Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Wednesday, January 29, 2014

Harry Potter and The Half Blood Prince by JK Rowling



The war against Voldemort is not going well; even the Muggle governments are noticing. Ron scans the obituary pages of the Daily Prophet, looking for familiar names. Dumbledore is absent from Hogwarts for long stretches of time, and the Order of the Phoenix has already suffered losses.

And yet, as with all wars, life goes on. Sixth-year students learn to Apparate—and lose a few eyebrows in the process. Teenagers flirt and fight and fall in love. Classes are never straightforward, though Harry receives some extraordinary help from the mysterious Half-Blood Prince.

So it's the home front that takes center stage in the multilayered sixth installment of the story of Harry Potter. Here at Hogwarts, Harry will search for the full and complex story of the boy who became Lord Voldemort—and thereby find what may be his only vulnerability.

Comments
Di buku ini, hal yang paling saya suka adalah Harry yang mulai suka sama Ginny. Berhubung saya nggak suka sama pemeran Cho yang ada di film, saya jadi lebih mendukung Harry sama Ginny, meskipun sayangnya di filmnya nggak begitu intens kedekatan Harry dengan Ginny. Tapi dalam bukunya, kita bisa ngerasain gimana tumbuhnya perasaan Harry sama Ginny, mulai dari malu-malu ngeliat Ginny di The Burrow, sampai pas hari pemakaman Dumbledore, ketika Ginny menghibur Harry.
Dalam serial yang ke enam ini, memang udah muncul romance-romancenya, terutama dari Hermione dan Ron. Beberapa perubahan dalam struktur pengajaran, yang di buku sebelumnya setiap tahun guru Ramuan diajar oleh orang nyebelin yang sama, juga berubah. Saya juga seneng karena sekarang Harry lebih cerah di pelajaran Ramuan, setelah sebelumnya asem banget ngeliat Snape.
Di buku ini juga diungkap rahasia Voldemort yang paling gelap, plus petualangan yang gelap pula. Perjalanan akhir Dumbledore ke gua bersama Harry terasa mencekam banget, beda sama petualangan sebelumnya. Membacanya aja udah kerasa aura ilmu hitamnya. Sayangnya, nggak seperti di buku kelima, saya nggak bisa nangis pas baca kematian salah seorang tokoh di buku keenam ini. Yang ada saya malah girang karena di saat sedihnya, Harry dan Ginny makin berkembang hubungannya.
Adegan favorit saya adalah pas Harry sama Draco berduel di kamar mandi, sedangkan di filmnya, entah kenapa saya suka banget adegan pas Harry & Ron berantem rebutan buku Ramuan, yang berakhir dengan Harry dapet buku yang kumal namun bisa membuatnya bersinar daripada Hermione di pelajaran Ramuan.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.