Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Thursday, November 28, 2013

[Book Review] Plain Truth

Plain Truth by Jodi Picoult
3.94/5 (91,418 rating)

Publisher: Gramedia
Release Date: 2007 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2000)
Format: Paperback, 528 pages
Genre: Mystery



Penemuan mayat bayi di gudang milik petani Amish mengguncang kota kecil di Paradise, Pennsylvania. Satu-satunya tersangka berdasarkan bukti yang ditemukan polisi adalah gadis Amish berusia delapan belas tahun bernama Katie Fisher. Katie diyakini sebagai ibu bayi tersebut dan dengan sengaja membunuh bayi yang dilahirkannya untuk menutup aib karena telah melahirkan di luar nikah.

Ellie Hathaway, pengacara sukses dari kota besar, memutuskan untuk membela Katie. Sesuai perjanjian jaminan prasidang, Ellie harus tinggal di tanah pertanian keluarga Fisher sebagai pengawas Katie. Untuk pertama kali dalam kariernya, Ellie menghadapi klien dan sistem pengadilan yang berbeda. Katie yang memandang dunia dari kesederhanaan kaum Amish bertabrakan dengan sistem hukum yang penuh intrik dan muslihat. Dan hanya Ellie yang bisa menolong Katie agar bisa lepas dari jerat hukuman..


Ini adalah buku pertama yang saya baca dari Jodi Picoult. Nggak bisa dibilang saya nggak suka bukunya sih, tapi agak lebih ke… nggak cocok sama ceritanya. Atau nggak cocok sama tulisannya.

Pertama, saya agak jengah membacanya karena alurnya lambat sekali. Well, banyak banget adegan-adegan yang memperpanjang ceritanya, namun sebenernya kalau mau dipikir lagi, intinya bisa diringkas dalam beberapa kata. Emang itu ya, tugas penulis, mengembangkan ide menjadi tulisan-tulisan adegan yang saling berkaitan? Tapi saya tetap pada pendapat saya bahwa terlalu lambat, terlalu banyak detail yang harusnya bisa di skip.

Kedua, saya nggak suka sama karakternya, atau penggambaran psikologis si karakter. Yang saya bicarakan adalah karakter Katie Fisher, yang dituduh membunuh sang bayi. Saya terjebak anatara kagum karena penggambaran psikologis Katie begitu dalam, dengan muak karena psikologis Katie yang nggak jelas.

Kalau kamu baca buku ini, kamu bakal dibuat kesel sama pernyataan Katie. Awalnya dia bilang A, lalu dia bilang B, lalu kemudian dia bilang C, padahal antara A, B, dan C, kondisinya bertentangan. Betapa menyebalkannya orang yang kayak gitu? Gak jelas banget.

Sebagai tambahan, nggak ada penjelasan khusus mengenai karakter Katie yang suka memberikan pernyataan yang bertentangan. Semuanya hanya asumsi si pengacara,Ellie Hathaway. Lagi-lagi saya harus ngomel karena buku ini kebanyakan muter-muter di asumsi Ellie.

Seperti kebanyakan buku Jodi Picoult yang lain, buku ini sudah difilmkan, dan saya jadi tertarik menonton filmnya. Adakah yang sudah menonton filmnya?

Meskipun saya kecewa sama buku ini, hal itu tidak menghentikan saya untuk membaca karya beliau yang lainnya karena Jodi Picoult merupakan salah satu penulis yang karyanya banyak dinilai tinggi.


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.