil yang dibelinya. Bersama keluarga Howard, pengasuh anak, mahasiswa, dan Mick, orang kedua Howard, Danny terisolasi dari dunia luar dalam bangunan kastil yang berusia ribuan tahun.

Menyinkronisasikan isi cerita dengan sinopsis, saya kecewa saya tidak menemukan keberadaan hantu kastil maupun dunia khayal atau supernatural yang cukup signifikan dalam buku ini. Ceritanya berkisar antara kehidupan sehari-hari Danny yang terisolasi di dalam kastil bersama Howie dan yang lain. Saya sempat menduga bahwa apa yang terjadi sesungguhnya di kastil lewat sudut pandang Danny adalah bohong atau merupakan khayalan semata, dan sebenarnya Howard, Mick, dan orang-orang lain yang tinggal bersama Danny di dalam kastil selama ini tidaklah nyata. Namun pendapat saya dibantah di halaman-halaman selanjutnya dengan kehadiran Ray di penjara. Cerita Ray mengambil sudut pandang, situasi, dan kondisi yang berbeda, namun ternyata masih berkaitan dengan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kastil.

Kata-kata yang dapat mendeskripsikan cerita ini adalah; dark, karena pembaca akan dibawa menyusuri kegelapan suasana kastil dan kegelapan hati Danny dalam memandang hidupnya, abstrak; karena plotnya tidak detail dan berurutan namun meloncat-loncat, begitu pula dengan dialog dan kalimat-kalimatnya, deep; maksudnya adalah perasaan yang ditimbulkan oleh kata-kata yang disusun penulis dalam buku ini dalam membangun suasana dan karakternya kuat sekali, misalnya saja ketika para tokohnya harus terkunci dalam ruang bawah tanah, yang memunculkan kembali trauma masa lalunya. Penulis berhasil menggambarkan suasana yang kuat, yang membuat Danny kembali dibayang-bayangi kesalahan masa lalunya. Sejauh ini, ini adalah adegan terfavorit saya dalam buku ini. 

Seperti kebanyakan buku pemenang Pulitzer atau Man Booker Prize lain, The Keep yang ditulis penulis pemenang Pulitzer tahun 2012 ini menguraikan kebutuhan dasar manusia, sifat dasar manusia, yang tentunya menjadi tidak jelas dan sulit dipahami.


First Sentence
"Kastil itu mulai hancur, tetapi pada jam dua pagi di bawah sinar bulan yang redup, Danny tak bisa melihat hal itu." (halaman 1)


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.