Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, December 25, 2013

Three Weddings and Jane Austen - Prima Santika


Tak ada yang lebih membahagiakan seorang ibu daripada melihat anak gadisnya menikah dengan pria baik yang dicintainya.

Seperti memiliki pajangan kristal yang indah dan sangat mahal, memiliki anak gadis dewasa yang belum menikah rasanya selalu dalam kebimbangan. Kalau dipajang, takut dicuri orang. Tapi kalau hanya disimpan, takut tak ada yang tahu. Dan jangan sampai pecah atau hilang, karena kebahagiaan hakiki seorang wanita setelah menjadi ibu adalah menjadi nenek bagi para cucunya.

Ibu Sri memiliki tiga gadis yang belum juga menikah di usia matang mereka. Emma 35 tahun, Meri 30 tahun, dan Lisa 29 tahun. Dia sangat menyukai novel-novel karya Jane Austen dan berpendapat semua masalah percintaan anak-anaknya dapat mengambil suri tauladan yang tersirat dalam novel-novel itu. Namun seperti nasib kebanyakan gadis lajang, cinta tak selalu bersatu dan jodoh tak ada yang tahu. Kini Ibu Sri tak bisa hanya menasihati. Dia harus melakukan sesuatu untuk menolong gadis-gadisnya. Mereka harus melalui derita penyesalan, memaknai kejadian, mengubah keyakinan, dan mengikhlaskan harapan, berharap bahagia akan muncul dalam bentuk pernikahan. Dan buku Jane Austen pun hadir memperlancar proses pendewasaan.

Comments
Suka sama buku ini... Satu-satunya buku metropop yang saya favoritkan. Buku ini beda aja dari metropop lain yang saya baca, yang kebanyakan isinya tuh brainlesss.
Di buku karya Prima Santika ini, kisah cinta kakak beradik perempuannya detail dan mendalam banget. Saya suka bagaimana kisah mereka itu gak berlebihan, tapi juga bisa serius dan melankolis. Setiap cerita mereka bisa diambil hikmahnya, itulah yang saya suka. Jadi ceritanya ada maknanya gitu ga sekedar hedonisme.
Saya agak jengah awalnya karena penulis banyak memakai quote Jane Austen, tapi hal itu malah membuat saya pengen baca buku-bukunya Jane Austen.
Overall saya kagum karena penulisnya laki-laki, karena tokoh dalam buku ini semuanya perempuan hebat.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.