Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, December 25, 2013

Dongeng Semusim - Sefryana Khairil


Saat Nabil dan Sarah masih 'sayang' dan 'cinta', semuanya berjalan begitu indah.

Ternyata, hidup menikah tidak semudah kelihatannya. Pernikahan membawa Sarah melihat sisi lain dari diri mereka berdua. Entah ke mana hilangnya Nabil Si Pelindung yang penuh kasih sayang itu. Lelaki yang sanggup membuat Sarah berpindah keyakinan demi bisa bersama hingga akhir usia. Entah lenyap ke mana kepribadian Nabil yang membuat Sarah yakin dia lah lelaki yang layak menjadi pemimpin bagi dirinya dan ayah dari anak-anaknya.

Sarah merasa diri mereka yang baru ini tak terlihat seperti dua orang yang saling mencintai. Mereka saling menyalahkan, saling menyakiti. Mereka seumpama dua orang asing yang berada di bawah satu atap. Dan perlahan, mereka bergerak ke arah yang berlawanan.

'Sayang' dan 'cinta' tak pernah cukup untuk mempertahankan pernikahan. Lalu, bagaimana caranya mempertahankan pernikahan yang seperti ini?

Comments
Saya sering banget denger nama Sefryana Khairil, dan novel yang paling saya kenal dari beliau itu Sweet Nothings. Penasaran sama bukunya yang itu, tapi yang kebeli duluan adalah Dongeng Semusim ini.Beberapa halaman sampai pertengahan cerita, nothing special. I admit that I dont really like Indonesian romance, tapi bahkan saya pun masih bisa suka sama beberapa penulis roman Indonesia yang lain. So, menurut saya Dongeng Semusim ini masih dibawah ekspektasi saya.
Yang saya kagum dari buku ini adalah, penulis masih sempat memasukkan unsur agama ke dalamnya. Saya kagum sekali sama mbak Sefryana karena masih mau memikirkan dan memasukkan unsur keagamaan di sebuah novel roman yang targetnya adalah remaja atau wanita muda.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.