Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, December 25, 2013

The Mistress's Revenge - Tamar Cohen


www.mistressrevenge.com

There’s a fine line between love and hate.

For five years, Sally and Clive have been lost in a passionate affair. Now he has dumped her to devote himself to his wife and family, and Sally is left in freefall.

It starts with a casual stroll past his house, and popping into the brasserie where his son works. Then Sally starts following Clive’s wife and daughter on Facebook. But that’s alright, isn’t it? These are perfectly normal things to do. Aren’t they?

Not since Fatal Attraction has the fallout from an illicit affair been exposed in such a sharp, darkly funny, and disturbing way: The Mistress’s Revenge is a truly exciting fiction debut. After all, who doesn’t know an otherwise sane woman who has gone a little crazy when her heart was broken?

Comments
Ga ada buku yang lebih membuat depresi daripada buku ini, iya kan? And I didn’t meant it for the quality of the book itself, but—sigh—the character WHO ARE REALLY REALLY MADLY ANNOYING.
Serius deh. Kalau kamu tipe orang yang nggak suka sama sesuatu yang cengeng—dan kata “menderita” itu benar-benar asing bagi kamu, mending kamu jauh-jauh dari buku ini.
A MASOCHIST. A COWARD. EGOIS!!. NGGAK BERTANGGUNG JAWAB. BIG CRAZY. PURE DEPRESSION.
Bayangin; ada aja gitu seorang ibu yang tega nggak meduliin & ngurusin anaknya sama sekali bahkan ketika anaknya menangis butuh perhatian dengan sekedar mau dipeluk, DAN BAHKAN menurut dia hal yang dilakukan anaknya itu adalah sesuatu yang menjengkelkan dan merepotkan kehidupannya yang sudah repot. Padahal coba tebak—apa ‘kehidupan’ yang dimaksud ibunya itu? NUNGGUIN EMAIL DAN NGESTALK MANTAN SELINGKUHANNYA YANG UDAH MENIKAH DAN UDAH NINGGALIN DIA.
ADUH, MENDING KE LAUT AJA DEH! *SAKING KESELNYA SAMA BUKU INI*
Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, buku ini merupakan salah satu buku favorit saya tahun ini. Kenapa? Karena kesuksesan cerita dan karakternya dalam membentuk emosi saya (meskipun emosinya negatif) menunjukkan kalau penulis sukses memberikan kesan tersendiri untuk saya.
Dan lagi, kalau saya mengesampingkan ketidaksukaan saya terhadap buku ini, sebenarnya ceritanya cukup memberikan arti; juga penggambaran karakternya pas sekali karena saya pernah mengalami apa yang pernah dialami oleh si karakter, dan tepat seperti itulah yang saya rasakan dulu.
Jadi…. akhirnya buku ini sukses menjadi salah satu buku kesayangan saya di rak karena ceritanya yang ‘luar biasa menyebalkan’.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.