Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Monday, November 18, 2013

[Book Review] Scones and Sensibility

Scones and Sensibility by Lindsay Eland

3,28/5 (520 rating)

Publisher: Atria
Translator: Barokah Ruziati
Release Date: March 21st 2011 by Penerbit Atria (first published December 22nd 2009)
Format: Paperback, 308 pages
Genre: Children, Romance

Polly Madassa mungkin gadis 12 tahun paling romantis di dunia. Dia lebih suka lilin daripada lampu, memilih mesin tik daripada komputer, dan berbicara seperti tokoh-tokoh dalam buku klasik. Terlebih lagi, setelah berulang-ulang membaca Pride and Prejudice karya Jane Austen, Polly merasa dirinya paling paham urusan asmara dan bertekad untuk menjodohkan orang-orang di sekelilingnya.

Ada kakaknya sendiri, Clementine, yang menurut Polly menyia-nyiakan waktu dengan seorang pacar menyebalkan. Ada Mr. Nightquist yang kesepian setelah kematian istrinya. Ada Miss Wiskerton, perawan tua yang tak pernah mengenal cinta. Juga Mr. Fisk, ayah sahabatnya Fran yang telah tiga tahun sendirian. Polly hendak mencarikan cinta sejati untuk mereka, karena yakin bahwa itu adalah takdirnya.

Maka, musim panas kali ini dihabiskan Polly dengan merencanakan perjodohan paling romantis tanpa menyadari bahwa terkadang cinta punya cara sendiri untuk bersemi …


Cerita tentang seorang gadis yang suka bergaya hidup ala ala victorian gitu. Polly itu orangnya pengkhayal, romantis, vintage banget, dan terlalu addicted sama cerita-cerita roman jadul. Agak annoying juga sebenarnya, karena Polly itu suka banget ngurusin urusan orang lain dan bertingkah seakan-akan dia Tuhan, tau yang terbaik bagi setiap orang dan berusaha membuat takdir orang lain sesuai dengan keinginannya. 

Sesuai dengan sinopsisnya, banyak karakter-karakter lain di buku ini, tapi karena tokoh utamanya Polly, jadi saya fokusnya sama Polly dan sikapnya yang menyebalkan itu. So far tidak ada karakter yang saya sukai. Plot dan setting ceritanya juga biasa aja sih, meskipun gregetan sama Polly, lucu juga awalnya mengenal karakter Polly. Dia itu cara ngomongnya sok puitis banget gitu.


Overall, ceritanya cukup oke tapi tidak terlalu mengesankan. Translate-annya juga cukup oke.




3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.