Wordpress (Book Blog) mybookstacks.wordpress.com Twitter @fennyusuf Facebook Fenny Herawati Yusuf

I'm a girl who reads and have too many books. You’ll know that I do because I will always have an unread book in my bag and my shelves. A girl who spends her money on books instead of clothes. A girl who has a list of books she wants to read.

If you have any question about books and authors, please feel free to contact me at fennyherawatiyusuf[at]yahoo[dot]com. I will reply your email soon.

Sunday, January 15, 2017

Karamnya Sebuah Kapal

Karamnya Sebuah Kapal
oleh Ust. Salim A Fillah, 9 Muharram 1437
(sebuah catatan dari majelis ilmu)
➖ prinsip ilmu } jangan mempelajari yang baik tapi juga yang buruk agar bisa menghindarinya.
➖ pernikahan } misi: ibadah kpd Allah, tujuan: berkah, dekat dan tetap beribadah kpd Allah diberbagai ujian hidup, lapang maupun sempit
➖ kapan sebaiknya bercerai? ketika gagalnya misi kita; yaitu tdk memungkinkan utk beribadah kpd Allah
1. salah satu pasangan syirik  (misal: Ummu Habibah binti Abu Sufyan)
2. pelanggaran/berkurangnya komitmen besar2an kepada Allah di awal pernikahan (misal: istri2 Rasulullah SAW pada perang Hunain "meminta dunia" dgn menambah jumlah nafkah)
3. perkara tertentu yang memungkinkan misi tdk berjalan maksimal
misal:
*Umar (yang sifatnya keras dan tegas) dengan Ummu Kultsum binti Abu Bakar (sifatnya lembut); maka Aisyah mengarahkan lamaran Umar ke Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib
*Zaid bin Haritsah seorang budak dgn Zainab binti Jahsy putri bangsawan; akhirnya bercerai untuk menikah dengan Rasulullah SAW
*Abu Bakar ra meminta anaknya Abdurrahman bin Abu Bakar utk cerai dgn istrinya karena menjadikannya berat untuk jihad fii sabilillah; namun diizinkan utk rujuk
➖ talaq haram, kapan?
1. pernikahan "having fun"
2. hadirnya pihak ketiga
➖ hidupkan obsesi dengan ekspektasi sebelum menikah } ekspektasi: kekaguman yang menimbulkan harapan (misal: masya Allah calon suami saya soleh suka ngisi pengajian), obsesi: membangun keadaan dan diri sendiri agar lebih baik nantinya (misal: saya harus bisa mengurus rumah dan mendidik anak anak dengan baik disaat suami saya pergi mengisi pengajian di sana sini)
➖ jika ada masalah?
1. pola fikir: ini persoalan kecil, ilmu kita aja yang kurang
2. islah: renungkan antara anugerah dengan musibah ketika bersamanya; wajar apabila ada masalah dengan orang yang tinggal bersama serumah dengan kita, sedangkan hubungan dengan wanita/pria lain di kantor lebih terlihat menyenangkan karena mereka tidak membersamai kita dalam hidup;
3. mengundang juru damai (An Nisa: 35)
Tanya Jawab
➡ Bagaimana menanggapi problematika calon mertua yang meminta "dunia"/mahar tinggi?
ikhwan: tumbuhkan empati kepada calon mertua; ketika kita punya anak nanti, apakah kita akan rela anak perempuan kita yang kita besarkan dari kecil sampai besar "diambil" oleh orang lain. lalu jadilah orang yang meyakinkan (misal yakinkan calon mertua dengan pengalihan tanggung jawab dari orang tua kepada suaminya)
akhwat: tugas akhwat utk meyakinkan/merubah sudut pandang orang tua (misal dimulai percakapan dari proses orang tua menikah apakah dari kemampuan finansial di bawah atau dari atas; lalu yakinkan kepada orang tua untuk memilih yang ada kemauan dan kemampuan utk mencari nafkah; atau yakinkan mengenai prinsip besaran gaji dengan rezeki yang barokah; besarnya penghasilan tidak selalu berarti kebutuhan tercukupi)
➡ Apa yang dilakukan pasutri untuk menghindari fitnah/perceraian akibat LDR?
secara fikih: batas yang diberikan syariat untuk pekerjaan yang boleh meninggalkan keluarga yaitu 4 bulan (Umar bin Khattab)
1. usahakan memenuhi batas itu
2. membangun komunikasi yg intens
3. memikirkan alternatif pekerjaan lain; semoga Allah membuka pintu rezeki yang lain
➡ Istri menuntut cerai karena poligami, bolehkah?
secara syariat tidak boleh. tidak bisa menjadikan perasaan si akhwat sebagai hujjah. kecuali terjadi pemutusan nafkah atau terjadi kedzaliman, kekerasan/hak anda terlanggar seluruhnya
suami: disarankan ikhwan untuk tidak menjadikan poligami sebagai 'escape' (pelarian), mencari jalan lain dari pernikahan dgn istri pertama yang tidak memuaskan. poligami diawali dengan kesuksesan membangun rumah tangga dengan istri pertama.
➡ di UU Pernikahan tujuan pernikahan adalah bahagia. ketika kita tidak bahagia dalam pernikahan, pengaruhnya adalah kurangnya potensi dalam diri kita. bagaimana menyikapinya?
bahagia adalah makmum. ketidakbahagiaan sering jadi pemicu konflik maka harus disikapi dengan bijak bahwa ketidakbahagiaan adalah kondisi temporer. prinsip masalah rumah tangga: situasi tidak boleh mengalahkan hubungan. ibarat sebuah rumah terbakar, bagian yang terbakar masih bisa diperbaiki. bahkan apabila terbakar seluruhnya, masih bisa dibangun kembali.
Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

If you have any questions and comments about this post, please leave here. Will reply soon.