Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Thursday, November 28, 2013

[Book Review] The Summoning

The Summoning (Darkest Power #1) by Kelley Amstrong
4.04/5 (79,973 rating)

Publisher: Ufuk
Release Date: February 2011 by Ufuk Press (first published July 1st 2008)
Format: Paperback, 460 pages
Genre: Horror, Supernatural Fantasy

Chloe Saunders biasa hidup normal. Tapi hidupnya berubah pada hari dia bertemu dengan hantu pertamanya. Terkunci di Rumah Lyle—sebuah rumah kelompok untuk anak-anak bermasalah—dia menemukan bahwa rumah itu lebih daripada sekadar rumah tinggal remaja sebagaimana kelihatannya. Akankah Chloe bisa menyingkap rahasia-rahasia Rumah Lyle yang berbahaya... atau apakah makhluk-makhluk aneh datang kembali untuk menghantuinya?


“Mom lupa memperingatkan pengasuh yang baru tentang ruang bawah tanah.” (halaman 1)

Sebuah novel paranormal fantasi yang penuh misteri dan intrik.


Saya suka sama keseluruhan ceritanya. Tentang Chloe yang seperti ‘mediator’ (atau necromancer), bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Saya juga suka gambaran hantu dalam buku ini, membuat saya agak-agak merinding takut membacanya. Saya suka bagian memecahkan misteri hantunya.

Sayangnya, ceritanya jadi mulai agak basi ketika muncul sosok-sosok supernatural lainnya. Cerita tentang necromancer itu oke, tapi kalau ditambah dengan penyihir, werewolf, dan lain-lain, kesannya malah jadi ajang pamer bakat istimewa. Jadi setelah muncul werewolf, selanjutnya apa? Vampir? Siren? Succubus? Caster? Terus aja semua makhluk supernatural dikeluarin.

Padahal, daripada menciptakan beragam tokoh supernatural, lebih baik penulis fokus pada menyusun misteri dan detail-detail yang lebih membuat pembaca terkesan. Misalnya saja; penulis harusnya bisa lebih banyak mengarang tentang petunjuk-petunjuk yang dapat mengungkap masa lalu Rumah Lyle. Sesuai nama serialnya; The Darkest Power, seharusnya cerita ini bisa lebih dark lagi.

Satu lagi yang saya amat kecewa adalah penggambaran Rumah Lyle. Saya mengharapkan bangunan yang luas mirip akademi atau kastil, anaknya ada lebih dari lima puluh orang dan ada aturan atau sistem yang lebih rumit. Tapi ternyata; dalam gambaran benak saya, Rumah Lyle adalah sebuah bangunan rumah petak kecil yang penghuninya tidak lebih dari sepuluh orang; gak rame, gak seru.

Saya merasa gak ada feeling sama sekali sama Rumah Lyle. Saya nggak terkesan sama karakter-karakternya, meskipun Simon sebenarnya cukup imut juga.

Saya juga merasa ceritanya agak dipaksakan endingnya, seakan-akan pada awalnya Kelley merencanakan ending yang berbeda dari ending yang sekarang.

I didn’t say I don’t like this book; I’m just disappointed.


3 stars - This book was OK, read it if it sounds good to you



No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.