Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, December 25, 2013

The Chocolate Thief - Laura Florand


The Parisian sorcerer of artisan chocolate, handsome Frenchman Sylvain Marquis, and the American empress of chocolate bars, Cade Corey, play a decadent game of seduction and subterfuge that causes them both to melt with desire. Original.

Comments
“Sylvain Marquis tahu apa yang paling diinginkan wanita. Ya, cokelat. Dan, sepanjang hidupnya, ia telah mempelajari segala sesuatu tentang panganan lezat yang dicintai wanita ini”

Pertama kali tertarik sama buku ini karena covernya yang eye-catching dengan menara paris yang elegant. Setting cerita ini memang di Paris, menambah keromantisan ceritanya.
Saya sukaaa banget sama ceritanya. Seorang pengrajin cokelat ternama jatuh cinta dengan seorang wanita pemilik perusahaan cokelat terbesar di Amerika dengan latar belakang suasana Paris yang elegant, nah kurang romantis apa, coba?
Tapi sayangnya, meskipun saya menikmati alurnya, tokoh yang diciptakan Laura Florand kurang loveable sehingga saya tidak bisa terlalu larut dalam ceritanya. Cade Corey sih oke, tapi Sylvain Marquis agak jelas karakternya. Di satu sisi dia itu misterius, tapi di beberapa adegan, aura kemisteriusan tersebut hilang.
Overall kesan yang saya tangkap setelah membaca buku ini adalah buku ini merupakan sebuah kisah cinta yang dibalut dengan kelembutan cokelat dan ke-elegant-an kota Paris.
Kalimat favorit saya;
“Dinding yang ada di belakang kepala Sylvain terlihat seolah seseorang pernah mencoba membuat lukisan pemandangan di situ, sekitar sepuluh tahun lalu, dan perhatiannya teralihkan ketika sedang berusaha menggambar kaki pertama dari Menara Eiffel dan tidak pernah kembali untuk menyelesaikannya.” (halaman 312)


No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.