Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Tuesday, November 19, 2013

[Book Review] So Much Closer

So Much Closer by Susane Colasanti

3,63/5 (4,525 rating)

Publisher: Elex Media
Translator: Olivia Bernadette
Release Date: 2011
Format: Paperback, 324 pages
Genre: Contemporary Teen Romance


Di kota yang tidak pernah tidur, Brooke terbangun dan mendapati kehidupan yang benar-benar baru. Scott Abrams adalah cinta dalam hidup Brooke. Hanya saja dia belum mengetahuinya. Jadi saat keluarganya pindah ke New York di musim panas sebelum tahun senior, Brooke tidak punya pilihan lain selain mengikuti Scott. Ini kesempatan terakhirnya membuktikan pada Scott bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Tapi New York memberikan kejutan demi kejutan pada Brooke. Sejak trauma menyakitkan keluarganya, Brooke menutup diri pada keluarga, teman, dan bahkan pada dirinya sendiri. Tapi sekarang, didorong energi luar biasa dari kota yang sibuk dan kreatif di sekelilingnya, Brooke mulai menggali bakatnya dan menjadi seseorang yang tidak pernah dia bayangkan.

Jadi apa yang akan dia lakukan saat cinta dalam hidupnya menjadi kenyataan.. tapi dia malah menginginkan lebih?


Saya pernah membaca salah satu review di Goodreads yang mengatakan; ‘However, Susane Colasanti is not Sarah Dessen’. Ya, memang kedua penulis ini memiliki genre, unsur cerita, dan gaya penulisan yang hampir mirip pada buku-buku yang mereka tulis.

Saya baru membaca dua karya Dessen dan satu karya Colasanti. Masing-masing memiliki feeling penulisan tersendiri, dan saya tidak bisa mengatakan mana yang lebih baik. Namun menurut saya, Colasanti tidak sedetail Dessen dalam menciptakan adegan-adegan. Tapi, review ini bukan untuk membahas perbandingan antara kedua penulis tersebut, jadi mari kita skip ke pembahasan selanjutnya.

Overall, Brooke mengingatkan saya pada keadaan saya dulu. Brooke itu karakter yang belum pernah saya temukan pada buku-buku lain. Dia punya keyakinan dalam dan tekad kuat dalam menyukai seseorang yang bahkan belum pernah ngomong sama dia. Di awal bab, sudah terasa sekali kuatnya perasaan Brooke terhadap Scott.

Meskipun Brooke itu gambaran seseorang perempuan yang unik, tapi saya kurang suka karena sifatnya yang tidak menghargai apa yang dia miliki. Dia juga seolah-olah buta terhadap rasa cintanya pada Scott. Singkat kata, Brooke itu orangnya 100% sinis dan getir.

Tapi sifat Brooke ini memang disengaja oleh Susane Colasanti, dan pada akhirnya saya mengakui bahwa ceritanya nggak seburuk itu. Saya suka sekali ending cerita ini, dan saya berfikir kalau buku ini ternyata gak sedangkal yang saya kira; suka sama cowok, dapetin cowok itu, kenyataan ga seindah harapan, putus, lalu ketemu cowok baru. Well, ternyata ceritanya tidak seperti itu.

Meskipun saya kekurangan adegan-adegan tambahan pada cerita ini (bukunya memang terbilang kecil dan tipis sih), overall saya suka sama tulisan Colasanti, karena endingnya membuat kita tersenyum dan mempelajari hal baru.


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you




No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.