Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, January 29, 2014

Pride and Prejudice and Zombies by Seth Grahame Smith



“It is a truth universally acknowledged that a zombie in possession of brains must be in want of more brains.”

So begins Pride and Prejudice and Zombies, an expanded edition of the beloved Jane Austen novel featuring all-new scenes of bone-crunching zombie mayhem. As our story opens, a mysterious plague has fallen upon the quiet English village of Meryton—and the dead are returning to life! Feisty heroine Elizabeth Bennet is determined to wipe out the zombie menace, but she’s soon distracted by the arrival of the haughty and arrogant Mr. Darcy. What ensues is a delightful comedy of manners with plenty of civilized sparring between the two young lovers—and even more violent sparring on the blood-soaked battlefield. Can Elizabeth vanquish the spawn of Satan? And overcome the social prejudices of the class-conscious landed gentry? Complete with romance, heartbreak, swordfights, cannibalism, and thousands of rotting corpses, Pride and Prejudice and Zombies transforms a masterpiece of world literature into something you’d actually want to read.

Comments
Saya belum pernah baca Pride & Prejudice sebelumnya, jadi saya nggak bisa compare cerita plesetan ini sama cerita aslinya. Tapi yang mengejutkan, ternyata cerita versi plesetan ini bisa juga jadi seru. Saya suka sama alurnya, yang tetap mengisahkan kisah kelima gadis keluarga Bennett.
Saya mikirnya sih kalau ceritanya nggak beda jauh sama versi aslinya, cuma ditambah kehadiran zombi-zombi aja. Si ibu mau kelima anak gadisnya menikah, sedangkan si ayah maunya kelima anak gadisnya itu jadi pejuang tangguh dalam menghadapi para zombie yang mewabah di Inggris.
Saya suka sama Darcy. Ternyata...dia itu tipe-tipe laki-laki yang gentleman, dan bagaimanapun juga, status kebangsawanan dan kebaikan hatinya (meski ini baru akan diketahui di akhir cerita) membuat saya suka sama Darcy. Elizabeth Bennett, putri kedua keluarga Bennett yang menjadi tokoh utama cerita ini dan juga objek cinta Darcy, bisa dengan mudah saya sukai karakternya, meskipun menurut saya dia itu agak-agak suka berburuk sangka dan membenci orang.
Kehadiran para zombi juga membuat ceritanya semakin seru aja. Kadang-kadang lucu juga sih, dan kebetulan di beberapa halaman ada ilustrasi para zombienya, sehingga saya nggak bosen membacanya.
Meskipun ceritanya keren, membaca cerita ini agak cukup membutuhkan konsentrasi ekstra, karena bahasanya yang khas jaman dulu, dan gaya penceritaannya yang beralur cepat. Terjemahannya sih oke, namun sepertinya saya menemui beberapa kesalahan acuan, yang bisa menimbulkan kebingungan pembaca yang nggak hati-hati. Tapi kalau mengabaikan beberapa kalimat yang rancu dan terus membaca, akhirnya bisa menikmati ceritanya juga kok.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.