Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, December 25, 2013

One Day - David Nicholls


Emma and Dexter meet for the first time on the night of their graduation. Tomorrow they must go their separate ways. So where will they be on this one day next year? And the year after that? And every year that follows?

Twenty years, two people, ONE DAY.

Comments
Kisah cinta yang panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. Gimana nggak panjang, kisah selama dua puluh tahun terangkum semua dalam buku ini dalam satu hari tiap tahunnya. Ya, saya nggak nyangka kalau buku ini benar-benar menceritakan One Day, satu hari pada setiap tahun di setiap bagiannya.
Tapi saya kecewa karena sebenarnya, hal-hal yang diceritakan tidak pas tentang satu hari itu. Ada bab-bab (pada akhir halaman) yang menceritakan hari setelah atau sebelum Satu Hari tersebut, sehingga menurut saya judul One Day kehilangan esensialnya.
Yang saya suka dari buku ini adalah buku ini memberikan banyak emosi. Cerita selama dua puluh tahun, tentu saja ada gembira, sedih, getir, kepolosan, kedewasaan, kemarahan, semuanya ada deh dalam cerita Dexter dan Emma. Dan saya sebagai pembaca ikut merasakan semua.
Yang uniknya lagi dari buku ini, saya jadi ikut berfikir kalau hidup ini pasti berubah. Mencermati dan menikmati kisah kehidupan Emma dan Dexter, dan melihat kehidupan mereka silih berganti; saat-saat Dexter pada masa mudanya yang bebas dan bahagia keliling dunia, lalu mulai kesulitan dalam menentukan pekerjaan dan kehidupan, lalu menikah, jatuh, bangun, dst, juga Emma yang masih naïf, mencintai sepenuh hati, lalu tinggal bersama Ian, sampai pada akhir cerita saya bingung sendiri karena tau-tau Ian sudah pergi dari hidup Emma. Jadi semuanya begitu cepat dan berubah seiring waktu; itu yang membuat saya menyukai buku ini.
Overall, bukan merupakan salah satu favorit atau pujaan saya, tapi buku ini layak sekali dibaca karena kisahnya yang unik dan apa adanya.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.